29.7 C
Jakarta
Kamis, 20 Agustus, 2026

Apa Itu Trading Futures? Pengertian, Cara Kerja, dan Risikonya

Bagi investor yang sudah mengenal aset kripto, istilah trading futures mungkin sudah tidak asing. Futures merupakan salah satu jenis perdagangan derivatif yang memungkinkan trader mengambil posisi berdasarkan perkiraan pergerakan harga suatu aset tanpa harus membeli aset tersebut secara langsung.

Berbeda dengan trading spot, trader futures dapat mengambil posisi long ketika memperkirakan harga akan naik maupun short ketika memperkirakan harga akan turun. Futures juga umumnya menawarkan fitur leverage yang memungkinkan trader mengendalikan posisi dengan modal awal yang lebih kecil.

Namun, leverage juga membuat risiko kerugian menjadi jauh lebih besar.

Lantas, apa itu trading futures, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja risikonya?

Apa Itu Trading Futures?

apa itu trading futures

Trading futures adalah aktivitas memperdagangkan kontrak berjangka yang nilainya mengikuti harga aset tertentu.

Dalam konteks kripto, aset yang menjadi acuan dapat berupa:

  • Bitcoin.
  • Ethereum.
  • Solana.
  • Aset kripto lainnya.

Trader tidak selalu membeli aset kripto secara langsung. Sebaliknya, trader membuka kontrak yang nilainya mengikuti pergerakan harga aset tersebut.

Karena itu, futures termasuk produk derivatif.

Perbedaan Trading Futures dan Spot

apa itu trading futures

Perbedaan paling mendasar terletak pada apa yang diperdagangkan.

Aspek Spot Futures
Aset Membeli/menjual aset Memperdagangkan kontrak
Long Ya Ya
Short Umumnya tidak secara langsung Ya
Leverage Biasanya tidak Umumnya tersedia
Risiko Relatif lebih sederhana Lebih kompleks
Potensi likuidasi Tidak seperti posisi leveraged futures Ada

Dalam trading spot, ketika membeli Bitcoin, trader benar-benar memiliki Bitcoin tersebut di dalam akun atau wallet sesuai mekanisme platform.

Sementara pada futures, trader mengambil posisi atas kontrak yang mengikuti pergerakan harga.

Bagaimana Cara Kerja Trading Futures?

apa itu trading futures

Secara sederhana, trader menentukan arah pergerakan harga.

Long

Trader membuka posisi long jika memperkirakan harga akan naik.

Contohnya:

  • Harga Bitcoin: $100.000.
  • Trader membuka posisi long.
  • Harga kemudian naik menjadi $105.000.

Jika posisi ditutup pada kondisi tersebut, trader berpotensi mendapatkan keuntungan, sebelum memperhitungkan biaya.

Short

Sebaliknya, trader membuka posisi short jika memperkirakan harga akan turun.

Misalnya:

  • Harga Bitcoin: $100.000.
  • Trader membuka posisi short.
  • Harga turun menjadi $95.000.

Trader berpotensi mendapatkan keuntungan dari penurunan tersebut.

Namun, jika arah pergerakan harga berlawanan dengan posisi, trader dapat mengalami kerugian.

Apa Itu Leverage dalam Futures?

apa itu trading futures

Leverage memungkinkan trader membuka posisi dengan nilai yang lebih besar dibandingkan modal yang disediakan sebagai margin.

Sebagai ilustrasi sederhana, apabila trader menggunakan leverage 10x, modal Rp1 juta dapat digunakan untuk mengendalikan posisi dengan nilai sekitar Rp10 juta, tergantung mekanisme platform dan persyaratan margin.

Perlu dipahami bahwa leverage tidak hanya memperbesar potensi keuntungan, tetapi juga memperbesar potensi kerugian.

Karena itu, leverage merupakan salah satu aspek paling penting yang harus dipahami sebelum melakukan trading futures.

Apa Itu Margin?

Margin adalah dana yang digunakan sebagai jaminan untuk membuka posisi futures.

Misalnya, trader ingin membuka posisi dengan nilai tertentu. Platform akan meminta sejumlah dana sebagai margin.

Jika posisi bergerak berlawanan secara signifikan, margin dapat berkurang.

Ketika kerugian mencapai batas tertentu, posisi dapat terkena likuidasi.

Apa Itu Likuidasi?

apa itu trading futures

Likuidasi terjadi ketika posisi futures ditutup secara otomatis karena margin yang tersedia tidak lagi cukup untuk mempertahankan posisi.

Ini merupakan salah satu perbedaan penting antara futures dan spot.

Pada spot, jika membeli Bitcoin tanpa leverage dan harga turun 50%, Bitcoin tersebut tetap berada di akun selama tidak dijual.

Pada futures dengan leverage, penurunan harga tertentu dapat menyebabkan posisi dilikuidasi bahkan sebelum aset turun 50%.

Semakin tinggi leverage, semakin besar sensitivitas posisi terhadap pergerakan harga.

Apa Itu Funding Rate?

Dalam perdagangan perpetual futures, terdapat mekanisme yang dikenal sebagai funding rate.

Funding rate merupakan pembayaran berkala antara trader yang memegang posisi long dan short.

Tujuannya membantu menjaga harga kontrak perpetual tetap dekat dengan harga aset acuan.

Jika funding rate positif, trader long biasanya membayar trader short.

Jika funding rate negatif, kondisi sebaliknya dapat terjadi.

Besarnya dan waktu pembayaran bergantung pada platform dan kontrak yang digunakan.

Apa Itu Futures Perpetual?

apa itu trading futures

Perpetual futures atau perpetual contract merupakan jenis kontrak futures yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa seperti kontrak berjangka tradisional.

Trader dapat mempertahankan posisi selama memenuhi persyaratan margin platform.

Karena tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, mekanisme seperti funding rate digunakan untuk membantu menjaga harga kontrak tetap dekat dengan harga aset acuan.

Perpetual futures sangat populer dalam perdagangan aset kripto.

Contoh Sederhana Trading Futures

Misalnya seorang trader memiliki modal Rp1 juta.

Trader kemudian membuka posisi long Bitcoin dengan leverage 5x.

Secara sederhana, posisi yang dikendalikan bernilai sekitar:

Rp1 juta × 5 = Rp5 juta

Jika harga Bitcoin bergerak naik 5%, nilai posisi secara sederhana berpotensi menghasilkan keuntungan sekitar Rp250.000 sebelum memperhitungkan biaya dan mekanisme kontrak.

Namun, jika harga bergerak turun 5%, kerugiannya juga sekitar Rp250.000 secara sederhana.

Dalam kondisi tertentu, pergerakan yang lebih besar dapat menyebabkan posisi mendekati atau mencapai likuidasi.

Contoh tersebut hanya ilustrasi. Perhitungan aktual dapat berbeda karena maintenance margin, biaya transaksi, funding rate, harga mark, dan aturan platform.

Kelebihan Trading Futures

apa itu trading futures

Futures memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya menarik bagi trader.

Bisa Mengambil Posisi Short

Trader dapat mencari peluang ketika harga turun.

Tersedia Leverage

Trader dapat membuka posisi dengan nilai lebih besar dibandingkan margin.

Bisa Digunakan untuk Hedging

Futures dapat digunakan untuk mengurangi risiko perubahan harga pada posisi tertentu.

Fleksibel

Trader dapat mengambil posisi berdasarkan perkiraan arah pasar.

Namun, kelebihan tersebut juga datang dengan risiko yang lebih tinggi.

Risiko Trading Futures

apa itu trading futures

Sebelum memahami apa itu trading futures, penting untuk memahami risikonya.

1. Risiko Likuidasi

Pergerakan harga yang berlawanan dapat menyebabkan posisi ditutup secara otomatis.

2. Leverage Memperbesar Kerugian

Semakin tinggi leverage, semakin sensitif posisi terhadap perubahan harga.

3. Volatilitas Tinggi

Harga kripto dapat bergerak sangat cepat dalam waktu singkat.

4. Biaya Trading

Trader dapat dikenakan biaya transaksi dan funding rate sesuai kontrak yang digunakan.

5. Risiko Psikologis

Leverage dapat membuat trader lebih mudah mengambil keputusan emosional karena nilai posisi jauh lebih besar daripada modal awal.

Apakah Trading Futures Cocok untuk Pemula?

Tidak selalu.

Futures memiliki mekanisme yang lebih kompleks dibandingkan spot.

Pemula sebaiknya memahami terlebih dahulu:

  • Cara kerja blockchain dan aset kripto.
  • Trading spot.
  • Manajemen risiko.
  • Stop-loss.
  • Margin.
  • Leverage.
  • Likuidasi.
  • Funding rate.

Jika belum memahami konsep-konsep tersebut, menggunakan leverage tinggi dapat meningkatkan risiko kehilangan modal dalam waktu singkat.

Tips Trading Futures untuk Pemula

apa itu trading futures

Jika ingin mempelajari futures, beberapa prinsip berikut dapat membantu:

  1. Pelajari mekanismenya terlebih dahulu.
  2. Mulai dengan leverage rendah jika memang sudah memahami produknya.
  3. Jangan menggunakan seluruh modal sebagai margin.
  4. Tentukan batas kerugian sebelum membuka posisi.
  5. Gunakan stop-loss sesuai strategi.
  6. Jangan mengejar kerugian (revenge trading).
  7. Hindari FOMO.
  8. Pahami funding rate dan biaya transaksi.
  9. Jangan menggunakan dana kebutuhan sehari-hari.
  10. Jangan menganggap futures sebagai cara cepat untuk kaya.

Futures Bisa Digunakan untuk Hedging

Futures tidak hanya digunakan untuk spekulasi.

Instrumen derivatif juga dapat digunakan sebagai sarana hedging atau perlindungan terhadap perubahan harga.

Sebagai contoh, seseorang yang memiliki eksposur terhadap Bitcoin dapat menggunakan posisi derivatif tertentu untuk mengurangi dampak jika harga Bitcoin mengalami penurunan.

Namun, strategi hedging memiliki mekanisme yang kompleks dan tetap memiliki risiko.

Apa Perbedaan Futures dan Margin Trading?

Keduanya sama-sama dapat melibatkan pinjaman atau leverage, tetapi mekanismenya berbeda.

Margin trading umumnya melibatkan perdagangan aset dengan dana pinjaman, sedangkan futures melibatkan kontrak derivatif yang mengikuti harga aset acuan.

Detail mekanisme dapat berbeda pada setiap platform.

Karena itu, trader perlu membaca spesifikasi produk sebelum membuka posisi.

Kesimpulan

Apa itu trading futures? Futures adalah perdagangan kontrak derivatif yang memungkinkan trader mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga aset tertentu, termasuk aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.

Berbeda dengan spot, futures memungkinkan trader mengambil posisi long maupun short dan umumnya menyediakan fitur leverage. Hal tersebut membuat futures menawarkan fleksibilitas lebih besar, tetapi sekaligus meningkatkan risiko.

Leverage dapat memperbesar potensi keuntungan, tetapi juga memperbesar kerugian. Bahkan, pergerakan harga yang relatif kecil dapat menyebabkan posisi terkena likuidasi apabila leverage yang digunakan terlalu tinggi.

Karena itu, sebelum melakukan trading futures, calon trader sebaiknya memahami margin, leverage, funding rate, likuidasi, biaya transaksi, serta manajemen risiko. Bagi pemula, mempelajari mekanisme trading spot terlebih dahulu dapat menjadi langkah yang lebih sederhana sebelum mempertimbangkan produk derivatif.

Trading futures bukan sekadar menebak harga akan naik atau turun. Dibutuhkan strategi, disiplin, dan pemahaman risiko yang matang agar penggunaan instrumen ini tidak justru menyebabkan kerugian besar.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU