33.4 C
Jakarta
Jumat, 31 Juli, 2026

Prediksi Harga Bitcoin: Pemulihan BTC Tertahan Sikap Hawkish The Fed dan Ketegangan AS-Iran

Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak terbatas di sekitar level US$64.000 pada Kamis, 30 Juli 2026. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut memang sempat mengalami pemulihan dalam beberapa hari terakhir, tetapi momentum kenaikannya mulai kehilangan tenaga.

Tekanan terhadap Bitcoin datang dari dua faktor utama. Pertama, sikap kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih cenderung hawkish setelah keputusan terbaru Federal Reserve. Kedua, meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil risiko.

Meski demikian, Bitcoin masih mampu bertahan di atas sejumlah level support teknis penting. Kondisi ini membuat pasar masih memiliki peluang untuk melihat kelanjutan pemulihan apabila sentimen makroekonomi dan arus dana institusional kembali mendukung aset kripto.

Bitcoin Berusaha Mempertahankan Area US$64.000

cara beli bitcoin Rp10,000 4

Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan fase konsolidasi setelah mengalami pemulihan ringan. BTC berada di sekitar US$64.000 dan masih bertahan di atas area support teknis yang menjadi perhatian para trader.

Kondisi tersebut menjadi penting karena kemampuan Bitcoin untuk mempertahankan support dapat menentukan arah pergerakan harga berikutnya. Jika BTC mampu bertahan dan kembali menembus area resistance terdekat, peluang pemulihan lebih lanjut masih terbuka.

Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat dan harga kehilangan support utama, Bitcoin berpotensi kembali menghadapi tekanan bearish.

Dalam kondisi pasar seperti saat ini, investor cenderung menunggu katalis baru sebelum mengambil posisi agresif. Pergerakan harga Bitcoin juga masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dan sentimen global.

ETF Bitcoin Kembali Mencatat Arus Dana Masuk

Bitcoin ETF

Di tengah tekanan sentimen makroekonomi, terdapat perkembangan positif dari pasar ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.

Produk ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS mencatatkan arus dana masuk bersih sekitar US$32,11 juta pada Rabu. Aliran dana tersebut mengakhiri periode empat hari berturut-turut dengan arus keluar.

Masuknya kembali dana ke ETF Bitcoin menjadi sinyal bahwa minat investor institusional belum sepenuhnya hilang. Namun, nilai inflow yang relatif terbatas menunjukkan bahwa pelaku pasar masih mengambil sikap hati-hati.

Jika arus dana masuk ETF terus meningkat dalam beberapa hari atau pekan mendatang, kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis yang membantu Bitcoin memperkuat pemulihannya. Sebaliknya, kembalinya arus keluar dapat meningkatkan tekanan terhadap harga BTC.

Sikap Hawkish The Fed Membatasi Potensi Kenaikan Bitcoin

Salah satu hambatan terbesar bagi Bitcoin berasal dari kebijakan moneter Federal Reserve.

Sikap The Fed yang masih hawkish membuat investor kembali mempertimbangkan risiko bahwa kondisi suku bunga tinggi dapat bertahan lebih lama. Kebijakan moneter yang ketat biasanya memberikan tekanan terhadap aset berisiko karena investor memiliki alternatif investasi dengan imbal hasil yang relatif lebih menarik di pasar tradisional.

Bitcoin sebagai aset yang sensitif terhadap likuiditas global turut merasakan dampaknya. Ketika ekspektasi suku bunga tinggi meningkat, minat terhadap aset berisiko seperti cryptocurrency dapat ikut berkurang.

Situasi ini membuat pemulihan Bitcoin menjadi lebih sulit meskipun aset tersebut telah menunjukkan tanda-tanda penguatan dalam beberapa pekan terakhir.

Ketegangan AS-Iran Kembali Menekan Sentimen Pasar

Uptober Terancam, Serangan Rudal Iran Turut Hantam Harga Bitcoin?
 

Selain kebijakan The Fed, perkembangan geopolitik juga menjadi perhatian utama investor.

Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Situasi geopolitik yang memburuk berpotensi meningkatkan harga energi dan mendorong tekanan inflasi.

Kenaikan harga minyak dapat menjadi masalah bagi bank sentral karena berpotensi membuat inflasi lebih sulit dikendalikan. Jika tekanan inflasi meningkat, peluang pelonggaran kebijakan moneter dapat semakin kecil.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa investor masih berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin. Ketidakpastian geopolitik juga dapat memicu pergerakan volatilitas yang lebih tinggi di pasar kripto.

Support Teknis Menjadi Kunci Pergerakan BTC

Dari sisi teknikal, perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan support utama di sekitar level harga saat ini.

Selama BTC masih mampu bertahan di atas support tersebut, peluang untuk melanjutkan pemulihan tetap terbuka. Investor dapat melihat apakah harga mampu membentuk higher low dan kemudian menembus resistance penting sebagai konfirmasi bahwa momentum bullish mulai kembali.

Namun, apabila Bitcoin gagal mempertahankan support dan tekanan jual semakin kuat, risiko koreksi lebih dalam dapat meningkat.

Pergerakan harga juga perlu diperhatikan bersama dengan volume perdagangan dan arus dana ETF. Kombinasi antara penguatan harga dan peningkatan inflow institusional dapat menjadi sinyal yang lebih kuat dibandingkan kenaikan harga yang hanya didorong oleh aktivitas perdagangan jangka pendek.

Prospek Bitcoin Masih Bergantung pada Sentimen Makro

kondisi makro ekonomi indonesia

Bitcoin saat ini berada dalam situasi yang cukup kompleks. Di satu sisi, aset digital tersebut masih mendapatkan dukungan dari arus dana institusional yang mulai kembali masuk melalui ETF spot.

Di sisi lain, kebijakan The Fed yang hawkish dan ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran menjadi faktor yang membatasi ruang kenaikan.

Kondisi tersebut membuat prospek jangka pendek Bitcoin masih cenderung penuh ketidakpastian. Pasar akan terus mencermati perkembangan kebijakan moneter AS, inflasi, harga minyak, serta perkembangan konflik geopolitik.

Jika tekanan makro mulai mereda dan arus dana ETF kembali meningkat, Bitcoin berpeluang memperkuat pemulihannya. Namun, apabila sentimen risk-off semakin dominan, BTC dapat kembali menghadapi tekanan jual.

Kesimpulan

Harga Bitcoin masih berkonsolidasi di sekitar US$64.000 setelah mengalami pemulihan ringan. Meskipun BTC masih mampu bertahan di atas support teknis penting, momentum kenaikannya menghadapi sejumlah tantangan.

Sikap hawkish Federal Reserve dan meningkatnya ketegangan AS-Iran menjadi dua faktor utama yang membebani sentimen investor. Di sisi lain, kembalinya arus dana masuk ke ETF Bitcoin spot AS memberikan sedikit angin segar bagi pasar.

Dalam waktu dekat, kemampuan Bitcoin mempertahankan support utama serta perkembangan arus dana ETF akan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Investor juga perlu mencermati perkembangan inflasi, kebijakan suku bunga, harga minyak, dan situasi geopolitik karena seluruh faktor tersebut dapat memengaruhi arah pergerakan BTC.

Dengan demikian, pemulihan Bitcoin belum sepenuhnya kehilangan peluang, tetapi pasar masih membutuhkan katalis positif yang lebih kuat untuk mendorong BTC keluar dari fase konsolidasi saat ini.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU