28.9 C
Jakarta
Jumat, 7 Agustus, 2020

Bank Jerman Ingin Tawarkan Kustodian untuk 3 Aset Digital

duniafintech.com – Kabar baru datang dari dunia digital aset. Menurut kantor berita lokal Jerman, Handelsblatt, German Banks atau Bank Jerman tertarik untuk menyediakan layanan kustodian untuk 3 kripto aset paling populer di dunia. Ketiga kripto aset tersebut adalah Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan Ripple (XRP).

Layanan Kustodian Aset Digital

Pemerintah Jerman secara resmi mengonfirmasi bahwa bank sentral di negara tersebut memang tertarik menyediakan layanan kustoidan aset digital kepada para nasabahnya. BaFin, regulator keuangan Jerman mengatakan bahwa mereka telah menerima lebih dari 40 aplikasi dari institusi dan entitas yang ingin menawarkan layanan kustodian aset digital kepada klien mereka.

Ketertarikan ini tidak lepas dari pembaruan Undang-undang Anti Pencucian Uang di Jerman. Undang-undang ini memungkinkan bank di negara tersebut untuk menyediakan saham, obligasi dan sekuritas tradisional lainnya bersama dengan aset digital. Aset-aset digital tersebut termasuk Bitcoin dan Ethereum, dua mata uang digital paling populer di dunia saat ini.

Baca juga: 

Kemungkinan untuk Memperluas Jangkauan di Ruang Aset Digital

Sejak Bitcoin diperkenalkan pertama kali satu dekade silam, aset digital telah melalui perjalnan panjang. Selama 3 tahun terakhir, ketertarikan terhadap kripto aset naik pesat. Pasar untuk kripto aset pun semakin meluas. Aset-aset digital tersebut mulai dijadikan sebagai alat pembayaran dan juga investasi serta trading. Kapitalisasi pasar untuk aset digital telah mencapai $288,3 miliar.

Saat ini yang menjadi masalah terbesar bagi BaFin adalah anonimitas dalam penggunaan kripto aset. Eksploitasi dari aset digital dapat dimanfaatkan untuk tujuan kriminal seperti pendanaan teroris dan pencucian uang. Karena itu, regulator mendesak dengan tegas para pelaku bisnis terkait untuk memiliki lisensi jika memang mereka tertarik untuk memberikan layanan kustodian. 

Undang-undang anti pencucian uang/AML Jerman yang baru didasarkan pada arahan anti pencucian uang kelima (AMLD5) yang diadopsi di wilayah Eropa yang lebih luas. Undang-undang mengharuskan semua perusahaan yang berurusan dengan cryptocurrency untuk memastikan bahwa mereka mematuhi prosedur AML standar dan Know Your Customer (KYC) yang berlaku.

Berbicara dengan Handelsblatt, FDP -Bundestagsabgeordnete Frank Schäffler berkata, “Pasar tumbuh lebih cepat dari yang diprediksi Kementerian Keuangan Federal. Itu adalah berkah sekaligus kutukan. Tingginya permintaan untuk lisensi kustodian kripto aset menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan semakin tertarik mengadopsi teknologi Blockchain, dan ini juga merupakan hasil dari undang-undang baru.”

BaFin telah memberikan batas waktu November 2020 untuk lembaga yang tertarik berurusan dengan aset digital untuk menetapkan prosedur kepatuhan yang relevan.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

P2P Lending Syariah Terpercaya dan Terdaftar di OJK

DuniaFintech.com - P2P lending syariah menjadi pilihan bagi masyarakat yang menghindari bunga pinjaman. P2P lending syariah tidak hanya menawarkan pinjam meminjam tetapi...

Mau Bisnis Untung Saat Corona? Peluang Usaha ini Cukup Menjanjikan untuk Dicoba

DuniaFintech.com - Saat ini usaha yang bisa dilakukan hanya dengan di rumah saja menjadi usaha yang paling cocok untuk dilakukan agar penghasilan...

Pinjam Uang Tanpa Riba, Ini Beberapa Jenis Pinjaman yang Bisa Jadi Pilihan Anda

DuniaFintech.com - Berencana pinjam uang tanpa riba? Banyak yang menganggap penyertaan bunga pada pinjaman konvensional sebagai riba yang seharusnya dihindari umat Muslim. Beberapa...

Fintech Bersaing jadi Penyedia Pembayaran di Saat Transaksi E-Commerce Meningkat

DuniaFintech.com - Pandemi covid-19 membuat transaksi digital semakin menggeliat. Pasalnya, imbauan untuk mengurangi penggunaan uang tunai yang digaungkan pemerintah membuat fintech bersaing...

Telunjuk.com Bantu Tingkatkan UMKM Lewat Basis Data

DuniaFintech.com - Layanan e-commerce aggregator berbasis digital, Telunjuk.com menekankan pentingnya pemanfaatan basis data elektronik untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...
LANGUAGE