26.2 C
Jakarta
Kamis, 25 Juli, 2024

Beberapa Faktor Fintech Pinjaman Syariah Tertinggal oleh Konvensional

DuniaFintech.com – Reputasi fintech pinjaman syariah dinilai masih belum mampu menandingi layanan konvensional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut akumulasi fintech pinjaman telah mencapai pertumbuhan sebanyak 113,05% year on year dengan raihan Rp 128,7 triliun di September 2020.

Lutfi Adhiansyah, Ketua Klaster Fintech Pendanaan Syariah Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut kontribusi dari akumulasi fintech pinjaman syariah senilai Rp 1,2 triliun dari total keseluruhan penyaluran pinjaman.

Lutfi mengklaim terdapat berbagai faktor industri teknologi keuangan pinjaman konvensional melaju lebih mulus dibanding produk berbasis syariah. Hal pertama yang ia soroti adalah jumlah layanan non-syariah yang mencapai 156 penyelenggara di Indonesia.

Sementara, Lutfi melanjutkan, penyelenggara layanan pinjaman berbasis syariah hanya berjumlah 11. Ia mengakui hal tersebut sebagai faktor diminatinya layanan konvensional.

“Fintech lending syariah banyak yang menyasar sektor produktif. Jadi proses lebih selektif dan membutuhkan waktu lebih lama untuk verifikasi. Berbeda dengan fintech lending pendanaan multiguna yang pinjaman online relatif berproses cepat dan nominal kecil,”

Baca juga:

Layanan Fintech Pinjaman Syariah Kalah Populer?

Sebagai CEO sekaligus Founder dari fintech syariah Ammana mengklaim pihaknya telah menyalurkan pinjaman produktif kepada pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di tengah pandemi. Pinjaman telah tersalurkan senilai Rp 180 miliar di tengah pandemi. Penyaluran pembiayaan ditujukan kepada UKM yang sudah digital, salah satunya bergabung ekosistem e-commerce.

Selain itu, Alami Fintek Sharia (Alami) tetap menyalurkan pinjaman produktif kepada para pelaku UKM di tengah pandemi. Ada pun total pinjaman yang tersalurkan oleh Ammana telah berjumlah Rp 256 miliar.

Sementara, penyaluran sepanjang 2020 mencapai Rp 176 miliar dengan outstanding mencapai Rp 54 miliar. Raihan tersebut telah disalurkan kepada 86 UKM di seluruh Indonesia. Alami juga telah mempunyai lebih dari 8.000 pendana dengan imbal hasil rata-rata 15%.

DuniaFintech/Fauzan

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU