28.3 C
Jakarta
Kamis, 18 Juli, 2024

Cara Tukar Uang Rusak, Sobek di BI, Simak Syarat-syaratnya

JAKARTA, duniafintech.com – Persoalan tukar uang adalah hal yang umum yang terjadi di mayarakat. Anda pun bisa melakukannya di Bank Indonesia atau bank lainnya. Di bawah ini, akan dibahas mengenai langkah atau cara tukar uang rusak akibat dimakan rayap dengan uang baru.

Tukar Uang yang Rusak—Contoh Kasus

Anju Patikawa mengalami peristiwa ini saat pamannya menyimpan uang sejumlah Rp9 juta dalam lemari. Namun, nahasnya, uang itu justru digerogoti rayap. Setelah ditukar ke BI, Anju diketahui hanya memperoleh senilai Rp5,4 juta.

Kesalahan fatal yang dilakukan oleh Anju adalah menyimpan uang dalam jumlah lumayan besar di lemari kayu. Padahal, langkah itu sangat berisiko—setidaknya untuk 2 hal. Pertama, kasus pencurian atau perampokan yang rawan terjadi dan yang kedua, sebagaimana kasus di atas, yakni uang akan habis dimakan rayap.

Di luar itu, bagaimana sebenarnya ketentuan BI mengenai penukaran uang yang rusak jika merujuk pada peristiwa di atas? Jawabannya akan diuraikan di bawah ini.

Syarat Tukar Uang Rusak di BI

Terdapat sejumlah syarat dan kriteria yang perlu Anda penuhi terlebih dahulu untuk melakukan penukaran uang di BI, yakni:

  1. Masih tersisa 33 persen dari ukuran aslinya

Adapun uang kertas yang sobek atau rusak tidak boleh lebih dari 33 persen atau ⅔ dari ukuran aslinya. Guna mengidentifikasi tingkat kerusakan pada uang, BI punya alat scanner khusus yang bisa memastikan uang rusak ini masih layak untuk ditukarkan atau tidak sama sekali.

  1. Nomor seri uang masih tertera 

Bagi uang kertas yang terkoyak atau sobek harus masih punya nomor seri yang lengkap. Itu berarti, kalau kedua bagian uang yang terpisah punya nomor seri tidak sama, uang itu tidak bisa ditukarkan.

Anda mesti memahami bahwa apabila kerusakan uang masih memenuhi 2 persyaratan di atas, BI wajib menggantinya dengan uang layak edar dengan nominal yang sama. Akan tetapi, kalau uang yang rusak sulit diidentifikasi keasliannya, Anda harus mengisi formulir permintaan penelitian lebih lanjut.

Biasanya, untuk layanan ini bakal dibebani biaya penelitian dan memakan waktu proses yang cukup menyita waktu. 

Cara Menukarkan Uang Rusak di BI

Sejatinya, uang yang rusak tidak hanya bisa ditukarkan di kantor BI, tetapi juga bisa di layanan kas keliling BI, salah satunya di Pintu Parkir IRTI Monas dan 241 titik bank umum yang ditunjuk oleh pemerintah, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, BCA, BJB, Bank DKI, CIMB Niaga, Bank Panin, BII, dan Bank Permata.

Layanan penukaran uang ini biasanya tersedia setiap hari, mulai Senin sampai Jumat, pada pukul 08.00—16.00 WIB. Cara penukarannya adalah sebagai berikut:

  • Bawa uang rusak yang masih memenuhi persyaratan di atas. 
  • Kunjungi kantor BI atau bank umum yang melayani penukaran uang rusak. 
  • Serahkan uang yang ingin ditukarkan kepada petugas. 
  • Petugas akan melakukan scanning terhadap uang tersebut. 
  • Jika uang rusak tersebut masih memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh BI maka uang Anda akan diganti dengan nominal yang sama. 
  • Jika uang tersebut tidak memenuhi persyaratan maka Anda akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan penelitian. 
  • Jika tidak ingin melanjutkan proses penelitian lebih lanjut maka uang itu akan dikembalikan kepada Anda. 

Dari kisah Anju Patikawa tadi, dapat disimpulkan bahwa akan lebih aman apabila pemuda paruh baya itu menabung atau menyimpan uangnya di bank. Di samping itu, ia juga bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk asuransi ataupun investasi. Pasalnya, uang tabungan di bank akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sehingga apa pun yang terjadi pada uang nasabah, nantinya akan diganti oleh LPS via bank. 

Cara Simpan Uang yang Benar di Rumah

  1. Gunakan kantong plastik untuk menyimpan

Bagi Anda yang memang ingin menyimpan uang di rumah saja, cara pertamanya adalah Anda bisa menyimpan uang kerta dalam kantong plastik. Hal ini pun dianggap aman oleh Bank Indonesia sebab jauh dari gangguan rayap. Usai Anda membungkusnya dalam kantong plastik, uang kertas ini bisa Anda masukkan ke dalam koper yang kedap udara dan air. 

  1. Simpan di suhu ruangan dan hindarkan lemari kayu

Anda tentu tidak ingin uang kertas dalam jumlah sangat banyak itu habis begitu saja dimakan rayap. Agar tidak terjadi seperti yang dialami oleh Anju Patikawa tadi, sangat disarankan bagi Anda untuk menyimpan uang kertas di suhu ruangan dan menghindari penyimpanan di lemari kayu. 

Hal itu karena menyimpan uang kertas di dalam lemari kertas memang terlihat aman dari pandangan mata, tetapi tentu tidak untuk rayap. Pasalnya, uang kertas yang disimpan dalam lemari kayu bakal mudah digerogoti rayap kalau ia tidak dibungkus dengan kantong plastik. 

  1. Menyimpan dengan jangka waktu yang wajar

Ini penting disimak: saat Anda memutuskan untuk menyimpan uang kertas, Anda harus memikirkan jangka waktu penyimpanannya. Dalam hal ini, jangan sampai Anda lupa bahwa Anda sudah menyimpan uang kertas. Pasalnya, walau sudah aman dibungkus dengan kantong plastik dan terhindar dari rayap, uang kertas punya jangka waktu tersendiri karena uang ini setelah beberapa tahun bakal lebih rapuh. 

  1. Sebaiknya simpan uang di bank

Langkah untuk menyimpan uang kertas di bank menjadi salah satu cara yang aman untuk dilakukan. Ketimbang Anda repot-repot menyimpan uang kertas dalam kantong plastik atau cara lainnya, sebaiknya Anda memilih bank untuk penyimpanan uang kertas Anda, terlebih lagi jika jumlahnya banyak. 

Demikianlah ulasan mengenai tukar uang yang rusak beserta syarat dan langkah-langkahnya. Baik itu karena sobek maupun dimakan rayap, penukaran uang memang jamak dilakukan oleh masyarakat. Namun, agar Anda lebih aman, tentu saja lebih disarankan untuk menyimpan uang di bank saja.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU