24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Aliran Modal Asing Lirik Negara Berkembang, Salah Satunya Indonesia

duniafintech.com –¬†Aliran modal asing terus meningkat ke beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko. Ia menuturkan situasi perekonomian dunia yang melambat membuat negara-negara maju melonggarkan kebijakan moneternya. Hal ini membuat negara berstatus pasar potensial (emerging market) mendapat kesempatan permodalan.

Negara-negara yang dikenal sebagai motor perekonomian dunia, seperti Tiongkok, Jepang, Eropa, India dan Amerika Serikat kini tengah mengalam perlambatan. Pihak Bank Indonesia menaksir pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan tumbuh sebesar 0,1%, dari 3,2% di 2019 menjadi 3,3% di tahun selanjutnya.

Onny melanjutkan, indikator perlambatan ekonomi terlihat dari turunnya nilai serta volume perdagangan dunia. Hal ini juga tidak lepas dari tensi perang dagang AS-Tiongkok yang tak kunjung usai.

Baca juga:

Kebijakan Moneter Melunak, Aliran Modal Asing Deras

Kondisi perlambatan ekonomi membuat kebijakan moneter sedikit melunak. Yang terbaru, turunnya suku bunga acuan menjadi langkah utama para bank negara-negara berekenomi kuat.

The Federal Reserve, sebagai bank sentral yang menjadi standar rujukan dunia telah melakukan penurunan suku bunga acuan, dari 0,25% menjadi 1,75%. Namun Onny mengingatkan, lancarnya aliran modal asing ke negara-negara berkembang sangat bergantung pada ‘market mood‘ yang bersifat fluktuatif.

Ada pun indikator dari market mood modal asing meliputi iklim investasi suatu negara beserta timbal baliknya. Onny menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat hasil aset keuangan negara berbasis Rupiah di dalam negeri, sehingga likuiditas modal asing mampu bertahan di Tanah Air.

-Fauzan-

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE