24.5 C
Jakarta
Sabtu, 13 Agustus, 2022

UTS Insearch Dorong Pengembangan Startup

duniafintech.com – JAKARTA, 22 November 2018 – Steven Tjan, Managing Director dari Boga Group Jawa Timur bekerja sama dengan UTS Insearch membangun pengetahuan dan memberikan pengalaman sehingga dapat mengkapitalisasikan peluang di era Industri 4.0 dan industri digital.

UTS Insearch merupakan jalur perkuliahan untuk Universitas Teknologi Sydney dalam memberikan sesi workshop kepada para pelajar SMA Indonesia untuk membangun pengetahuan terkait hal tersebut.

Dengan banyaknya perusahaan startup dan usaha berorientasi teknologi yang berkembang pesat, bahkan organisasi besar mengalami transformasi digital dengan ambisius, banyak yang secara aktif mencari kerja sama dengan perusahaan startup digital yang menjanjikan. Hal ini seiring dengan pernyataan Presiden Joko Widodo akan harapannya di Indonesia untuk bisa menghasilkan lebih banyak unicorn, mengikuti ke empat perusahaan rintisan yang bernilai lebih dari US$ 1 miliar – Tokopedia, Go-Jek, Traveloka dan Bukalapak.

Berkaitan dengan hal ini, Steven Tjan berharap para wirausahawan muda dapat menjadi sukses. Ia memberikan semangat kepada mereka agar terbuka terhadap pengetahuan, pengalaman, dan fokus pada tujuan hidup mereka.

“Untuk menjadi wirausahawan yang berhasil, anda harus memiliki minat tentang apa yang sedang kerjakan,” ujar Steven. “Saya selalu ingin menjadi pengusaha – itu sudah ada dalam diri saya – saya senang menciptakan hal baru dan memecahkan sebuah persoalan.”

Steven menekankan pentingnya pendidikan dan pengalaman dalam mendorong seseorang untuk fokus. “Pendidikan universitas yang saya dapat sangat penting dalam membantu apa yang saya kerjakan. Pendidikan dan pengalaman di luar negeri sangat berharga – mengajarkan cara-cara baru, pendidikan yang berkualitas dan membangun ketekunan.”

“Cari kesempatan untuk terus belajar dan imbangi dengan pengalaman profesional sebelum kalian memulai sebuah bisnis,” tambahnya. “Tantangan terbesar untuk sebuah startup adalah menghasilkan profit; tetapi untuk tetap dapat bertahan, setiap pengusaha harus menghasilkan profit yang berkelanjutan.”

“Bagi anak muda yang ingin menjadi pengusaha, saya rekomendasikan untuk menyelesaikan S1, lalu bekerja untuk orang lain untuk mendapatkan pengalaman.”

“Rumus untuk sukses adalah berpendidikan S1, memiliki pengalaman profesional selama 1 atau 2 tahun, selesaikan S2, maka seseorang akan lebih siap dalam menjalani startup. Memulai adalah hal yang mudah, namun butuh waktu yang lama untuk bisa bertahan di kedepannya” tutur Steven.

Sebagai seorang alumni dari UTS Business School, Steven menyelesaikan S1 dalam jurusan bisnis (Keuangan dan Teknologi Informatika) dan bekerja di Australia sebelum ia kembali ke Indonesia.Dia terus menggali pengalamannya dan sekarang, ia telah menjadi Managing Director dari Boga Group Jawa Timur, dengan portofolio yang besar di bidang retail makanan, minuman dan kafe.

“Saya harap semua orang mengerti bahwa siapapun bisa menjadi pengusaha bahkan ketika sedang bekerja dalam sebuah perusahaan atau bekerja dengan orang lain, sebagai intrapreneur. Semua orang dapat bermimpi untuk menjadi salah satu dari antara startup yang sukses, seperti Gojek, Traveloka atau Halodoc. Kenyataannya, setiap orang harus membangun pengetahuan mereka dan mendapatkan pengalaman yang kuat di sepanjang perjalanan mereka.”

Edukasi merupakan langkah awal menuju kesuksesan. “Bisnis adalah area yang dinamis untuk dipelajari karena dapat memperluas bidang karir setiap orang; baik bekerja dalam perusahaan besar, atau menjadi bagian dari perusahaan startup yang inovatif, atau menjadi wirausaha” kata Stefani Sugiarto, Manajer Mitra Regional untuk UTS Insearch.

“S1 dalam jurusan bisnis di Universitas Teknologi Sydney adalah salah satu program sarjana yang paling banyak dikenal. Program ini menawarkan beragam jurusan, sub-jurusan dan pilihan sehingga siswa dapat menyesuaikan studi mereka dengan minat dan ambisi mereka, ” kata Stefani.

