Bank Indonesia (BI) akan memperluas cakupan QRIS cross border atau QRIS antarnegara dengan menambah kerja sama baru bersama Hongkong dan Timor Leste pada tahun 2026.
Penandatanganan kerja sama tersebut dijadwalkan berlangsung pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) pada 24–26 September 2026 dan akan dilakukan langsung oleh Gubernur BI Destry Damayanti.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyatakan bahwa kedua negara ini menjadi mitra baru dalam sistem pembayaran QRIS antarnegara yang sebelumnya sudah terkoneksi dengan enam negara lain, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
“Yang pertama dengan Hongkong dan yang kedua dengan Timor Leste. Jadi dua negara ini yang akan kita lakukan dalam 2026,” ujar Filianingsih seperti dikutip Kamis 24 September 2026.

Filianingsih juga menyampaikan bahwa BI telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah negara lain sebagai persiapan perluasan kerja sama QRIS cross border untuk tahun 2027.
“Sementara 2027 sudah ada pembicaraan dengan beberapa negara. Nanti kita juga akan sampaikan pada waktunya,” katanya.
Baca juga :
- Cara Deposit Indodax Lewat QRIS 2026: Panduan Lengkap dan Tips Aman
- Deposit Kripto di Indodax Pakai QRIS, Solusi Praktis untuk Beli Bitcoin dan Ethereum
- Cara Deposit Kripto Pakai QRIS dengan Mudah dan Praktis di 2026
- Perluas Akses Pembayaran Digital, Fazz Agen Perkenalkan QRIS Langsung Cair di Pasar Beringharjo
Penggunaan QRIS Antar Negara Capai Rp5,90 T
Sejak peluncuran pertama pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi QRIS antarnegara oleh pengguna dari negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi dengan nilai sekitar Rp 5,90 triliun.

Sementara transaksi pengguna Indonesia di negara mitra berjumlah 4,67 juta transaksi senilai Rp 1,73 triliun. Dengan demikian, nilai transaksi yang masuk ke Indonesia lebih tinggi sebesar Rp 4,17 triliun dibandingkan transaksi dari pengguna Indonesia ke negara mitra.





