25.8 C
Jakarta
Jumat, 14 Agustus, 2020

Bank Sentral Kazakhstan Jual Obligasi Basis Blockchain

duniafintech.com – Blockchain memiliki kemampuan besar dalam menyimpan aset digital, pengiriman, ketahanan, biaya pengiriman, dan biaya transaksi yang cepat. Yang terbaru untuk mengetahui keunggulan ini adalah bank sentral Kazakhstan.

Baca juga : https://duniafintech.com/teknologi-blockchain-sahabat-pariwisata/

Hutang Kazakhstan pada aplikasi seluler

Bank sentral Kazakhstan telah mengumumkan rencana untuk mluncurkan sistem berbasis Blockchain pada paruh kedua tahun 2017, di mana ia akan menjual obligasi jangka pendek kepada investor ritel. Investor akan bisa mengakses sistem dengan menggunakan aplikasi mobile dan akan bisa langsung membeli obligasi, tanpa komisi. Penyelesaian cepat, biaya transaksi yang rendah dan kemudahan pembelian diharapkan membuat obligasi ini menarik bagi nasabah ritel.

Pencatatan aset Blockchain

Menyimpan aset digital di Blockchain bukanlah ide baru. Digital Asset Holdings, dipimpin oleh mantan J.P. Morgan bankir Blythe Masters adalah salah satu perusahaan terkenal di bidang ini. Pada awal 2015 emiten dapat menggunakan teknologi Nasdaq Linq Blockchain untuk mencatat transaksi efek pribadi. Bank-bank di seluruh dunia terlibat dalam studi percontohan untuk melihat bagaimana basis data warisan mereka yang ada, terutama di segmen sekuritas dapat diganti dengan teknologi Blockchain.

Sikap U-turn

Salah satu alasan mengapa otoritas pemerintah menolak Bitcoin atau kripto yang lain adalah mereka takut kehilangan kendali atas sistem moneter. Pada 2013, menteri keuangan Kazakhstan menyatakan bahwa posisi negaranya dalam sistem keuangan global dapat dirusak oleh Bitcoin.

Tapi pemerintah mendukung teknologi Blockchain, mengingat potensinya untuk mengurangi biaya. Dengan menyimpan obligasi di Blockchain, bank sentral bertujuan untuk memanfaatkan keuntungan dari Blockchain tanpa menipiskan norma identifikasi ketat yang diperlukan bagi pengguna.

Sistem ini juga bisa digunakan untuk memasarkan sekuritas lainnya termasuk saham yang ditargetkan dijual ke investor ritel selama IPO.

 

-Arina Calista Putri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis di Indonesia, Raih Keuntungan Optimal Dengan Ini

DuniaFintech.com - Masih bingung bagaimana cara mendapatkan Bitcoin gratis di indonesia? Berikut beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan keuntungan investasi...

Daftar Nama Besar Perusahaan Pemberi Modal Startup Indonesia

DuniaFintech.com - Ekosistem usaha rintisan, atau dikenal dengan sebutan startup telah menjadi tren positif dalam mendukung ekonomi digital Indonesia. Adopsi dan perkembangan...

Aplikasi Penghasil Saldo Gopay yang Banyak Diburu Kaum Milenial, Apa Saja? Simak Disini

DuniaFintech.com - Generasi milenial kini semakin dimudahkan dalam mencari sumber pendapatan tambahan dengan kemajuan teknologi internet. Selain banyaknya pekerjaan sampingan dengan sistem...

Fintech P2P Lending Jadi Primadona, Pinjaman Meroket Di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com - Fintech P2P Lending jadi primadona? Pinjaman online lewat fintech peer to peer (P2P) lending meroket di tengah pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan...

Facebook Berencana Akuisisi Perusahaan Aplikasi Saingan TikTok

DuniaFintech.com - Bukan TikTok, raksasa jejaring sosial Facebook berencana akuisisi perusahaan aplikasi Dubsmash sebagai ancang-ancang atas upaya Microsoft mengakuisisi Tiktok. Menurut sebuah...
LANGUAGE