25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

TUNAIKITA MUNGKINKAN PINJAMAN FLEKSIBEL UNTUK TINGKATKAN AKSESBILITAS

duniafintech.com – Sebagian masyarakat merasa dibatasi saat ingin meminjam dana dari berbagai institusi keuangan. Ini menjadi salah satu kendala bagi calon peminjam. TunaiKita menawarkan solusinya.

Solusi yang dimaksud adalah pinjaman fleksibel. TunaiKita mengklaim proses peminjaman uang dan angsuran melalui mereka relatif mudah. Proses pencairan pinjamannya pun cepat, hanya dalam 24 jam! Dengan kata lain, TunaiKita hadir untuk meningkatkan risk-pricing dan aksesibilitas pinjaman sambil mengurangi rasio kredit macet.

TunaiKita berada di bawah naungan PT Digital Tunai Kita (DTK) yang didirikan pada Januari 2017. DTK adalah perusahaan patungan antara WeCash Southeast Asia, JAS Kapital, dan Kresna Usaha Kreatif. DTK merupakan perusahaan teknologi yang menggunakan prinsip-prinsip finansial, teknologi mobile, big data, dan machine learning untuk mengevaluasi kredit serta menyetujui pinjaman dengan dengan lebih cepat berkualitas. DTK beroperasi di Indonesia di bawah kerangka perundang-undangan POJK/77 tentang peer-to-peer lending (P2P lending).

Baca juga: duniafintech.com/syarq-tawarkan-beli-barang-dengan-cicil-sesuai-syariah

DTK mengkolaborasikan platform teknologi terbaik dari WeCash dan pengalaman teruji di sektor finansial oleh JAS Kapital dan Kresna. Dengan demikian, DTK bertujuan untuk mempeluas inklusi finansial dan memperbaiki kehidupan konsumen Indonesia melalui kredit yang baik dan berkualitas. DTK bekerja sama dengan bank dan perusahaan multifinance untuk mempermudah akses bagi konsumen mendapatkan kredit tanpa agunan dan pembiayaan pembeliaan barang serta menurunkan kredit macet hingga 70%.

DTK didirikan oleh James Chan dan Andry Huzain. TunaiKita adalah perusahaan Indonesia pertama yang membangun “lending robot” bagi penyandang dana (funding sources) untuk mengevaluasi kelayakan kredit konsumen, mencegah fraud, dan menyetujui pengajuan pinjaman. “Lending robot” dapat memastikan bahwa nama di rekening bank sesuai dengan nama pengguna di KTP dan NPWP.

Mendaftarkan akun di TunaiKita tidak butuh waktu lama. Pengguna hanya perlu menyiapkan nomor HP yang akan dikonfirmasi melalui SMS OTP.  Setelahnya, pengguna hanya perlu memasukkan PIN 6 digit untuk mengamankan akun serta memvalidasi transaksi.

Baca juga: duniafintech.com/hadapi-persaingan-p2p-lending-ini-strategi-pinjam/

Untuk bisa mengajukan pinjaman di TunaiKita, pengguna pertama kali harus meng-install aplikasi TunaiKita di ponsel Android dari Google Play Store. Setelah ter-install, pengguna harus mendaftarkan akun TunaiKita miliknya dan melengkapi profilnya untuk mendapatkan skor kredit. Lalu, pengguna bisa memilih nominal serta tenor pinjaman serta mulai mengajukan pinjaman. Saat ini, TunaiKita juga sedang mengembangkan versi iOS dan berharap untuk bisa meluncurkannya di dalam beberapa bulan ke depan.

Skor kredit pengguna akan menentukan limit kredit awal. Pengguna bisa mengajukan pinjaman mulai dari Rp 4 juta sampai dengan Rp  20 juta untuk TK Premier+ yang bisa dibayarkan dalam waktu tiga sampai enam bulan.

Baca juga: duniafintech.com/tingkatkan-keamanan-berinvestasi-koinworks-kerjasama-dengan-pefindo/

Untuk TK Fast+ (pinjaman jangka pendek), pengguna bisa mengajukan pinjaman mulai dari Rp 1 juta sampai dengan Rp 5 juta dengan pilihan tenor pinjaman yang fleksibel mulai dari 10 sampai dengan 30 hari.

Sesuai POJK/77, peminjam adalah Warga Negara Indonesia berusia 21 sampai dengan 55 tahun. Pengguna  harus memiliki KTP dan NPWP yang masih berlaku serta memiliki rekening bank yang terdaftar atas nama sendiri. Saat ini, TunaiKita hanya melayani pengajuan pinjaman dari pengguna yang tinggal di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Kudus, Yogyakarta, Surakarta, Magelang, Denpasar, Malang, Kediri, Jember, Gresik, Banyuwangi, Medan, Batam, Pekanbaru, Palembang, dan Padang. Selain itu, peminjaman melalui TunaiKita dapat dilakukan melalui tujuh bank, yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Danamon, Bank Permata, dan Bank Mega.

Source: tunaikita.com

Written by: Sebastian Atmodjo

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE