26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Warga Korea Selatan Investasikan rata-rata $ 6.000 dalam Cryptocurrency

duniafintech.com – Baru-baru ini dikabarkan bahwa kini jumlah warga Korea Selatan lebih banyak membeli mata uang kripto daripada sebelumnya dan dengan jumlah uang lebih besar, dilansir dari jaringan berita harian lokal Arirang Daily News 20 April.

Merujuk hasil survei Desember 2018 dari organisasi nirlaba Korea Financial Investors Protection Foundation, Arirang mengungkapkan 7,4% dari 2.500 orang dewasa yang disurvei mengatakan mereka telah membeli cryptocurrency.

Baca juga

Angka itu naik 1% dari tahun sebelumnya, meskipun industri menghadapi rintangan secara lokal dalam bentuk pergeseran peraturan dan berbagai peretasan pertukaran.

Tidak hanya jumlah pembeli yang meningkat, mereka yang sudah memiliki crypto, juga membeli lebih banyak crypto daripada sebelumnya.

Dibandingkan dengan 2017, investasi rata-rata warga Korea Selatan per orang melonjak 64% menjadi lebih dari $ 6.000, menurut Arirang. Menurut survei, pembeli kebanyakan investor berusia 50-an, diikuti oleh yang berusia 30-40 tahun.

Baca juga

Kabar lain terkait crypto, datang dari Venezuela. Kampanye amal dilakukan untuk negara itu dalam bentuk aset  crypto karena krisis moneter yang berkepanjangan.  Kampanye amal itu memungkinkan transfer langsung dengan tujuan sumbangan crypto ke Venezuela, dimana telah terdaftar sekitar 60.000 penerima terverifikasi dan mengumpulkan sekitar $ 272.000 hingga saat ini. Berita itu diungkapkan dalam sebuah wawancara dengan pemimpin kampanye, Steve Hanke, dengan National Public Radio pada 21 April.

Profesor Hanke, seorang profesor ekonomi terapan di Universitas Johns Hopkins yang dilaporkan menjabat sebagai penasihat ekonomi untuk mantan presiden Venezuela Rafael Caldera antara tahun 1995 dan 1996, menguraikan bahwa kampanye, dijuluki “Airdrop Venezuela,” menggunakan blockchain yang ada dan infrastruktur e-wallet yang terhubung dengan bank dari startup AirTM yang berbasis di Meksiko. Bersamaan dengan token crypto berdenominasi dolar Amerika Serikat asli, AirUSD, layanan e-wallet juga mendukung sembilan cryptocurrency lebih lanjut, menurut siaran pers tahun 2018.

Profesor Hanke mengatakan kepada NPR bahwa kampanye tersebut bertujuan untuk memiliki 100.000 Venezuela, dan melakukan verifikasi terdaftar bagi orang yang memenuhi syarat untuk menerima sumbangan.

Baca juga

picture:  pixabay.com

-Sintha Rosse-

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Penarikan Uang di Indodax, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com - Setelah meraih untung dalam trading kripto, cara penarikan uang di Indodax tentunya sangat penting untuk diketahui.  Ini tentunya akan bermanfaat untuk menarik...

Alasan Token ASIX tak Lolos Izin, Bappebti Beberkan Hal Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Token ASIX milik pesohor tanah air, Anang Hermansyah tak lolos izin dari Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini lantas...

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...
LANGUAGE