25.1 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

Belanda Rancang Blockhain untuk Identifikasi Penyebaran Virus

duniafintech.com – Afiliasi blockchain untuk kesehatan masyarakat (PHBC) merilis sistem yang mampu mendeteksi virus beresiko di tubuh individu melalui gerakan. Layanan kesehatan berbasis Belanda menilai, proyek ini dirancang untuk mengantisipasi penyakit yang berpotensi mengancam nyawa, salah satunya wabah Wuhan Corona (COVID-19).

Ada pun mekanisme penerapan teknologi tersebut diperoleh dari verifikasi data individu yang dihimpun secara berlanjut, sistematis dan anonim oleh kelompok masyarakat dan tempat kerja yang tidak terpapar oleh virus mematikan.

Melalui rekam data tersebut, blockchain akan mendapatkan sertifikat dari pihak berwajib dan badan negara sebagai jaminan seseorang layak masuk ke daerah yang bebas dari kontaminasi virus. Selain itu, data tersebut akan menjadi panduan untuk pengawasan berlanjut. Jika seseorang pernah mengunjungi daerah yang terpapar, maka dirinya wajib menjalani karantina di beberapa tempat yang sudah disediakan oleh kelompok warga di suatu wilayah.

Ayon Hazra, administrator PHBC menjelaskan, teknologi artificial intelligence serta sistem informasi geografis yang terintegrasi, menjadi acuan blockchain memberikan diagnosa sementara. Hal ini akan membantu suatu wilayah tetap steril dari penyebaran.

“PHBC akan melakukan identifikasi melalui automasi terhadap wilayah yang telah divalidasi bebas dari virus, melalui informasi yang terintegrasi secara real time

“Dan untuk wilayah berstatus bebas dari kontaminasi virus, masyarakat dan perkantoran setempat dapat membatasi akses seseorang yang belum terdata, serta hanya memperbolehkan seseorang yang datang dari wilayah dengan status yang sama,”

Baca juga:

Blockchain Mampu Identifikasi Virus?

Situasi darurat wabah COVID-19 menantang penyelenggara teknologi blockchain untuk pro-aktif dalam menciptakan sistem dan aplikasi berbasis kesehatan. Di Tiongkok, startup blockchain Hyperchain mengumumkan peron (platform) berbasis blockchain untuk menghadapi COVID-19. Peron ini berfokus untuk donasi pasokan medis dengan memastikan prosesnya tidak dapat diubah, mudah terlacak dan terpercaya.

Firma teknologi, ConsenSys juga akan membuka divisi blockchain untuk urusan kesehatan. Proyek ini ditujukan untuk memangkas biaya dan penanganan kesehatan, yang memang bisa ditawarkan oleh teknologi ini.

DuniaFintech/FauzanPerdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

5 Fungsi Manajemen Keuangan dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Salah satu fungsi manajemen keuangan adalah bagaimana mengelola keuangan dari satu perusahaan dengan baik dan benar tentunya. Dari fungsi tersebut, usaha yang sedang dijalankan...

Gandeng Fintech Batumbu, CIMB Niaga Salurkan Rp50 Miliar Bagi UMKM

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berkolaborasi dengan perusahaan financial technology (fintech) pembiayaan berbasis aplikasi atau fintech lending PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu). Head...

Ini Alasan Maudy Ayunda Jadi Salah Satu Investor Startup Segari

Satu tahun beroperasi di Indonesia, Segari, startup grocery commerce terus catat pertumbuhan bisnis yang signifikan. Segari baru saja menyelesaikan pendanaan Seri A dari para...

Anuitas: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Kerja

Anuitas adalah metode penghitungan bunga pinjaman dalam rangka memudahkan nasabah membayar angsuran setiap periodenya. Biasanya, sistem yang diterapkan adalah bunga mengambang atau efektif (floating...

Belum Punya Asuransi Kartu Kredit? Simak Pertimbangannya di Sini

Asuransi kartu kredit adalah produk perlindungan finansial yang diberikan oleh penerbit kartu kredit (CC atau credit card) kepada nasabah mereka. Proteksinya meliputi pembebasan tagihan...
LANGUAGE