25.5 C
Jakarta
Jumat, 4 Desember, 2020

Langkah Aman Menggunakan Whatsapp agar Terhindar dari Kejahatan Cyber

Duniafintech.com – Maraknya kasus kejahatan cyber  hingga aksi cyber bullying melalui akun sosial media menjadi isu yang perlu diperhatikan. Pasalnya dalam beberapa kasus kejahatan digital menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi korbannya dan bahkan dalam beberapa kasus cyber bullying menyebabkan kematian pada si korban.

WhatsApp sebagai aplikasi pesan instan yang bisa digunakan di platform Android. Pengguna aplikasi tersebut bisa menjadi target sasaran pelaku kejahatan cyber. Pelaku akan menggunakan trik untuk bisa merebut akun WhatsApp pengguna. Untuk bisa mencegah terjadinya pembajakan akun WhatsApp, ada beberapa hal yang bisa Anda perhatikan.

Pakar keamanan Pratama Persadha beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa pengguna perlu mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah. Fitur keamanan verifikasi dua langkah ini memiliki kemampuan melindungi akun penggunanya dari potensi penipuan dan kerusakan data. Fitur ini akan berguna saat pengguna masuk ke WhatsApp di perangkat lain.

Hanya ada satu metode untuk mengaktifkan fitur keamanan verifikasi dua langkah di WhatsApp. Caranya dinilai cepat dan sangat sederhana. Setelah masuk, aplikasi meminta pengguna untuk membuat kode PIN khusus agar terhindar dari kejahatan cyber.

Baca Juga:

Dalam kesempatan lain, Chairman and Co-Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Adri Sutedja mengatakan kesadaran akan keamanan siber di Indonesia tergolong rendah. Hal itu tercermin dari timpangnya anggaran penggunaan telekomunikasi dan layanan digital, dengan anggaran yang dikeluarkan untuk membangun keamanan siber oleh berbagai sektor industri.

Pencurian data dapat terjadi saat pengguna smartphone mengunduh aplikasi, khususnya aplikasi tidak resmi, dan memberikan akses terhadap informasi dalam perangkat. Dengan begitu pembuat aplikasi dapat mengintip informasi pribadi, data penting terkait pekerjaan, bahkan mengakses kamera perangkat.

Kebocoran data perangkat juga dapat terjadi melalui jaringan WiFi yang tidak terenkripsi optimal. Alhasil saat perangkat smartphone atau komputer terhubung ke internet dari WiFi, ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang bisa melihat data di penyimpanan perangkat, lokasi, dan sebagainya.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

KoinWorks Siap Dukung Ekonomi Digital untuk UMKM di 2021

DuniaFintech.com - Penyelenggara layanan keuangan digital, KoinWorks ​menyatakan akan mendukung pemanfaatan ekonomi digital pada industri UMKM Indonesia. Dalam Webinar bertajuk '#BangunResolusi Talks: Digitalisasi Keuangan...

Persiapkan Digital Hub untuk Indonesia, Telkomsigma Rilis Flou Cloud

Duniafintech.com - Perusahaan information communication & technology (ICT) solutions, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya Telkomsigma rilis Flou Cloud untuk mendukung pemerintah...

Facebook Membeli Startup Kustomer? Ternyata Ini Alasannya

DuniaFintech.com - Facebook membeli startup Kustomer? Kira-kira untuk apa ya? Startup Kustomer sendiri merupakan customer service startup. Startup ini mengintegrasikan layanan pelanggan online di...

Perusahaan Fintech STACS dan Bursa Malaysia Manfaatkan Blockchain untuk Pasar Obligasi

DuniaFintech.com - Perusahaan fintech STACS mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan ikatan blockchain proof-of-concept ("POC") dengan Bursa Efek Nasional Malaysia, Bursa Malaysia. Kerja sama ini dilakukan...

Pinjam Duit Cepat Hingga 100 Juta Tanpa Jaminan Kini Bisa Lewat Fintech

Duniafintech.com - Kini layanan keuangan berbasis online bernama financial technology (fintech), sudah mulai banyak bermunculan. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang membutuhkan layanan finansial...
LANGUAGE