25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

AFTECH Ramu Strategi Fintech untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

DuniaFintech.com – AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia) menegaskan komitmen ekosistem fintech Tanah Air dalam menggerakkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal tersebut disampaikan oleh Niki Luhur selaku Ketua AFTECH.

Niki mengatakan, para startup fintech Indonesia telah menyediakan program inisiatif untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta berbagai perorangan untuk menghadapi dampak pandemi COVID-19.

“Fintech selalu siap mengambil peran dalam menghadirkan dampak positif untuk masyarakat, utamanya saat menghadapi pandemi COVID-19,”

Niki mengatakan bahwa sebanyak 52 startup fintech telah menyediakan lebih dari 50 inisiatif yang akan membantu melakukan pemulihan ekonomi negara. Beberapa diantaranya meliputi pembebasan biaya transaksi kepada pelaku UMKM, pengurangan suku bunga dan biaya administrasi untuk layanan pinjaman serta konsultasi dan penasihat gratis layanan keuangan.

Kerja sama antara ekosistem fintech dan pemerintah juga telah meningkat dari segi skala, dengan tujuan memperluas visi dan program yang dicanangkan pemerintah di masa pandemi. Beberapa realisasi yang telah terjadi hingga kini ialah penyaluran bantuan tunai melalui fintech sistem jasa pembayaran serta penyaluran dana prakerja.

Baca juga:

AFTECH Yakin Fintech Percepat Pemulihan Ekonomi Kesehatan

Meski berbagai inisifatif telah diterapkan, Niki tetap tidak mengabaikan kondisi industri fintech yang juga menjadi terdampak di masa pandemi.

Setidaknya terdapat berbagai tantangan yang dihadapi industri, mulai dari menurunnya jumlah pengguna dan penjualan untuk model bisnis tertentu, tantangan operasional serta produktivitas dan efisiensi yang cenderung menurun.

Di akhir Agustus lalu, AFTECH telah merilis hasil temuannya terkait industri fintech di masa pandemi. Dalam temuannya, dikatakan terjadi perlambatan bisnis yang dialami beberapa klaster penyelenggara fintech dengan model bisnisnya. Beberapa diantaranya meliputi volume transaksi yang berada di posisi kritis serta menurunnya jumlah pengguna.

Meski sejumlah fintech mencatatkan penurunan mitra UMKM, namun beberapa penyelenggara lainnya mencatatkan kenaikan. Ada pun klaster yang mengalami tren positif ialah pembayaran digital, remitansi, pinjaman, asuransi hingga electronic know your customer (e-KYC).

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE