25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

VENEZUELA LUNCURKAN ‘PETRO’ MATA UANG DIGITAL UNTUK ATASI SANKSI FINANSIAL AMERIKA SERIKAT

duniafintech.com –  Langkah besar di bidang cryptocurrency kembali diambil oleh salah satu negara di Amerika Selatan. Presiden Venezuela Nicolas Maduro memilih menggunakan mata uang digital untuk menghindari sanksi finansial yang dipimpin Amerika Serikat. Venezuela mengumumkan pada hari Minggu peluncuran ‘petro’ yang didukung oleh cadangan minyak untuk menopang ekonomi mereka yang sedang goyah.

Sang pemimpin sayap kiri menawarkan beberapa hal spesifik tentang peluncuran mata uang dan bagaimana keadaan anggota OPEC lain yang sedang melakukan langkah serupa. Ia menyebut mata uang virtual adalah langkah baru di abad ke-21 ini.

Mata uang digital Venezuela ini akan dibacking oleh minyak, gas, emas dan persediaan berlian, begitu menurut Presiden Maduro dalam acara TV rutinnya di hari Senin lalu.

Petro disebut akan membantu Venezuela maju dalam hal kedauatan moneter dan melakukan transaksi guna mengatasi masalah blokade keuangan yang menimpa mereka.

Namun, tampaknya pemimpin oposisi tak punya pemikiran sejalan. Mereka mengatakan untuk membuat mata uang virtual sendiri, dibutuhkan persetujuan kongres. Beberapa pihak malah meragukan apakah mata uang virtual itu bisa menjadi cahaya di tengah kekacauan ekonomi di Venezuela. Semenjak mata uang konvensional Venezuela, bolivar harganya terjun bebas, negara ini mengalami kesulitan pangan dan obat-obatan yang cukup serius.

Yang paling disoroti dari pengumuman ini adalah bagaimana sanksi yang diberlakukan oleh Presiden Trump tahun ini telah membuat Venezuela kehilangan kemampuan memindahkan dana melalui bank-bank dunia.

Washington telah mengenakan sanksi terhadap pejabat Venezuela, eksekutif PDVSA dan penerbitan utang negara tersebut.

Beberapa sumber menyebut bahwa departemen terkait sedang melakukan penelitian transaksi yang terkait dengan Venezuela yang membuat beberapa pembayaran dan obligasi menjadi terlambat.

Maduro tampaknya berusaha menjauhi dolar Amerika Serikat seiring dengan kenaikan yang spektakuler dari Bitcoin yang merupakan tanda-tanda bahwa mata uang digital kian menarik minat investor besar yang bergerak di jalur utama bisnis dunia.

Pengumuman tersebut sebenarnya agak membingungkan beberapa pengikut kripto yang biasanya tidak didukung oleh pemerintah atau bank sentral. Ironisnya, kontrol mata uang Venezuela dalam beberapa tahun terakhir telah memacu tren bitcoin di antara orang-orang Venezuela yang melek teknologi yang ingin melewati kontrol untuk mendapatkan dolar atau melakukan pembelian di internet.

Source:fortune.com

Written by: Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...

Berita Ekonomi Hari Ini: Mulai Juni, RI Setop Ekspor Timah dan Tembaga

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini mengulas terkait larangan ekspor timah dan konsentrat tembaga dan mineral lainnya. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dipastikan bahwa...
LANGUAGE