25.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

AFPI: Era New Normal Pengaduan Pinjaman Online Kian Menurun

Duniafintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) melaporkan di era new normal pengaduan pinjaman online menurun tercatat dalam periode Januari 2020 hingga November 2020. Sampai saat ini, pengaduan yang dihimpun dalam layanan “Jendela AFPI” sebanyak 3.726 laporan untuk pengaduan terkait bunga, pelanggaran data pribadi, penagihan tidak beretika, restrukturisasi dan lainnya.

AFPI mencatatkan data dalam layanannya telah menghimpun pengaduan konsumen dari fintech pendanaan legal yang merupakan anggota AFPI sebanyak 58,4%. Selanjutnya fintech pendanaan ilegal sebanyak 41,6%.

Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah mengatakan adanya pengaduan pinjaman online menurun menunjukan efektivitas peranan AFPI dalam memberikan pengawasan kepada anggota. AFPI juga konsisten melakukan sosialisasi untuk meningkatkan literasi keuangan digital kepada masyarakat.

Baca Juga:

“AFPI sebagai asosiasi dari seluruh penyelenggara fintech pendanaan di Indonesia yang terdaftar dan berizin OJK, akan terus hadir untuk masyarakat dengan memberikan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan digital. Termasuk menerima dan menindaklanjuti pertanyaan dan pengaduan layanan fintech pendanaan, khususnya yang dijalankan oleh anggota kami,” ungkap Kuseryansyah.

Kuseryansyah menambahkan, pengaduan pinjaman online menurun tercatat sepanjang tahun 2020 pengaduan terbanyak sebesar 46% mengenai penagihan tidak beretika. Disusul dengan kategori pengaduan terkait restrukturisasi sebesar 22,52%, kemudian kategori lainnya sebesar 17,74% yang berisikan pertanyaan dan masukan dari masyarakat, kemudian kategori pengaduan kategori pelanggaran data pribadi sebesar 7,7% dan pengaduan kategori besaran bunga 5,23%.

Jumlah pengaduan kategori penagihan tidak beretika turun signifikan. Jika di awal tahun masih berkontribusi 6,76% dari total pengaduan, di November 2020 menjadi 1,85%. Penurunan terbesar pada Mei 2020 yang hanya berkontribusi 1,69% dari total pengaduan.
Selanjutnya, fintech lending ilegal sebanyak 41,6%. Data terkini, kata dia, menunjukkan jumlah pengaduan terkait fintech lending ilegal mengalami penurunan signifikan. Pada Maret 2019 mencapai 611 laporan dan berangsur menurun hingga pada November 2020 sebanyak 65 laporan.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Kesehatan Rawat Jalan, Inilah Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan rawat jalan adalah salah satu manfaat yang diberikan oleh asuransi asuransi kesehatan secara umum. Dalam hal ini, perusahaan asuransi akan...

Minimum Pembayaran Akulaku per Transaksi, Segini Besarannya

JAKARTA, duniafintech.com – Minimum pembayaran Akulaku atau minimum payment di Akulaku ini tentunya sangat penting diketahui oleh para penggunanya. Seperti diketahui, meski terbilang baru, tetapi...

Cara Top Up OVO lewat Maybank, dari ATM sampai SMS Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Maybank berikut ini menawarkan kemudahan bagi kamu yang ingin isi ulang saldo OVO dengan cepat. OVO sendiri...

Memahami Apa Itu DeFi dan Keuntungannya Dalam Dunia Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Penting sekali bagi seorang trader kripto untuk memahami apa itu DeFi. Saat ini, hampir semua layanan keuangan menggunakan sistem teknologi terpusat.  Artinya,...

Cara Bayar Tiket Kereta Api Via Bank Mandiri, Cepat & Mudah!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar tiket kereta api via Bank Mandiri berikut ini menjadi salah satu kemudahan yang harus ketahui sekarang juga. Bagi kamu yang...
LANGUAGE