31.5 C
Jakarta
Selasa, 28 September, 2021

Tips Mengatur Keuangan untuk Usaha Kecil, Auto Cuan

nUntuk mengatur keuangan usaha atau bisnis berskala kecil, perlu memperhatikan beberapa hal. Terkait hal itu, ada sejumlah tips yang dapat dijadikan panduan. Mari kita bahas tips mengatur keuangan untuk usaha kecil yang bikin kamu auto cuan. 

Belakangan ini, banyak orang yang tertarik dan memutuskan untuk mendirikan usaha kecil. Namun, sebagian besar dari mereka ternyata diketahui menemui kegagalan.

Adapun cara mengelola suatu usaha akan sangat mempengaruhi kesuksesan sebuah usaha atau bisnis. Pengelolaan yang baik akan membuat bisnis tersebut berjalan lancar, demikian sebaliknya.

Maka dari itu, sangat disarankan memperkuat pemahaman akan teori berbisnis, terutama tentang cara mengelola keuangan sebelum membuka usaha atau bisnis.

Ribuan Warga Positif COVID-19 Masih Coba Ngemal, Perhatikan 5 Hal Ini

Inilah tips mengatur keuangan untuk usaha kecil yang perlu diketahui: 

  1. Edukasi diri

Hal paling awal yang harus dilakukan saat mengelola keuangan usaha adalah edukasi diri. Adapun caranya bisa dengan belajar tentang cara membaca laporan keuangan. Untuk diketahui, laporan keuangan pada dasarnya mempunyai 4 bagian, yakni: 

– Laporan arus kas

– Laporan penghasilan

– Laporan neraca

– Laporan modal

Belajar membaca laporan keuangan itu paling tidak akan membuat calon pebisnis mampu menyimpulkan langkah yang akan diambil untuk perkembangan usahanya nanti. 

  1. Lakukan perencanaan

Sebelum memulai suatu usaha, perencanaan general atau secara umum memang sangat perlu dilakukan. Dalam hal ini, penting untuk menyiapkan gambaran besar dan langkah awal yang akan dilakukan dalam merintis usaha tersebut ke depannya.

Kemudian, rencana besar itu dibagi ke dalam beberapa bagian, contohnya rencana harian, mingguan, dan bulanan. Perkembangan usaha pun dengan demikian akan menjadi lebih terstruktur.

Di samping itu, calon pebisnis juga harus detail dalam membuat perencanaannya. Adapun perencanaan itu mulai dari hal-hal akan dilakukan, kebutuhan yang diperlukan, hingga modal yang harus disiapkan.

  1. Membuat buku catatan keuangan

Dalam bisnis, penting untuk selalu mencatat keuangan. Adapun tujuannya adalah mengawasi segala transaksi keluar dan masuk. Langkah ini juga akan mengurangi risiko terjadinya pengeluaran yang tidak wajar.

Karena itu, sediakan sebuah buku kas bagi bisnis yang dilakukan, apa pun skalanya. Kegunaan buku kas ini adalah untuk mencatat uang yang keluar dan masuk, yang disertai bukti.

Namun, mesti diingat bahwa catatan keuangan bukan hanya pada kas masuk dan keluar sebab utang dan piutang pun ikut menjadi bagiannya. Pasalnya, hal itu terkait dengan aset atau harta perusahaan yang dirintis.

Di sisi lain, catatan di dalam buku catatan keuangan tersebut harus dibuat secara rinci dan teratur agar lebih mudah dibaca dan dipahami. Perlu juga untuk mengurutkan pencatatan di buku itu menurut tanggal dan waktu transaksi. 

Adapun buku catatan keuangan dapat dibuat dengan cara manual, tetapi cara itu dinilai kurang efektif. Di samping itu, juga ada kemungkinan kesalahan perhitungan jika menggunakan cara manual tersebut. Untuk itu, sangat disarankan untuk menggunakan berbagai aplikasi pencatatan yang saat ini tersedia secara online.

