26.1 C
Jakarta
Rabu, 17 Juli, 2024

Alasan Banjirnya Minat Suntikan Modal ke Startup Fintech

DuniaFintech.com – Startup fintech Indonesia merebut popularitas di ruang publik lantaran dinilai menjadi pilihan utama di masa pandemi COVID-19. Tak hanya itu, para perintis badan usaha layanan teknologi keuangan dalam negeri juga mendapatkan hati para pemodal untuk mengalirkan pundi-pundi mereka.

Walau pun persaingan dalam industri fintech sangatlah ketat, namun berbagai penyelenggara layanan tetap saja diminati antar industri yang berbeda. Tak hanya itu, antar pelaku industri yang sama pun cenderung untuk memiliki minat satu sama lain, lantaran maraknya isu merger di antara mereka.

Beberapa contoh meningkatnya minat industri yang berbeda terhadap startup fintech bisa dilihat pada layanan niaga berbasis elektronik (e-commerce) yang kerap menghadirkan layanan keuangan berbasis teknologi pada platform milik mereka. Selain itu layanan transportasi elektronik seperti Gojek juga menjadi salah satu industri yang mengejar tanda-tangan layanan fintech di ekosistem fintech.

Laporan Google, Temasek dan Bain and Company dalam e-Conomy 2020 juga menyebut pendanaan untuk startup fintech di kawasan Asia Tenggara mengalami peningkatan pada 2019. Diprediksi nilainya mencapai USD 1,7 miliar. Peningkatan tersebut sudah tampak sejak 2017.

Baca juga:

Suntikan Modal Startup Fintech Indonesia

Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) juga menyebutkan hal yang sama. Sebanyak 25% dari 32 perusahaan rintisan meraih pendanaan per kuartal II/2020 berasal dari industri fintech.

Managing Partner Kejora Ventures Eri Reksoprodjo menilai startup sektor keuangan menjadi alternatif investasi yang menarik. Salah satunya jenis equity investment atau penanaman saham badan usaha.

Ada pun yang dimaksud ialah penanaman saham untuk perusahaan fintech lending yang merupakan investor asing. Hal ini merupakan indikator salah satu alternatif investasi yang menarik dibandingkan bentuk lainnya.

Eri menilai, alasan banyaknya peminat investasi terhadap startup fintech Indonesia ialah kesenjangan akses finansial. Banyaknya masyarakat yang tidak memiliki akses keuangan membuat peluang pasar fintech menyambutnya.

Menurutnya, strategi tepat untuk fintech meraih sukses adalah menerapkan strategi kolaborasi dan kemitraan. Dengan kata lain, bergabung kedalam ke ekosistem bisnis tersebut.

Adapun, ekosistem fintech memiliki peluang besar untuk terus bertumbuh pesat. Terlebih, sekitar separuh warga Asia Tenggara belum memiliki rekning bank, namun telah memahami literasi digital.

DuniaFintech/Fauzan

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU