27.3 C
Jakarta
Minggu, 24 Oktober, 2021

Trading Bitcoin: Ini Bedanya Spot Market dan Futures Market

Trader pemula mungkin belum mengetahui bedanya trading bitcoin aset kripto di spot market dan derivatif futures. Banyak yang coba-coba dan tidak tahu bedanya spot dan futres market, justru malah rugi besar. Mari kita bahas.

Trading aset kripto saat ini ada beberapa metode. Di antaranya adalah trading di spot market seperti Indodax dan trading di derivatif future market. Namun, sering kali orang yang mencoba-coba trading di market derivatif justru mengalami kerugian besar. 

Di artikel ini kita akan membahas terlebih dahulu bagaimana bedanya spot market dan futures market. Apa saja keuntungan dan risikonya. 

Trading Bitcoin di Spot Market

Trading di spot market merupakan trading di satu exchanges yang memanfaatkan kenaikan harga. Perdagangan spot berfokus pada perdagangan saat itu juga. Misalnya, kamu membeli Bitcoin seharga Rp500 juta dengan modal Rp500 ribu atau senilai 0,001. 

Spot 0,001 ini lah yang akan menjadi fokusnya. Saat harga 1 BTC naik menjadi Rp600 juta, maka saldomu juga akan bertambah menjadi Rp600 ribu, karena kamu memiliki 0,001. Begitu pula sebaliknya, jika harga per 1 BTC Rp400 juta, maka 0,001 berharga Rp400 ribu.

Keuntungan trading di spot market itu memanfaatkan kenaikan harga aset. Jadi, trading di spot market adalah memanfaatkan kenaikan harga sebuah aset kripto. 

Trading di Future Market

Market future juga biasa juga disebut dengan market leverage atau market margin atau derivatif. Ada perbedaan skemanya di sini. Pertama, kamu harus menentukan posisi terlebih dahulu. 

Kamu memilih harga naik (Long) atau memilih harga akan turun (Short). Artinya, mekanisme tradingnya ada dua arah. 

Kemudian, akan berlaku leverages margin dengan keuntungan lipat ganda mulai dari 2x, 5x,10x,20x hingga tertinggi 125x. Tentunya, ini bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. 

Namun, sebaliknya, jika kamu salah posisi, kerugiannya juga berlipat ganda atau sangat besar. Hingga bisa membuat saldo mu habis total alias 0. 

Analogi Bedanya Spot Market dan Futures Market

Spot market aset kripto memang mirip seperti saham. Sedangkan derivatif mirip seperti skema trading forex. Dalam spot trading, kamu akan fokus kepada membeli aset kemudian menyimpannya. Kamu bisa menjualnya saat harga aset tersebut sudah naik. 

Analoginya seperti membeli emas di toko offline atau toko digital. Kamu membeli 1 gram emas, senilai Rp600 ribu. Beberapa tahun lagi, harga emas akan meningkat, misalnya ke Rp1,2 juta per gram. Nah, kamu mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga emas. 

Begitulah ibaratnya trading di spot market. Kamu bisa menyimpan aset digital seperti Bitcoin dan mendapatkan kenaikan harga yang lebih cepat dari emas. 

Sedangkan analogi dari future market adalah seperti kamu membeli emas di bursa berjangka seperti forex. 

Kamu tidak akan mendapatkan fisik emasnya. Kamu hanya mengambil posisi, kemudian menunggu keuntungannya bisa berlipat ganda. Tetapi kerugiannya juga bisa berlipat ganda. 

Risiko Fatal Trading Bitcoin di Future Market

Ada beberapa risiko fatal saat trading future hingga membuat saldomu berkurang hingga habis tidak bersisa. Beberapa kondisi di bawah ini adalah risiko-risiko fatal trading di future market. 

Kondisi ini tidak cocok dan lebih baik dihindari bagi kamu yang pemula, terutama yang sedang belajar analisa teknikal. Lebih baik kamu mempelajari terlebih dahulu sinyal harga naik dan trading di spot market karena hanya satu arah saja. 

Berikut beberapa kondisinya : 

  1. Salah Ambil Posisi

Saat pertama kali trading di derivatif market, kamu akan dihadapkan dengan dua pilihan. Mengambil posisi long atau mengambil posisi short. Posisi long untuk mendapatkan margin saat harga naik. Sedangkan posisi short mendapatkan margin saat harga turun. 

Jika kamu salah ambil posisi, maka kamu akan mengalami kerugian. Misalnya, kamu memasang posisi long. Tetapi, harga aset kripto nya malah turun. Kemudian, saat harga naik, kamu salah memasang posisi, justru malah pasang posisi short, juga buat rugi. 

  1. Kerugian yang Juga Berlipat Ganda

Memang, pasti akan tergiur melihat keuntungan yang berlipat ganda. Apalagi tetap bisa untung saat harga aset kripto turun. Kondisi inilah yang sering menjebak. 

Karena banyak trader pemula yang tidak tahu, jika salah posisi maka kerugian juga berlipat ganda. Apalagi jika kamu memasang leverages yang tinggi hingga x125. Semakin tinggi leverages, maka semakin tinggi risiko dan semakin cepat saldo mu akan habis. 

Berbeda dengan spot market, meski keuntungan yang tidak terlalu tinggi, kerugiannya juga tidak terlalu dalam. 

  1. Liquid atau Saldo Habis Total

Liquid merupakan dimana kondisi kerugian sudah tinggi dan membuat saldo menjadi 0 atau habis total. Kondisi ini terjadi jika salah posisi. Semakin tinggi leverages, maka semakin dekat dengan liquid. 

Karena volatilitas aset kripto yang tinggi, sering kali orang yang terburu nafsu memasang posisi x20 atau lebih tinggi bahkan ke level tertinggi x125. Tanpa dia sadari, risikonya. 

Misalnya begini. Jika, trader memasang posisi long x100 di harga ETH USD3.000 dengan modal Rp1.000.000. Dia akan mendapatkan keuntungan menjadi Rp2.000.000 jika ETH naik ke level USD3.200.

Ini memang bisa terjadi hanya dalam hitungan menit saja. Sangat cepat. 

Tetapi, sebelum menyentuh USD3.200, sering kali posisi aset kripto turun terlebih dahulu. Jika ETH turun ke USD2.800 saja dalam waktu 10 menit, maka, saldo akan hilang atau liquid. 

Meskipun nantinya ETH sudah naik lagi ke USD3.200 atau bahkan lebih tinggi, trader tidak akan mendapatkan keuntungan karena sudah liquid. 

Ini adalah hal yang paling menakutkan saat trading. Karena saldo bisa habis total atau 0. Di kondisi inilah banyak orang yang merasa tertipu, teriming-imingi dan kecewa dengan trading di derivatif market. 

  1. Belum Ada Izin dari Pemerintah Indonesia

Karena tingginya risiko trading bitcoin di derivatif market seperti yang kita bahas di atas, maka pemerintah Indonesia sampai saat ini belum mengizinkan operasional trading di derivatif market. 

Tetapi, pemerintah telah memberikan legalitas kepada 13 exchanges aset kripto dimana seluruhnya adalah exchanges spot market. 

 

Penulis : Kontributor
Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Aplikasi 360Kredi, P2P Lending dengan Tingkat Verifikasi yang Andal

360Kredi adalah layanan dari PT Inovasi Terdepan Nusantara, salah satu perusahaan teknologi finansial yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan...

Reddit Bersiap Luncurkan Platform NFT Sendiri

Platform media sosial Reddit tampaknya mempekerjakan pekerja untuk mendukung desain, pembuatan, dan pemeliharaan platform token yang tidak dapat dipertukarkan. Dilangsir dari Cointelegraph.com, menurut postingan dari...

Mengenal Tren Cashless Society dan Cara Atur Keuangan yang Bisa Dilakukan

Maraknya era tren cashless society atau “masyarakat tanpa uang tunai” saat ini melahirkan sejumlah fenomena di kalangan generasi milenial. Pada dasarnya, cashless society adalah...

Konsolidasi Harga Bitcoin Condong ke “Langkah yang Lebih Tinggi”

Pada 22 Oktober 2021, harga Bitcoin (BTC) memasuki apa yang diprediksi oleh beberapa pedagang sebagai "fase konsolidasi". Pasalnya, dikutip dari Cointelegraph.com, investor mengunci keuntungan...

Cara dan Tips Menjadi Lender Online P2P Lending

Belakangan ini, menjadi lender online P2P Lending (peer-to-peer lending) kian diminati oleh masyarakat, terutama kalangan milenial. Fakta pun menunjukkan fintech P2P lending kian dibanjiri...
LANGUAGE