27.1 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

Aplikasi Studi Facebook Akan Membayar Para Penggunanya

duniafintech.com – Menurut informasi yang beredar, raksasa sosial media Facebook bermaksud untuk membayar orang untuk memantau bagaimana mereka menjelajah menggunakan ponsel mereka menggunakan aplikasi Studi facebook baru mereka.

Aplikasi  Studi facebook ini akan merekam aplikasi yang telah diinstal pengguna pada ponsel mereka dan waktu yang dihabiskan mereka saat menggunakan aplikasi ini. Juga, Aplikasi Studi facebook ini akan melaporkan lokasi pengguna saat ini (negara), serta fitur spesifik yang mereka gunakan di antara banyak hal lainnya yang akan dipelajari oleh perusahaan.

Facebook mengatakan bahwa mereka tidak akan melihat konten spesifik seperti pesan, kata sandi, dan situs web yang dikunjungi para peserta. Peluncuran Aplijasi Studi terjadi beberapa bulan setelah aplikasi pelacakan pengguna, Facebook Research, ditutup secara kontroversial.

Baca juga: Facebook Membicarakan Crypto Mereka “GlobalCoin” dengan CFTC

Peluncuran Aplikasi Studi menunjukkan bahwa Facebook ingin menentukan bagaimana orang menggunakan ponsel mereka. Juga, Facebook mengklaim bahwa mereka telah belajar sesuatu dari kontroversi terakhir. Orang-orang ini hanya menargetkan pengguna Android yang berusia di atas 18 tahun.

Setiap pengguna dapat memberikan aplikasi ini akses telepon yang lebih dalam dan itu akan diluncurkan dengan serangkaian layar. Layar ini akan menjelaskan jenis data yang ingin dikumpulkan oleh aplikasi dan bagaimana itu akan digunakan. Usia akan diverifikasi menggunakan informasi dari akun Facebook peserta dan mereka juga harus memiliki akun PayPal untuk mendapatkan bayaran.

Facebook akan merujuk data pengguna dari sumber lain saat menganalisis data yang dikumpulkan dari aplikasi Studi. Namun, aplikasi tidak akan ditautkan ke akun apa pun atau digunakan untuk menargetkan iklan kepada para peserta.

Wawasan Aplikasi Studi Facebook

Masih belum jelas berapa angka yang akan dibayarkan oleh Facebook kepada orang-orang untuk menggunakan aplikasi Studi. Namun, sebuah postingan blog mengatakan bahwa semua peserta akan mendapatkan kompensasi, tanpa terkecuali.

Tetapi, tidak semua orang dapat mendaftar karena perusahaan akan menargetkan calon peserta melalui iklan. Siapa pun yang melihat iklan ini dapat mengkliknya untuk mendaftar. Menurut informasi tersebut, perusahaan akan meluncurkan Aplikasi Studi di AS dan India.

Postingan blog tersebut juga mengatakan”

“Kami percaya pekerjaan ini penting untuk membantu kami meningkatkan produk kami bagi orang-orang yang menggunakan Facebook.”

Baca juga: Blockchain Ripple Semakin Menggurita Dengan Merambah Ke Brasil

Koneksi ke GlobalCoin Facebook

Berdasarkan informasi yang telah banyak beredar, sumber “orang dalam” dari perusahaan telah mengkonfirmasi bahwa white book yang menjelaskan tentang dasar-dasar GlobalCoin, diharapkan akan dirilis pada tanggal 18 bulan ini.

Para analis berpikir bahwa Facebook pada awalnya akan dapat meluncurkan GlobalCoin di India di mana negara ini kini memiliki lebih dari 200 juta pengguna aplikasi perpesanan milik Facebook, WhatsApp.

Dengan demikian, mungkin bukanlah suatu kebetulan saat Facebook memilih untuk menargetkan India dan AS untuk proyek penelitian via aplikasi Studi mereka.

Baca

Image by edar from Pixabay

-Syofri Ardiyanto-

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi Indonesia Terdaftar BEI, Ini Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tentunya dapat menjadi pilihan untuk investasi. Di samping memiliki produknya, kamu pun...

Cara Bayar Kredivo Lewat Alfamart, Ini Panduan Mudahnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Kredivo lewat Alfamart sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Kredivo sendiri menjadi salah satu layanan kredit online...

Daftar Fintech Berizin OJK Jadi 102, Ini Rinciannya

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar fintech berizin kembali dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 April 2022 lalu. Dalam catatan OJK, total jumlah penyelenggara fintech...

Cara Investasi Emas untuk Pemula, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi emas untuk pemula, apakah susah? Tentu saja tidak. Bahkan, caranya gampang sekali. Seperti diketahui, emas memang bukan hanya populer sebagai...

Secara Analisis Teknikal, Penurunan Harga Bitcoin Saat Ini Masih Wajar

JAKARTA, duniafintech.com - Penurunan harga Bitcoin yang saat ini berada pada level sekitar Rp300 jutaan masih dalam batas wajar jika ditinjau dari analisis teknikal....
LANGUAGE