  1. Buat anggaran secara rutin

Membuat anggaran atau budgeting secara rutin juga penting dalam sebuah bisnis atau usaha. Tujuan budgeting ini adalah untuk membatasi pengeluaran agar tidak membengkak. Anggaran ini sebaiknya dibuat secara teratur, contohnya per bulan atau setiap minggu.

Dalam budgeting ini, pengeluaran dipisahkan berdasarkan kelompoknya. Di samping itu, harus juga dipastikan bahwa seluruh kebutuhan dalam bisnis dapat dipenuhi.

Di sisi lain, efisiensi dalam sebuah usaha akan meningkat apabila pebisnis membuat anggaran secara teratur. Hal itu pun bakal berdampak baik untuk jangka panjang.

Sebaiknya, juga pertimbangkan catatan pada buku kas dalam menentukan anggaran. Karena dengan itu pebisnis dapat mengetahui anggaran yang harus ditambah atau dikurangi. Hal itu karena pembuatan anggaran ini tidak dapat dipisah antara satu periode dengan periode berikutnya atau sebelumnya.

Oleh sebab itu, semuanya harus berkesinambungan agar usaha dapat berjalan dengan lancar.

  1. Awasi arus kas keuangan

Berikutnya, selalu mengawasi arus kas keuangan bisnis, dengan tujuan untuk mencegah adanya kebocoran kas. Ketelitian yang tinggi sangat diperlukan dalam hal ini. Selain itu, juga diperlukan dasar ilmu akuntansi agar dapat memahami kas keuangan yang baik.

  1. Putar arus kas lebih cepat

Cara mengelola utang piutang dengan baik juga mencerminkan pengelolaan keuangan usaha yang baik. Diketahui, tidak sedikit pengusaha atau pebisnis yang kesulitan memutar arus kas mereka.

Adapun putaran arus kas yang melambat juga tercermin dari penjualan kredit lebih lama dibandingkan dengan pembelian kredit. Maka dari itu, sangat penting untuk menyeimbangkan keduanya.

  1. Gunakan laba untuk kembangkan usaha

Laba yang besar adalah ciri dari sebuah usaha yang berhasil. Namun, ketimbang menggunakan laba itu untuk keperluan pribadi, sebaiknya laba tersebut disisihkan dalam rangka mengembangkan bisnis.

Minimal, tersisihkan 10% dari setiap keuntungan yang didapat selama satu bulan untuk ditambahkan ke modal usaha. Bisnis yang dirintis pun dapat terus berkembang dengan menggunakan cara tersebut.

Umrah saat Pandemi, Ini 3 Opsi Investasi untuk Siapkan Dananya

  1. Pisahkan uang pribadi dan uang usaha

Sangat penting untuk memisahkan uang yang dipakai untuk usaha dengan uang pribadi. Hal itu bertujuan untuk menghindari modal bisnis terpakai untuk keperluan pribadi. Akibat terburuk dari penggabungan keduanya adalah modal habis tanpa terasa.

Tentu saja, keadaan tersebut akan membuat sebuah usaha terpaksa harus gulung tikar alias bangkrut. Karena itu, gunakan tempat yang berbeda antara uang pribadi dan kas usaha. Untuk uang bisnis, sangat disarankan untuk membuat rekening yang terpisah khusus. 

Di samping itu, perlu juga ditekankan kepada diri sendiri agar tidak tidak menggunakan kas usaha untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

  1. Persiapkan dana darurat

Dana darurat juga perlu untuk dipersiapkan karena perkembangan bisnis ke depannya tidak dapat ditentukan alias dinamis. Karena itu, dana cadangan atau darurat ini nantinya akan berguna untuk mengantisipasi masa-masa sulit atau dampak terburuk di kemudian hari.

