JAKARTA, duniafintech.com – ZKSync adalah solusi skalabilitas Ethereum. Seperti diketahui, Ethereum adalah salah satu platform blockchain yang terkenal digunakan untuk menjalankan kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Namun, popularitasnya menyertai tantangan dalam bentuk masalah skalabilitas, yang merujuk pada kemampuan jaringan untuk menangani banyak transaksi atau aktivitas dengan efisien.
Ethereum mengalami masalah skalabilitas karena desain aslinya, yang dikenal sebagai “Ethereum 1.0”, memiliki keterbatasan dalam hal throughput (jumlah transaksi per detik) dan biaya transaksi yang tinggi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, protokol scaling bernama ZKSync menggunakan pendekatan Zero-Knowledge Rollup menjadi solusi. Pendekatan ini memungkinkan banyak transaksi dilakukan di lapisan off-chain, di luar jaringan Ethereum utama. Hanya ringkasan validitas transaksi yang diumumkan di jaringan utama.
Protokol skalabilitas blockchain ini adalah inovasi penting yang membantu meningkatkan efisiensi dan kinerja jaringan Ethereum. Untuk memahami lebih lanjut tentang ZKSync, termasuk sejarah, keunikan, pendiri, cara kerja, dan manfaatnya, mari kita eksplorasi informasi lebih lanjut dalam ulasan berikut.
Sekilas tentang ZKSync
ZKSync adalah solusi skalabilitas Layer-2 (L2) untuk Ethereum yang menggunakan teknologi Zero-Knowledge Rollup (ZK-rollup). Dengan teknologi ini, transaksi dapat terjadi lebih cepat dan lebih murah, sambil tetap menjaga keamanan jaringan Ethereum untuk pengguna.
Solusi scaling ini dirancang khusus untuk token Ether (ETH) dan ERC20. Solusi skalabilitas Ethereum ini menerapkan pendekatan Zero-Knowledge Rollup yang menggabungkan lapisan off-chain (lapisan pengumuman) dan lapisan on-chain (lapisan verifikasi) untuk meningkatkan kinerja jaringan Ethereum.
Baca juga: Hujan Cashback di INDODAX, Dapatkan Cashback USDT Rp200.000!
Dengan memindahkan sebagian besar aktivitas transaksi ke lapisan off-chain, protokol skalabilitas blockchain ini dapat meningkatkan throughput jaringan, memungkinkan pemrosesan lebih banyak transaksi dalam satu waktu. Selain itu, biaya transaksi menjadi lebih rendah karena pengguna tidak perlu membayar biaya gas tinggi seperti di jaringan Ethereum utama. Ini menjadikan platform lebih terjangkau dan dapat diakses oleh berbagai kalangan.
Penting untuk dicatat bahwa protokol skalabilitas blockchain ini dirancang agar dapat berintegrasi dengan aplikasi yang sudah ada di jaringan Ethereum. Solusi ini dapat diterapkan dalam berbagai kasus penggunaan, termasuk pasar Non-Fungible Token (NFT), pertukaran aset digital, dan game terdesentralisasi.
Sejarah Singkat ZKSync
Pengembangan protokol skalabilitas blockchain ini dimulai sebagai inisiatif untuk mengatasi masalah skalabilitas di jaringan Ethereum. Pada awalnya, Ethereum menghadapi kendala throughput dan biaya transaksi yang tinggi, mendorong tim pengembang dan perusahaan untuk mencari solusi yang dapat meningkatkan kinerja jaringan sambil tetap menjaga keamanan dan desentralisasi.
Solusi skalabilitas Ethereum ini adalah proyek yang dikelola oleh Matter Labs, dengan fokus pada menciptakan penggunaan kasus dunia nyata. Tim di balik proyek ini meyakini bahwa throughput transaksi bukan hanya tentang skalabilitas, tetapi juga tentang kesiapan jaringan blockchain dalam melayani banyak pengguna.
Versi pertama protokol skalabilitas blockchain ini dirilis pada mainnet Ethereum sekitar Juni 2020. Mereka menggunakan PLONK sebagai teknologi zero-knowledge untuk memvalidasi transaksi. Tim proyek ini mengumumkan rencananya untuk meluncurkan versi kedua ZKSync, 2.0, ke mainnet Ethereum, sambil merilis sejumlah pembaruan guna meningkatkan kinerja jaringan secara menyeluruh.
Para tokoh kunci di balik pengembangan solusi skalabilitas Ethereum ini meliputi Alex Gluchowski, salah satu pendiri Matter Labs dan pemimpin teknis proyek ZKSync, serta Denis Bogdanov, juga pendiri Matter Labs dan peneliti kriptografi.
Selain tokoh-tokoh penting tersebut, tim Matter Labs terdiri dari insinyur, peneliti, dan pengembang berbakat di berbagai bidang teknis, termasuk kriptografi, ilmu komputer, dan pengembangan blockchain.
Keunikan ZKSync
Solusi skalabilitas Ethereum ini memiliki keunikan tersendiri karena ia adalah salah satu protokol scaling yang mengadopsi pendekatan inovatif menggunakan konsep Zero-Knowledge Rollup untuk mengatasi masalah skalabilitas di jaringan Ethereum. Selain itu, protokol skalabilitas blockchain ini juga menawarkan berbagai fitur unik yang menarik minat pengguna, termasuk:
1. Account Abstraction Bawaan
ZKSync Era memiliki fitur account abstraction bawaan yang mengubah Externally-Owned Accounts (EOA) seperti pengguna MetaMask menjadi Contract Accounts (CA). Hal ini membuka berbagai kemungkinan, seperti penghapusan seed phrase, kemampuan menggabungkan beberapa transaksi secara bersamaan, dan pembayaran otomatis.
2. Privasi dan Kecepatan
ZK-rollup menjadi dasar teknologi protokol skalabilitas blockchain ini. Dalam hal ini, ZK-rollup menggabungkan jaringan yang melindungi privasi dengan pemrosesan transaksi yang cepat.
3. Keamanan
Lapisan dasar ZK-rollup layer 2 adalah Ethereum, sehingga zkSync mengandalkan Ethereum untuk keamanan terhadap peretasan dan serangan di seluruh jaringan.
4. Kompatibilitas
Salah satu nilai utama dari zkSync Era adalah kompatibilitasnya dengan EVM (Ethereum Virtual Machine). Melalui zkEVM, smart contracts berbasis ZK dapat kompatibel dengan EVM. Pengembang dapat dengan mudah membangun zkSync menggunakan bahasa pemrograman asli Ethereum, seperti Solidity.
Pendiri ZKSync
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Alex Gluchowski adalah salah satu pendiri Matter Labs, tim di belakang pengembangan protokol skalabilitas blockchain ini. Matter Labs merupakan salah satu perusahaan kripto pertama yang berhasil menciptakan prototipe ZK-rollup pada tahun 2019.
Sejak saat itu, perusahaan ini telah berhasil mendapatkan pendanaan sejumlah ratus juta dolar. Dalam perkembangannya, mereka baru-baru ini berhasil mendapatkan pendanaan Seri C senilai $200 juta, yang dipimpin oleh Blockchain Capital dan Dragonfly Capital. Dengan pendanaan ini, total investasi yang telah diterima oleh protokol skalabilitas blockchain ini mencapai angka $458 juta.
Baca juga: INDODAX Promo Cashback: Untuk Para Calon Trader Kripto Hebat
Cara Kerja ZKSync
Protokol skalabilitas blockchain ini menggunakan pendekatan Zero-Knowledge Rollup untuk memindahkan sebagian besar aktivitas transaksi ke lapisan off-chain yang lebih efisien, sambil menjaga keamanan dan integritas menggunakan Zero-Knowledge Proofs. Pendekatan ini menghasilkan peningkatan throughput, biaya yang lebih rendah, dan pengalaman pengguna yang lebih baik di jaringan Ethereum. Berikut adalah mekanisme atau cara kerjanya:
Rollup
Rollup bertanggung jawab atas eksekusi transaksi di luar Layer 1 dan mengirimkan data transaksi ke Layer 1 atau tempat di mana data tersebut divalidasi. Rollup mampu meminimalkan biaya gas dan meningkatkan throughput transaksi. Namun, untuk memvalidasi transaksi, setiap rollup menempatkan satu set smart contract di Layer 1 yang memproses deposit dan penarikan, kemudian memverifikasi proof. Ada dua jenis rollup yang digunakan di jaringan Ethereum: ZK rollup dan Optimistic rollup.
Protokol skalabilitas blockchain ini menggunakan ZK rollup, di mana dana disimpan di chain utama sementara pemrosesan dan penyimpanan transaksi dilakukan secara off-chain. Rollup ini mengimplementasikan validity proof yang dihitung secara on-chain untuk memastikan bahwa transaksi yang terjadi di rollup sudah diverifikasi.
ZK Rollup
ZK rollup menangani banyak transaksi dari chain Ethereum utama dan menciptakan SNARK (Succinct Non-interactive Argument of Knowledge), sebuah bukti kriptografis yang memungkinkan pengguna membuktikan bahwa mereka memiliki suatu data tanpa harus menunjukkan detailnya. Solusi ini mengirimkan bukti validitas ke mainnet Ethereum.
Smart contract ZK rollup menyimpan informasi dari seluruh transaksi di Layer 2. Informasi ini hanya dapat diubah dengan validity proof, yang berarti ZK rollup hanya membutuhkan bukti validitas ini sebagai pengganti jumlah data yang umumnya sangat besar. Validasi transaksi menggunakan SNARK jauh lebih efisien daripada memvalidasi setiap transaksi secara individual. Penyimpanan status secara off-chain juga lebih ekonomis daripada menyimpannya di Ethereum Virtual Machine (EVM). Hasilnya, skalabilitas dapat dioptimalkan hingga lebih dari 150 kali lipat dibandingkan dengan mainnet.
Keuntungan ZKSync
Sebagai protokol skalabilitas blockchain, protokol skalabilitas blockchain ini menawarkan sejumlah keuntungan penting kepada penggunanya. Salah satu keuntungan utamanya adalah biaya transaksi yang rendah untuk token ETH dan ERC20. Biaya gas fee di zkSync bahkan bisa menjadi 100 kali lebih murah daripada di Ethereum.
Biaya transfer di protokol skalabilitas blockchain ini hanya sebesar $0,02, biaya penarikan sekitar $1,59, biaya aktivasi sekitar $0,44, dan biaya minting NFT sekitar $0,05. Selain itu, proses transaksi di protokol skalabilitas blockchain ini jauh lebih cepat, yaitu sekitar 142 kali lebih cepat daripada Ethereum. Jumlah transaksi yang dapat diproses juga jauh lebih banyak, meningkat dari 14 transaksi per detik di Ethereum menjadi 2.000 transaksi per detik di zkSync. Salah satu keunggulan lainnya adalah kemampuan untuk mentransfer aset kripto secara instan dari zkSync ke Ethereum. Yang tak kalah pentingnya, keamanan protokol skalabilitas blockchain ini dijamin, setara dengan tingkat keamanan mainnet Ethereum.
Baca juga: Harga Bitcoin saat Ini Tembus Rp 543,9 Juta, Kembali di Zona Hijau!
Baca terus berita fintech Indonesia dan berita kripto terkini hanya di duniafintech.com







