25.5 C
Jakarta
Selasa, 29 September, 2020

AFTECH Ramu Strategi Fintech untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

DuniaFintech.com – AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia) menegaskan komitmen ekosistem fintech Tanah Air dalam menggerakkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal tersebut disampaikan oleh Niki Luhur selaku Ketua AFTECH.

Niki mengatakan, para startup fintech Indonesia telah menyediakan program inisiatif untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta berbagai perorangan untuk menghadapi dampak pandemi COVID-19.

“Fintech selalu siap mengambil peran dalam menghadirkan dampak positif untuk masyarakat, utamanya saat menghadapi pandemi COVID-19,”

Niki mengatakan bahwa sebanyak 52 startup fintech telah menyediakan lebih dari 50 inisiatif yang akan membantu melakukan pemulihan ekonomi negara. Beberapa diantaranya meliputi pembebasan biaya transaksi kepada pelaku UMKM, pengurangan suku bunga dan biaya administrasi untuk layanan pinjaman serta konsultasi dan penasihat gratis layanan keuangan.

Kerja sama antara ekosistem fintech dan pemerintah juga telah meningkat dari segi skala, dengan tujuan memperluas visi dan program yang dicanangkan pemerintah di masa pandemi. Beberapa realisasi yang telah terjadi hingga kini ialah penyaluran bantuan tunai melalui fintech sistem jasa pembayaran serta penyaluran dana prakerja.

Baca juga:

AFTECH Yakin Fintech Percepat Pemulihan Ekonomi Kesehatan

Meski berbagai inisifatif telah diterapkan, Niki tetap tidak mengabaikan kondisi industri fintech yang juga menjadi terdampak di masa pandemi.

Setidaknya terdapat berbagai tantangan yang dihadapi industri, mulai dari menurunnya jumlah pengguna dan penjualan untuk model bisnis tertentu, tantangan operasional serta produktivitas dan efisiensi yang cenderung menurun.

Di akhir Agustus lalu, AFTECH telah merilis hasil temuannya terkait industri fintech di masa pandemi. Dalam temuannya, dikatakan terjadi perlambatan bisnis yang dialami beberapa klaster penyelenggara fintech dengan model bisnisnya. Beberapa diantaranya meliputi volume transaksi yang berada di posisi kritis serta menurunnya jumlah pengguna.

Meski sejumlah fintech mencatatkan penurunan mitra UMKM, namun beberapa penyelenggara lainnya mencatatkan kenaikan. Ada pun klaster yang mengalami tren positif ialah pembayaran digital, remitansi, pinjaman, asuransi hingga electronic know your customer (e-KYC).

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ant Group Milik Jack Ma Naikkan Target IPO Jadi US$ 35 Miliar

DuniaFintech.com – Perusahaan afilisiasi Alibaba milik Jack Ma, Ant Group dikabarkan segera melantai di bursa efek (IPO) dan membidik dana segar US$35...

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...

Aplikasi Cicilan Tanpa Kartu Kredit ini Memudahkan Anda Dalam Bertransaksi Online, Ini Pilihannya

Duniafintech.com - Cicilan tanpa kartu kredit adalah salah satu produk Fintech yang popular saat ini. Hadirnya fintech dengan aplikasi kredit online yang...
LANGUAGE