26.2 C
Jakarta
Kamis, 25 Juli, 2024

250 Kantor Cabang Bank Mandiri Dirombak Jadi Digital, Bagaimana Nasib Karyawannya?

JAKARTA, duniafintech.com – Sebanyak 250 kantor cabang milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada tahun ini akan dirombak akan menjadi digital. Hal itu dilakukan seiring dengan rencana Bank Mandiri untuk menuju bank digital.

Menurut Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar, saat ini perseroan sedang mengembangkan layanan digital di seluruh kantor cabang. Maka dari itu, belakangan ini, manajemen banyak merekrut talenta-talenta di bidang teknologi informasi.

“Dulu dalam mengembangkan IT kami pakai vendor. Namun, karena ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi, sekarang jadinya inhouse (dikerjakan sendiri) agar bisa mengembangkan fitur digitalisasi,” katanya, dikutip dari Tempo.co, Jumat (15/4).

Diterangkannya, pengembangan teknologi secara internal ini dalam rangka merombak kantor cabang menjadi digital. Ia menyebut, nantinya, ada tiga jenis kantor cabang yang melayani nasabah, yaitu secara hybrid (antara online dan offline), digital box (murni digital), dan upgride.

Adapun layanan upgride ini layaknya yang dilakukan di kantor pusat Bank Mandiri dengan semua fasilitas memakai mesin, sementara teller dan lainnya berada di back office. Untuk menuju bank digital, imbuh Alexandra, perseroan pun pada tahun ini bakal merombak sebanyak 250 kantor cabang konvensional menjadi digital.

Ia menegaskan, tentunya hal itu bakal berdampak terhadap karyawan yang bekerja di kantor cabang tersebut.

“Layanan semua digital, lalu karyawan gimana? Kami ada strategic workforce program. Ada program khusus karena jumlahnya tidak sedikit, dalam jumlah besar. Jadi, nanti ada upskilling dan reskilling untuk karyawan yang kantor cabangnya terkena dampak digital,” paparnya.

Ditambahkan Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo, sebagai bank pelat merah, perseroan tidak ada program untuk pemutusah hubungan kerja (PHK). Karena itu, karyawan bakal diberdayakan di bagian lain.

“Jumlah yang terdampak sangat besar karena satu cabang kan banyak pegawainya. Namun, kami sebagai BUMN kan tidak ada PHK, jadi akan didorong pada bagian lain,” sebutnya.

Di lain sisi, untuk mengantisipasi dampak dari digitalisasi, perseroan kemungkinan bakal mengalami pertumbuhan zero untuk karyawan.

“Bukan berarti tidak akan menambah karyawan. Tetap dilakukan, untuk menambal kebutuhan yang pensiun,” tuturnya.

Mengacu pada laporan tahunan Bank Mandiri 2021, total kantor cabang dalam negeri perseroan sebanyak 2.602 kantor cabang, yang terdiri dari 137 kantor cabang dan 2.465 kantor cabang pembantu.

Sementara itu, jumlah karyawan Bank Mandiri pada tanggal 31 Desember 2021 sebanyak 37.840 orang. Di sisi lain, dari sisi kinerja, sepanjang tahun 2021 lalu, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp28,03 triliun.

Perolehan itu tumbuh 66,8 persen secara tahunan (yoy). Capaian itu pun membuat aset Bank Mandiri mencapai Rp1.726 triliun secara konsolidasi.

 

 

Penulis: Konributor/Boy Riza Utama

Admin: Panji A Syuhada

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU