36 C
Jakarta
Jumat, 25 September, 2020

OJK Mulai Terapkan Ketentuan Stimulus Perekonomian

duniafintech.com – Otoritas Jasa Keuangan mulai menerapkan kebijakan pemberian stimulus bagi perekonomian dengan telah diterbitkannya POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 pada Kamis ini.

“Dengan terbitnya POJK ini maka pemberian stimulus untuk industri perbankan sudah berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2021. Perbankan diharapkan dapat proaktif dalam mengidentifikasi debitur-debiturnya yang terkena dampak penyebaran Covid-19 dan segera menerapkan POJK stimulus dimaksud,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana.

POJK mengenai stimulus perekonomian ini dikeluarkan untuk mengurangi dampak terhadap kinerja dan kapasitas debitur yang diperkirakan akan menurun akibat wabah virus Corona sehingga bisa meningkatkan risiko kredit yang berpotensi mengganggu kinerja perbankan dan stabilitas sistem keuangan.

Melalui kebijakan stimulus ini, Perbankan juga memiliki pergerakan yang lebih luas sehingga pembentukan kredit macet dapat terkendali dan memudahkan memberikan kredit baru kepada debiturnya.

POJK ini juga diharapkan menjadi countercyclical dampak penyebaran virus Corona sehingga bisa mendorong optimalisasi kinerja perbankan khususnya fungsi intermediasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga:

Pemberian stimulus ditujukan kepada debitur pada sektor-sektor yang terdampak penyebaran virus COVID-19, termasuk dalam hal ini debitur UMKM dan diterapkan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang disertai adanya mekanisme pemantauan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam penerapan ketentuan (moral hazard).

Kebijakan stimulus dimaksud terdiri dari:

Penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit s.d Rp10 miliar; dan Restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan Bank tanpa batasan plafon kredit.

Relaksasi pengaturan ini berlaku untuk debitur Non-UMKM dan UMKM, dan akan diberlakukan sampai dengan satu tahun setelah ditetapkan. Mekanisme penerapan diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan masing-masing bank dan disesuaikan dengan kapasitas membayar debitur.

(DuniaFintech/KarinHidayat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bank dan Fintech Ini Salurkan Pendanaan Rp 500 M Untuk UMKM Desa

DuniaFintech.com - Bank dan fintech ini salurkan pendanaan Rp 500 M untuk UMKM desa? Ya! PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk...

Modal Smartphone Pinjam Uang 20 Juta langsung Cair Bisa Mudah Didapatkan, Mau?

Duniafintech.com - Memang ada platform yang menyediakan pinjam uang 20 juta langsung cair dan aman terdaftar OJK? Tentu ada dong, dengan kecanggihan...

Mandiri Capital Suntikkan Dana Seri A untuk Startup PoS iSeller

DuniaFintech.com - Startup teknologi Point of Sales (PoS) iSeller mendapatkan kucuran dana tahap Seri A oleh Mandiri Capital sebagai pimpinan lingkaran pendana....

Deretan Aplikasi Penghasil Uang untuk Tambah Isi Kantong Selain Aplikasi GoIns

Duniafintech.com - Di Era jaman serba digital ini semua kemungkinan dapat terwujud. Dengan kemajuan teknologi yang canggih, Anda bisa menghasilkan uang dengan...

Strategi Mitigasi KoinWorks untuk UKM di Masa Resesi

DuniaFintech.com - Penyelenggara jasa keuangan berbasis teknologi (fintech) KoinWorks menjelaskan tentang cara pencegahan pelaku UKM dalam bertahan dan memulai adaptasi terhadap perangkat...
LANGUAGE