Mulailah dengan Diploma Bisnis

UTS Insearch, sebagai jalur perkuliahan menuju UTS, telah memiliki minat yang kuat dari mahasiswa Indonesia yang ingin belajar bisnis, dan sekarang mengajar Diploma Bisnis di Sydney dan dalam kemitraan dengan UniSadhuGuna International College (UIC College) di Jakarta.

“Program UTS Insearch sangat unik, kami bekerja untuk menanamkan pola pikir tertentu pada siswa kami – mengembangkan keterampilan yang kuat dalam berpikir kritis, memecahkan masalah dan berinovasi. Setelah siswa mengembangkan dasar dalam pemikiran lateral dan bidang pengetahuan utama, mereka akan lebih siap untuk berhasil di UTS dan seterusnya,” kata Stefani.

“Kami dapat memberikan kesempatan untuk mahasiswa merasakan suasana komunitas bisnis yang ada di Sydney sebelum mereka melanjutkan ke universitas. Di bawah UTS Insearch Leadership Program, para mahasiswa dapat belajar tentang budaya kerja di Australia dan lingkungan international, skill dalam membangun karir dan bersaing dalam mendapatkan pengalaman kerja magang di Sydney untuk memulai pengalaman mereka” ujar Stefani.

“Siswa UTS Insearch juga dipersilahkan untuk bergabung di berbagai acara publik dan kegiatan UTS Startup untuk mendukung pengembangan awal keterampilan kewirausahaan.”

Universitas terletak di pusat startup Australia

UTS memanfaatkan tren global yang berkembang untuk membina wirausahawan dan startup dengan meluncurkan inisiatif baru bagi siswa yang mengembangkan keterampilan kewirausahaan.

Kemitraan baru telah diresmikan dengan komunitas Sydney Fishburners, yang menghubungkan lebih dari 450 startup, dipimpin oleh CEO Pandora Shelley, yang juga seorang lulusan program Sarjana Bisnis UTS. The Fishburners partnership menghubungkan mahasiswa UTS dengan startupyang telah mapan sehingga para mahasiswa dapat belajar, berkolaborasi dan mempraktekkan keterampilan mereka dalam lingkungan kehidupan nyata, menjembatani kesenjangan antara mempelajari kewirausahaan dan mengembangkan startup.

Austrialia dikenal sebagai dengan kualitas program bisnisnya. Sebagai salah satu universitas nomor satu di Australia yang berumur dibawah 50 tahun, UTS berada di peringkat pertama dan juga secara global di urutan ke 10 menurut QS Top Under 50 2016-219. Dalam bidang Akuntansi & Keuangan, dan Bisnis, UTS menempati peringkat Top 100 untuk QS World University Ranking Tingkatan 2019. UTS Business School juga merupakan beberapa sekolah bisnis terpilih di dunia yang diakreditasi oleh Asosiasi untuk Advance Collegiate Schools of Business (AACSB ). Akreditasi AACSB mewakili standar prestasi tertinggi untuk sekolah bisnis di seluruh dunia, yang berarti lulusan memiliki kualifikasi yang diakui dan dihormati secara internasional.

Press Release

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Fintech Indonesia: Daftar Pinjol 24 Jam Langsung Cair

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia hari ini akan membahas tentang daftar pinjaman online 24 jam langsung cair yang bisa kamu coba. Penting diketahui bahwa...

Menteri Bahlil: Siap-Siap Untuk Kenaikan Harga BBM Subsidi

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah memberikan sinyal akan terjadi kenaikan harga BBM subsidi, lantaran harga minyak dunia sudah melampaui harga minyak di APBN sekitar US$63...

Makin Populer, Ini Dampak Positif Metaverse dalam Kehidupan

JAKARTA, duniafintech.com - Dampak positif Metaverse dalam kehidupan sehari-hari cukup beragam. Teknologi ini bisa mendukung aktivitas manusia.  Saat ini dunia digital atau metaverse ini tengah...

Seberapa Penting Asuransi Persalinan? Cari Tahu Yuk di Sini!

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi persalinan atau asuransi melahirkan punya banyak manfaat sehingga tentunya sangat penting untuk dimiliki. Asuransi ini adalah jenis asuransi yang memberikan manfaat...

Cara Top Up OVO lewat Panin Bank, Pasti Praktis dan Aman!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Panin Bank berikut ini tentunya penting diketahui oleh para pengguna kedua layanan keuangan ini. Kemajuan teknologi seperti...
LANGUAGE