27.6 C
Jakarta
Jumat, 19 April, 2024

ATM Bank Terancam Punah, Bagaimana Transaksi Tunai ke Depannya?

JAKARTA, duniafitech.com – Keberadaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik bank atau dalam bahasa Inggris disebut Automatic Teller Machine, saat ini mulai tergerus dan terancam punah.

Hal itu terjadi tidak lain karena kebiasaan para nasabah bank dalam bertransaksi yang saat ini kian berubah. Menurut data terbaru Bank Indonesia (BI), masyarakat saat ini kian memilih transaksi online ketimbang mendatangi anjungan tunai mandiri (ATM).

Lantas, bagaimana transaksi tunai ke depannya? Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, perkembangan transaksi saat ini berkembang pesat sehingga perlahan mengubah gaya hidup masyarakat.

“[Terutama] dalam berbelanja daring, perluasan, dan kemudahan sistem pembayaran digital serta akselerasi digital banking,” ucapnya dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu, dikutip dari Suara.com, Jumat (3/5).

Baca juga: Sri Mulyani Benar, Pekerjaan Teller Bank Memang Kian Terancam Punah, Nih Buktinya

Mengacu pada data BI, transaksi uang elektronik tumbuh 66,65% secara tahunan pada awal tahun ini mencapai Rp34,6 triliun, sedangkan nilai transaksi bank digital diketahui naik 62,82% secara tahunan menjadi 4.314,3 triliun.

Namun, kendati mengalami peningkatan transaksi, transaksi melalui ATM, kartu debet, dan kartu kredit saat ini telah jauh tertinggal dari transaksi digital. Perry juga bilang, transaksi pembayaran memakai ATM hanya tumbuh 14,39% yoy menjadi Rp711,2 triliun.

Sementara itu, transaksi lewat QRIS terus meningkat, yang sejalan dengan akseptasi atau penerimaan masyarakat, baik secara nominal maupun volume, masing-masing 290% yoy dan 326% yoy.

“Bank Indonesia terus mendorong inovasi sistem pembayaran serta menjaga kelancaran dan keandalan sistem pembayaran,” jelasnya.

Baca juga: Ingin Jadi Nasabah BCA Prioritas? Ketahui Syarat dan Keuntungannya di Sini

Eksistensi ATM tertekan

Di lain sisi, Ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Kartika Wirjoatmodjo, menyebut bahwa eksistensi ATM di masa depan tertekan oleh meningkatnya transaksi digital.

“Tantangan bank sekarang adalah bagaimana mempensiunkan model lama, contohnya ATM. Bagaimana dengan masa depan ATM, apakah masih relevan? Akankah dihapus ketika tidak ada lagi transaksi transaksi tunai area publik?” katanya dalam “side event” G20 Indonesia bertajuk “Casual Talks on Digital Payment Innovation” belum lama ini.

Apalagi, sambungnya, dengan perkembangan yang sangat lekas ini, dirinya berharap agar bisnis acquiring perbankan (kerja dengan dengan pedagang dalam memproses data alat Pembayaran Menggunakan Kartu yang diterbitkan oleh pihak lain) kian diperhatikan.

Ia beralasan, hampir semua bank mempunyai bisnis acquiring dengan memakai POS (point of sales) dan EDC (electronic data capture). Namun, pertanyaannya, kata dia lagi, apakah hal tersebut tetap menjadi keunggulan kompetitif atau menjadi komoditas.

Baca juga: Cara Menjadi Nasabah Prioritas di Bank. Ini Syarat dan Keuntungannya

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE