33.5 C
Jakarta
Jumat, 7 Agustus, 2026

Harga Bitcoin Berpeluang Naik Lebih Tinggi, Namun Analis Masih Menunggu Konfirmasi Ini

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah berhasil keluar dari fase konsolidasi jangka pendek. Meski demikian, para analis menilai reli yang lebih besar belum dapat dipastikan sebelum BTC mampu menembus level resistance penting yang selama ini menjadi penghalang utama kenaikan harga.

Selain analisis teknikal, sejumlah indikator on-chain juga mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase menunggu. Struktur harga memang mulai membaik, tetapi minimnya aliran modal baru dan tekanan jual di pasar derivatif membuat investor masih berhati-hati sebelum mengonfirmasi dimulainya tren bullish baru.

Level US$66.000 Menjadi Kunci Breakout Bitcoin

harga bitcoin

Analis pasar Don menilai Bitcoin mulai membentuk struktur teknikal yang lebih positif pada grafik empat jam. Setelah mampu mempertahankan area support, BTC kini kembali menguji resistance penting yang menjadi penentu arah berikutnya.

Menurutnya, level US$66.000 merupakan batas yang harus ditembus agar reli Bitcoin memperoleh konfirmasi yang lebih kuat. Sebelum mencapai level tersebut, Bitcoin diperkirakan akan menghadapi resistance awal di sekitar US$63.964, kemudian resistance berikutnya di kisaran US$65.335.

Di sisi lain, area US$62.038 masih menjadi support utama yang perlu dipertahankan. Jika level ini bertahan, struktur higher low tetap terjaga sehingga peluang kenaikan masih terbuka.

Sebaliknya, apabila Bitcoin gagal menembus resistance dan justru kehilangan support tersebut, tekanan jual berpotensi kembali meningkat.

Reli Saat Ini Dinilai Belum Menjadi Bull Run

Tidak semua analis melihat kenaikan Bitcoin sebagai awal tren bullish baru.

Analis Niels menilai penguatan yang terjadi saat ini lebih tepat disebut sebagai relief rally, yaitu kenaikan sementara setelah tekanan jual mulai mereda. Menurutnya, Bitcoin masih harus membuktikan kekuatannya dengan menembus area US$66.000 hingga US$67.000.

Ia juga mengingatkan bahwa BTC masih diperdagangkan di bawah indikator EMA 200 dan SMA 200, yang umumnya digunakan untuk melihat arah tren jangka panjang. Selama harga belum mampu kembali ke atas kedua indikator tersebut, tren bullish jangka panjang dinilai belum sepenuhnya terbentuk.

Bahkan, dalam skenario yang lebih konservatif, Niels masih membuka kemungkinan Bitcoin mengalami satu kali koreksi besar sebelum akhirnya membentuk dasar tren naik berikutnya.

Data On-Chain Masih Menunjukkan Sikap Hati-Hati

Harga Bitcoin

Selain pergerakan harga, kondisi on-chain juga menjadi perhatian pelaku pasar.

Analis CryptoQuant, PelinayPA, mengungkapkan bahwa indikator Taker Buy Sell Ratio masih menunjukkan dominasi tipis dari tekanan jual di pasar futures Binance. Kondisi ini mengindikasikan bahwa setiap kenaikan harga masih berpotensi mendapat tekanan dari aksi jual trader.

Di sisi lain, indikator Stablecoin Supply Ratio (SSR) berada di level sekitar 11,58. Angka tersebut menunjukkan likuiditas stablecoin yang tersedia di pasar relatif belum cukup besar untuk mendorong reli Bitcoin yang lebih agresif.

Sementara itu, indikator Short Term Holder SOPR memperlihatkan investor jangka pendek masih berada di sekitar harga modal rata-rata mereka. Artinya, belum terlihat aksi ambil untung maupun aksi jual panik dalam jumlah besar, sehingga pasar masih cenderung menunggu arah berikutnya.

Apa yang Dibutuhkan Agar Harga Bitcoin Terus Naik?

Harga Bitcoin

Agar reli Bitcoin berlanjut, analis menilai pasar membutuhkan dua faktor utama.

Pertama, Bitcoin harus mampu menembus dan bertahan di atas resistance utama di sekitar US$66.000. Breakout yang berhasil dikonfirmasi akan meningkatkan kepercayaan investor bahwa tren naik mulai terbentuk.

Kedua, pasar memerlukan masuknya modal baru, baik melalui investor institusional maupun meningkatnya likuiditas stablecoin. Tanpa tambahan permintaan yang signifikan, kenaikan harga berpotensi tertahan meskipun struktur teknikal mulai membaik.

Dengan kata lain, kombinasi antara breakout teknikal dan arus modal baru menjadi syarat penting agar Bitcoin mampu melanjutkan reli ke level yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Bitcoin mulai menunjukkan sinyal positif setelah keluar dari fase konsolidasi jangka pendek. Namun, peluang kenaikan yang lebih besar masih bergantung pada kemampuan BTC menembus resistance penting di sekitar US$66.000.

Meski struktur teknikal mengalami perbaikan, sejumlah indikator on-chain menunjukkan bahwa pasar masih berhati-hati. Tekanan jual di pasar derivatif, terbatasnya likuiditas baru, serta belum kuatnya arus modal membuat reli Bitcoin belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Apabila resistance berhasil ditembus dan didukung peningkatan aktivitas beli, Bitcoin berpotensi melanjutkan tren penguatannya. Sebaliknya, jika gagal melewati level tersebut, BTC masih berisiko kembali bergerak dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU