28.2 C
Jakarta
Rabu, 6 Juli, 2022

BELI KOPI BEBAS PAJAK DENGAN BITCOIN DI JERMAN DAN PENGAWASAN KRIPTO CHINA HINGGA KE LUAR NEGERI

duniafintech.com – Dunia mata uang virtual termasuk Bitcoin memang tak henti memberikan kejutan setiap harinya. Berikut dua berita menarik seputar Bitcoin di dunia hari ini!

Beli Kopi dengan Bitcoin di Jerman Tidak Dikenakan Pajak

Makan atau minum di restoran atau kafe pada umumnya memang selalu dikenai pajak, tidak hanya di Indonesia, Jerman juga memberlakukan hal yang sama. Namun baru-baru ini Kementerian Keuangan menyebut bahwa pengguna Bitcoin yang menggunakannya untuk pembayaran tidak akan dikenai pajak.

Panduan tersebut, yang diterbitkan pada hari Selasa, membuat Jerman terpisah dari AS, di mana Internal Revenue Service memperlakukan bitcoin sebagai properti untuk tujuan perpajakan – yang berarti bahwa jika seorang Amerika membeli secangkir kopi dengan bitcoin, secara teknis dianggap sebagai penjualan properti dan berpotensi terkena untuk pajak capital gain.

Baca juga: https://duniafintech.com/6-tips-ini-akan-membantu-bisnismu-meningkatkan-penjualan/

Namun, sesuai dengan keputusan Uni Eropa, tindakan aktual untuk mengubah mata uang virtual ke fiat atau sebaliknya diklasifikasikan sebagai “pasokan layanan”, dan oleh karena itu pihak yang bertindak sebagai perantara pertukaran tidak akan dikenai pajak. Hal ini juga berlaku untuk pembelian secangkir kopi di kafe.

China akan Perluas Pengawasan Kripto Hingga ke Luar Negeri

Kepolisian China dilaporkan memperluas pemantauan internetnya dengan memasukkan pengawasan kegiatan yang berhubungan dengan mata uang virtual.

Menurut kantor berita bisnis Yicai, badan pengawas keamanan Jaringan Informasi Publik China di bawah Kementerian Keamanan Publik, kepolisian negara tersebut, telah mengamati dengan seksama pertukaran cryptocurrency asing, serta platform domestik yang telah ke luar negeri.

Baca juga: beli-lamborghini-dengan-bitcoin-pria-ini-sukses-menarik-perhatian-masyarakat/

Laporan tersebut mengatakan bahwa usaha tersebut dilakukan sebagai bagian dari usaha pemerintah China untuk mencegah potensi pencucian uang, skema piramida dan penipuan investasi dari platform yang biasa diakses oleh warna negara China.

Langkah ini nampaknya menjadi usaha pemerintah China melindungi warga negaranya dari potensi penyalahgunaan mata uang virtual dari luar negeri yang bisa merugikan warganya.

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Mobil Zurich Review: Keunggulan hingga Premi

JAKARTA, duniafintech.com – Selain dikenal dengan asuransi kesehatan Zurich Indonesia, PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (ZAI) juga punya asuransi mobil Zurich. Asuransi mobil dari Zurich...

Akulaku Vs Kredivo, Mana yang Lebih Baik?

JAKARTA, duniafintech.com – Manakah yang lebih baik antara Akulaku vs Kredivo sebagai platform penyedia PayLater pilihan banyak orang saat ini? Sebagai informasi, Akulaku dan Kredivo...

Deretan Platform Crypto Terbaik di Indonesia, Nomor Satu Punya 5,3 Juta Member

JAKARTA, duniafintech.com - Aset kripto atau cryptocurrency semakin digandrungi para investor untuk berinvestasi. Aset mata uang digital tersebut semakin merajai dunia investasi era kini....

Zipmex vs Indodax: Dua Platform Jual Beli Aset Kripto Populer, Mana yang Lebih Baik? 

JAKARTA, duniafintech.com  - Cryptocurrency atau aset mata uang kripto menjadi instrumen investasi yang semakin diminati masyarakat. Namun dalam berinvestasi, tentu ada pilihan menggunakan exchange...

Cara Menaikkan Limit DANA PayLater agar Disetujui

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menaikkan limit DANA PayLater sebenarnya tidaklah sulit alias gampang sekali asalkan kamu tahu persyaratannya. Kabar gembiranya, sebagai pengguna layanan ini, kamu...
LANGUAGE