26.2 C
Jakarta
Jumat, 4 Desember, 2020

Aset Kripto Baru Listing di Indodax, Apakah Akan Menarik Pasar Indonesia?

DuniaFintech.com – Sistem keuangan finansial terdesentralisasi atau decentralized finance/DeFi saat ini sedang digandrungi oleh pegiat blockchain di seluruh dunia. Satu lagi, aset kripto baru yang bergerak di DeFi masuk ke Indonesia. Ialah aset kripto Link Eye (LET). Aset kripto baru listing di Indodax pada bulan Oktober ini apakah akan menarik pasar Indonesia?

COO LET Hordi Vitalii mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang potensial di bidang cryptocurrency atau aset kripto. Menurutnya, Indonesia adalah negara dengan pasar cryptocurrency yang lebih berpotensial melebihi China.

“LET akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan pijakan di pasar dan akan secara proaktif melakukan aktivitas pemasaran di pasar. LET ingin mendapatkan perhatian yang lebih besar di masyarakat Indonesia dan berharap bisa membangun komunitas yang kuat di Indonesia,” kata vitalii, Senin (26 Oktober 2020).

Baca juga:

Vitalii mengatakan, aset kripto baru listing di Indodax ini menandai langkah pertamanya memasuki pasar Asia dan ekspansi global. Karena Indonesia yang potensial, LET juga meyakini reputasinya akan meningkat setelah masuk ke Indodax.

“Pencantuman LinkEye di Indodax pasti akan menjadi acara yang menarik dan dapat meningkatkan reputasi LinkEye di pasar global,” ungkap vitalii.

Vitalii menjelaskan, LET didirikan pada tahun 2017 dimana tim dari Link Eye dilatarbelakangi tim yang merupakan orang-orang yang kuat di bidang finansial dan blockchain. LinkEye telah berkomitmen untuk mengeksplorasi data kredit aset digital, dan diharapkan dapat memberi pengguna pinjaman aset digital terdesentralisasi.

LinkEye yang berfokus pada data kredit terdesentralisasi dimana layanan oracle-nya juga dapat memberikan data kredit yang akurat untuk produk DeFi, dan juga berkontribusi pada operasi keamanan produk DeFi.

“Melalui teknologi blockchain dan kontrak pintar, kami ingin menjamin kecerdasan, keamanan, dan kenyamanan aset on-chain pengguna serta menciptakan ekosistem DeFi yang kuat dan beragam,” jelas vitalii.

Sementara itu, CEO Indodax Oscar Darmawan saat dimintai keterangannya mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar potensial pengembangan blockchain dan aset kripto. Tidak heran jika banyak para developer kripto dari seluruh dunia masuk ke Indonesia.

“Indodax adalah jembatan para investor dari seluruh dunia, termasuk dari pengembang blockchain dan aset kripto dalam negeri untuk menyasar pasar Indonesia. Dan Indodax hadir ke masyarakat Indonesia sebagai platform bursa untuk trader yang menyukai mengambil keuntungan dari trading aset crypto” kata oscar.

Tidak sedikit aset kripto yang semakin populer, setelah mereka listing di Indodax.

“Karena Indodax memiliki 2,2 juta member dan banyak komunitas. Sehingga, aset kripto yang terdaftar mendapat akses market baru,” ungkap Oscar.

Oscar Darmawan mengatakan, Indodax menghadirkan berbagai jenis aset kripto yang dapat diperjualbelikan sebagai instrumen investasi. Selain bitcoin, juga ada token-token dalam negeri dan luar negeri yang juga bisa menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia.

“LET adalah token DeFi, dimana proyek DeFi sedang banyak digandrungi. Saya berharap LET bisa menjadi salah satu pilihan aset kripto untuk penggemar Defi di Indonesia market,” kata Oscar Darmawan.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

KoinWorks Siap Dukung Ekonomi Digital untuk UMKM di 2021

DuniaFintech.com - Penyelenggara layanan keuangan digital, KoinWorks ​menyatakan akan mendukung pemanfaatan ekonomi digital pada industri UMKM Indonesia. Dalam Webinar bertajuk '#BangunResolusi Talks: Digitalisasi Keuangan...

Persiapkan Digital Hub untuk Indonesia, Telkomsigma Rilis Flou Cloud

Duniafintech.com - Perusahaan information communication & technology (ICT) solutions, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya Telkomsigma rilis Flou Cloud untuk mendukung pemerintah...

Facebook Membeli Startup Kustomer? Ternyata Ini Alasannya

DuniaFintech.com - Facebook membeli startup Kustomer? Kira-kira untuk apa ya? Startup Kustomer sendiri merupakan customer service startup. Startup ini mengintegrasikan layanan pelanggan online di...

Perusahaan Fintech STACS dan Bursa Malaysia Manfaatkan Blockchain untuk Pasar Obligasi

DuniaFintech.com - Perusahaan fintech STACS mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan ikatan blockchain proof-of-concept ("POC") dengan Bursa Efek Nasional Malaysia, Bursa Malaysia. Kerja sama ini dilakukan...

Pinjam Duit Cepat Hingga 100 Juta Tanpa Jaminan Kini Bisa Lewat Fintech

Duniafintech.com - Kini layanan keuangan berbasis online bernama financial technology (fintech), sudah mulai banyak bermunculan. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang membutuhkan layanan finansial...
LANGUAGE