Sebaiknya, dana darurat tersebut dipersiapkan sejak awal sebelum usaha dimulai. Selain itu, dana ini juga harus digunakan secara bijak. Artinya, untuk situasi yang masih terkendali, jangan menggunakan dana tersebut.

  1. Awasi harta, utang, dan modal 

Pencatatan secara terstruktur harus dilakukan terhadap setiap harta, utang piutang, dan modal. Pasalnya, semua itu dapat mempengaruhi keberlangsungan bisnis yang dijalankan. Piutang sendiri adalah harta perusahaan sehingga harus dicatat dengan baik.

Sementara itu, utang yang dimiliki juga harus dicatat meski sudah ada catatan tersendiri dari si pemberi utang. Tujuannya untuk mencegah terjadinya pembayaran ganda atau klaim secara sepihak oleh si pemberi utang.

Di samping itu, perlu juga untuk mencatat seluruh barang yang dimiliki oleh perusahaan. Semuanya harus terangkum dalam buku catatan inventaris. Pengecekan secara berkala perlu dilakukan dalam hal ini guna memastikan barang-barang itu tidak hilang.

  1. Gunakan tenaga profesional

Bagi mereka yang tidak mampu menangani pengelolaan keuangan usaha, bisa menggunakan tenaga profesional. Adapun tenaga profesional yang dipekerjakan ini haruslah memiliki pengalaman dalam bidang ini. Pasalnya, pengelolaan keuangan yang baik tentu akan berdampak pada keputusan yang diambil dalam pengembangan usaha.

  1. Pisahkan akunting dan kasir

Kesalahan besar yang sering terjadi dalam dunia usaha adalah memberikan job desk kasir yang merangkap sebagai akunting. Pasalnya, hal ini bisa memicu terjadinya manipulasi terhadap laporan keuangan.

Kondisi keuangan usaha pun akan terdampak oleh hal itu. Maka dari itu, antara akunting dan kasir haruslah punya job desk yang terpisah. 

  1. Perhatikan kontrak pihak ketiga

Dalam mengelola usaha, partner ataupun rekanan adalah yang juga sangat penting. Biasanya, orang-orang akan menjadikan orang terdekatnya sebagai partner bisnis mereka.

Namun, hal tersebut sangat rawan terhadap kelangsungan bisnis. Karena itu, usahakan sebelum bekerja sama, perhatikan kontrak dan pastikan ada perjanjian hitam di atas putih.

Tujuannya adalah agar jika sewaktu-waktu terjadi penyelewengan, kewajiban kontrak itu dapat menjadi bukti.

Nah, itulah tips mengatur keuangan untuk usaha kecil. Selamat mecoba.

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Kucurkan Kredit Rp2,24 triliun, Modal Rakyat Berhasil Jaga NPL 0,03%

Platform digital berbasis pinjaman, Modal Rakyat, berhasil menjaga tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) di level yang sangat rendah yaitu sebesar 0,03%. CEO...

Trade Expo Indonesia : Mendag Target Transaksi Rp21,4 triliun 

Kementerian Perdagangan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 dengan tema ‘Reviving Global Trade'. Pameran ini digelar secara digital dan melibatkan aktor global. Menteri Perdagangan Muhammad...

Daftar Aplikasi Menambang Bitcoin di Android

Bitcoin saat ini semakin dikenal di tanah air. Adapun harganya yang melambung tinggi dengan cepat, diketahui telah menarik perhatian para investor untuk mulai terjun...

OJK dan Industri Jasa Keuangan Dukung Pengembangan UMKM

Komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan, industri keuangan non bank, pasar modal dan fintech, yaitu akan meningkatkan pengembangan Usaha Menengah Kecil dan...

Modal Rakyat Beri Pinjaman untuk Usaha dengan Bunga Kompetitif

Modal Rakyat merupakan layanan pinjaman uang berbasis digital yang menjadi wadah pertemuan antara peminjam, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM) dan pendana, yaitu individu...
LANGUAGE