25.6 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Trading Aset Kripto: Apa Itu Fitur Bid dan Ask? Pelajari di sini

Dalam investasi atau trading aset kripto, istilah bid dan ask adalah salah satu istilah yang mungkin kerap terdengar. Apa sih artinya? Bid adalah harga atau penawaran maksimum pembeli terhadap suatu aset kripto. Sementara itu, ask merupakan harga atau penawaran paling minimum yang ditawarkan pembeli atas suatu aset kripto.

Apabila pemilik aset kripto ingin melepaskan harga aset yang dimilikinya dengan harga maksimum atau minimum tersebut, maka barulah terjadi suatu transaksi antar dua belah pihak.  

Secara lebih dalam, bid merupakan pesanan yang telah terdaftar pada kolom buy dalam order book dan ask merupakan pesanan yang terdaftar pada kolom sell dalam order book. Harga tawaran biasanya akan lebih tinggi dari harga penawaran. Kedua angka yang berbeda tersebut disebut spread, yang artinya keuntungan atau imbalan yang diterima oleh platform.

Selain bid dan ask, ada istilah bid-ask spread, yaitu kondisi saat jumlah harga permintaan lebih dari harga bid pada suatu aset. Bid-ask spread ini adalah selisih antara harga tertinggi aset kripto yang ditawar pembeli dan harga terendah yang diterima oleh penjual.

Seseorang yang ingin menjual aset kriptonya akan menerima suatu harga penawaran. Sedangkan seseorang yang ingin membeli akan membayar sesuai harga permintaan.

Tidak hanya bid-ask spread, ada istilah lain yang disebut dengan bid-ask deep, yang artinya mewakili volume kumulatif pesanan jual dan beli pada harga yang telah ditentukan. Bid depth ialah volume kumulatif dari pesanan ‘buy’ pada harga saat ini atau bahkan bisa lebih tinggi dari harga. Sedangkan ask depth ialah volume kumulatif pesanan ‘sell’ pada harga saat ini atau bisa lebih rendah.

Bid dan Ask dalam Aset Kripto

Bid dan ask dalam aset kripto punya harga sekuritas, yaitu persepsi pasar soal nilainya pada waktu tertentu yang mempunyai sifat unik. Cara memahami tawaran dan permintaan yang terjadi dalam kripto ini adalah dengan mempertimbangkan dua pemain pada transaksi pasar, yaitu trader selaku price taker dan market maker selaku counter party.

Bid ask spread bisa dianggap sebagai ukuran dari penawaran dan permintaan pada suatu aset. Sedangkan bid-ask depth bisa memberi dampak yang signifikan pada bid ask spread. Nah, spread tersebut bisa melebar apabila lebih sedikit investor yang melakukan limit order saat membeli suatu sekuritas, hal inilah yang menghasilkan harga beli jadi lebih sedikit.

Sebab itulah penting mengetahui bid ask spread ketika menempatkan buy pada limit order sebelum permintaan tersebut dieksekusi. Bid ask spread dapat berubah-ubah disebabkan lewat periode likuiditas yang rendah. Hal itu karena investor yang ada tidak ingin membayar di luar ambang batas pasar. Hal ini juga berlaku pada penjual yang tidak ingin menjual asetnya dengan harga di bawah rata-rata.

Kaitan Bid-Ask Spread dengan Likuiditas

Ada sejumlah perbedaan antara harga tertinggi yang ingin dibayar pembeli dengan harga terendah yang diterima penjual. Hal ini disebabkan berbedanya likuiditas pada masing-masing aset yang ada. Pasar tertentu bisa lebih likuid daripada pasar lainnya. Hal ini harus tercermin dalam spread yang lebih rendah. Sebab, pada dasarnya price taker akan meminta likuiditas, sedangkan market maker yang akan memasok likuiditas.

Sebagai contoh, mata uang fiat saat ini dianggap sebagai aset paling likuid di dunia. Selisih harga tertinggi pembelian dengan harga terendah penjualan aset di pasar mata uang adalah salah satu yang paling kecil. Artinya, spread dapat diukur melalui pecahan sen sekalipun.

Pada kondisi lain, saham yang merupakan aset yang kurang likuid, mungkin akan memiliki spread yang setara dengan 1 hingga 2 persen dari harga permintaan terendah asetnya.

Selisih harga terendah penjualan serta harga tertinggi pembelian dapat menjadi cermin untuk risiko yang bakal dirasakan pembuat pasar saat menawarkan perdagangan. Sebagai contoh, opsi atau kontrak berjangka yang bisa saja memiliki harga permintaan terendah pada aset yang mewakili persentase harga yang lebih besar ketimbang perdagangan ekuitas atau valas.

Maka kesimpulannya, lebar spread tidak hanya dapat didasarkan pada likuiditas, namun juga bisa disadarkan dari seberapa besar harga dapat berubah dengan cepat.

Klik link ini untuk mengetahui daftar market place aset kripto resmi di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Apa itu Blockchain? Ini Penjelasannya

Salah satu sistem komputerisasi dan internet yang berkembang adalah blockchain. Apa itu blockchain?  Sebagian besar dunia teknologi cryptocurrency seperti Bitcoin mengandalkan bentuk database dengan keunggulan mampu...

Situs Penghasil Bitcoin Gratis 2020 Terbukti Tanpa PHP

DuniaFintech.com - Terdapat berbagai macam cara untuk mendapatkan bitcoin bahkan tanpa deposit sekalipun. Menarik bukan? Berikut beberapa situs penghasil bitcoin gratis 2020 terpercaya dan...

Mengenal Dana, Dompet Digital Indonesia

Tidak mau kalah dengan para pendahulunya baik itu dari dalam ataupun luar negeri, ada startup fintech terbaru di tanah air yang sudah diperkenalkan kepada...

Mengenal Xendit : Payment Gateway dengan Beberapa Keunggulan

Xendit, adalah salah satu starup payment gateway yang berizin di Indonesia. Xndit payment gateway yang memiliki beberapa produk unggulan yang membantu bisnis di Asia...

Harga Bitcoin Hari Ini : BTC Menurun, Ethereum Sambut London Hardfork

Harga Bitcoin hari ini sudah memasuki penurunan, setelah rally lebih dari satu pekan dengan pemuncak Rp600 juta. Namun, berbeda dengan Ethereum yang terus menguat...
LANGUAGE