25 C
Jakarta
Sabtu, 21 Mei, 2022

Alibaba Gelontorkan Dana US$ 2 Miliar untuk Beli Saham NetEase Inc.

duniafintech.com – Raksasa e-commerce Tiongkok, Alibaba Group Holding Ltd. besutan Jack Ma ini melebarkan sayap bisnisnya dengan mengakuisisi platform e-commerce Kaola dari perusahaan game Tiongkok NetEase Inc. yang tercatat dalam daftar bursa Nasdaq Amerika Serikat (AS) senilai US$ 2 Miliar atau sekitar Rp. 28,25 Triliun. Sebelumnya Alibaba juga berinvestasi senilai US$ 700 juta dalam platform layanan musiknya.

Melansir analis Bloomberg Intelligence Tiongkok, Vey Sern Ling dan Tiffany Tam mengatakan kesepakatan ini menjadikan Alibaba meraih pasar online China terbesar untuk merek asing. Kaola sendiri merupakan salah satu situs e-commerce China terbesar yang berfokus pada penjualan barang-barang impor. Hampir sama seperti Tmall Global milik Alibaba dan JD Worldwide-nya JD.com, perusahaan ini menjual produk impor di China yang meliputi pakaian, barang elektronik, dan aksesoris olahraga.

Baca Juga : Siap-siap Hadapi Fenomena Hari Tanpa Bayangan!

Alibaba dan kaola mengendalikan hampir 60% total transaksi pada platform berbasis di China, yang menjual merek asing selama kuartal 2 2019. Alibaba sendiri berniat mengimbangi persaingan bisnis ritel online di China, dengan membeli Kaola.

Mengutip dari CNBC, CEO dari Alibaba Group Daniel Zhang mengatakan bahwa pertumbuhan pasar e-commerce impor (lintas batas) China masih dapat terus berkembang. Daniel menyatakan bahwa perusahaan yakin tentang masa depan pasar e-commerce impor China. Oleh karena itu, dengan adanya Kaola bergabung akan lebih meningkatkan layanan impor dan pengalaman bagi konsumen masyarakat Tiongkok.

Tentang Kaola :

Kaola, diluncurkan oleh NetEase pada tahun 2015, secara agresif menargetkan pembeli di Cina, dengan menawarkan produk dari merek-merek seperti Gucci, Shisheido dan Burberry.

Kaola memiliki keunggulan dibandingkan pemain e-commerce yang lebih besar karena ia berspesialisasi dalam belanja lintas batas, menurut Ker Zheng, yang melacak sektor ritel online China di konsultan Azoya.

Baca Juga : Bitrexgo, Hadirkan Solusi Pendidikan Finansial Digital

Dengan menawarkan pilihan barang-barang populer yang relatif sempit, dapat meningkatkan pembelian dalam jumlah besar dari pemasok dan menawarkan harga rendah.

Alibaba berencana untuk membiarkan aplikasi Kaola terus beroperasi secara mandiri di bawah merek saat ini, sementara Tmall impor dan ekspor general manager Alvin Liu akan menjadi CEO baru Kaola.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Negara Paling Bangkrut di Dunia, Indonesia Termasuk? Cek ini Faktanya..

JAKARTA, duniafintech.com - Ini dia negara paling bangkrut di dunia. Ada beberapa negara yang bangkrut akibat utang dan mengalami krisis ekonomi yang menyengsarakan. Saat Indonesia...

Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, dan selanjutnya untuk menindaklanjuti hal ini,...

Miskin Sawah Ekspor Beras 19 Ton Arab Saudi, Anies: Ini Bersejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi. Ekspor 19 ton...

Viral Penolakan UAS, Ternyata Singapura Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Hubungan baik Indonesia dengan Singapura nampaknya perlu dijaga. Bukan sekadar kerukunan bertetangga namun juga ketergantungan finansial Indonesia yang cukup besar terhadap...

Mengenal Asuransi Pertanian hingga Jenis dan Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi pertanian pada dasarnya menjadi solusi bagi para petani dalam rangka melindungi hasil pertanian dari risiko yang tidak terduga. Mengacu pada Peraturan...
LANGUAGE