30.3 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

BANK CENTRAL ISRAEL AKAN BUAT MATA UANG VIRTUAL SENDIRI UNTUK MENDONGKRAK SISTEM KEUANGAN NEGARA

duniafintech.com – Satu lagi negara yang mengaku akan membuat mata uang virtual sendiri yakni Israel. Dilansir oleh Reuters, membuat mata yang tersentralisasi dianggap akan mampu mengurangi ekonomi hitam dan Bank of Israel memutuskan untuk mencobanya.

Saat ini, 22 persen output nasional Israel diperkirakan berasal dari sumber yang tidak diatur atau ilegal (praktik ekonomi hitam), kehilangan kira-kira ILS50 miliar ($ 5,76 miliar) dalam pendapatan pajak. Pemerintah Israel telah berusaha mengatasi masalah ini selama beberapa tahun, dan jika bank sentral memberikan langkah maju, sumber anonim mengatakan kepada Reuters, pejabat pemerintah akan siap mengajukan usulan ini pada anggaran 2019.

Baca juga: duniafintech.com/remittance-bantu-para-buruh-migran/

Kepentingan Bank of Israel pada versi digital Shekel setempat tidak begitu banyak terinspirasi oleh popularitas terbaru dari Bitcoin, yang masih menyisakan banyak skeptis, namun berpotensi untuk memecahkan masalah praktis. Selain membantu mengatasi masalah pasar gelap, sistem pembayaran digital akan mempercepat ekonomi Israel yang sedang booming.

Baca juga: duniafintech.com/kompetisi-artikel-how-technology-changes-your-life/

Bukan Bitcoin Nasional

Dibandingkan dengan sistem Blockchain terdesentralisasi yang mendasari Bitcoin, mata uang digital yang diterbitkan secara nasional ini dibuat dengan sistem terpusat (sentralisasi) dan kurang rentan terhadap volatilitas harga. Koin digital juga akan mematuhi peraturan pencucian uang, menciptakan ruang investasi yang lebih aman.

Selama beberapa minggu terakhir Bank of Israel telah melihat masalah yang memiliki berbagai aspek ini, termasuk moneter dan hukum,” kata sumber tersebut. “Ada banyak bank sentral yang mempelajari hal yang sama. Tidak ada rencana operasi saat ini, tapi itu adalah sesuatu yang sedang dipelajari oleh Bank of Israel.”

Mata uang digital nasional memang ide yang menarik di beberapa negara, termasuk Swedia – yang mempertimbangkan untuk meluncurkan versi digital Krona – dan bahkan Rusia, namun masih banyak pihak yang mengkritik gagasan ini. Gubernur Bank of England, Mark Carney, baru-baru ini mempertimbangkan ide ini, dengan mengatakan bahwa gagasan tersebut memiliki “masalah mendasar”.

Baca juga: duniafintech.com/truemoney-berhasil-menemukan-peluang-di-mobile-fintech-myanmar/

Terkait parlemen Inggris, Carney mengemukakan kekhawatiran tentang stabilitas keuangan sistem.

Anda menciptakan situasi di mana Anda bisa melakukan semuanya dengan cepat. Jadi, begitu ada kekhawatiran, orang dapat beralih ke rekening mereka di Bank of England. Ada banyak orang pintar di Bank of England, tapi menurut saya alokasi kredit di seluruh ekonomi bukanlah ide bagus,” kata Carney.

Untuk saat ini, masa depan mata uang digital yang diterbitkan secara nasional masih belum pasti. Tetapi mengingat ini menawarkan solusi untuk beberapa masalah praktis ekonomi modern – termasuk penghindaran pajak, pencucian uang dan sistem pembayaran yang lamban – pemerintah berbagai negara dan bank tetap membuka opsi untuk mencobanya.

Source: futurism.com

Written by: Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...
LANGUAGE