25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

BELI KOPI BEBAS PAJAK DENGAN BITCOIN DI JERMAN DAN PENGAWASAN KRIPTO CHINA HINGGA KE LUAR NEGERI

duniafintech.com – Dunia mata uang virtual termasuk Bitcoin memang tak henti memberikan kejutan setiap harinya. Berikut dua berita menarik seputar Bitcoin di dunia hari ini!

Beli Kopi dengan Bitcoin di Jerman Tidak Dikenakan Pajak

Makan atau minum di restoran atau kafe pada umumnya memang selalu dikenai pajak, tidak hanya di Indonesia, Jerman juga memberlakukan hal yang sama. Namun baru-baru ini Kementerian Keuangan menyebut bahwa pengguna Bitcoin yang menggunakannya untuk pembayaran tidak akan dikenai pajak.

Panduan tersebut, yang diterbitkan pada hari Selasa, membuat Jerman terpisah dari AS, di mana Internal Revenue Service memperlakukan bitcoin sebagai properti untuk tujuan perpajakan – yang berarti bahwa jika seorang Amerika membeli secangkir kopi dengan bitcoin, secara teknis dianggap sebagai penjualan properti dan berpotensi terkena untuk pajak capital gain.

Baca juga: https://duniafintech.com/6-tips-ini-akan-membantu-bisnismu-meningkatkan-penjualan/

Namun, sesuai dengan keputusan Uni Eropa, tindakan aktual untuk mengubah mata uang virtual ke fiat atau sebaliknya diklasifikasikan sebagai “pasokan layanan”, dan oleh karena itu pihak yang bertindak sebagai perantara pertukaran tidak akan dikenai pajak. Hal ini juga berlaku untuk pembelian secangkir kopi di kafe.

China akan Perluas Pengawasan Kripto Hingga ke Luar Negeri

Kepolisian China dilaporkan memperluas pemantauan internetnya dengan memasukkan pengawasan kegiatan yang berhubungan dengan mata uang virtual.

Menurut kantor berita bisnis Yicai, badan pengawas keamanan Jaringan Informasi Publik China di bawah Kementerian Keamanan Publik, kepolisian negara tersebut, telah mengamati dengan seksama pertukaran cryptocurrency asing, serta platform domestik yang telah ke luar negeri.

Baca juga: beli-lamborghini-dengan-bitcoin-pria-ini-sukses-menarik-perhatian-masyarakat/

Laporan tersebut mengatakan bahwa usaha tersebut dilakukan sebagai bagian dari usaha pemerintah China untuk mencegah potensi pencucian uang, skema piramida dan penipuan investasi dari platform yang biasa diakses oleh warna negara China.

Langkah ini nampaknya menjadi usaha pemerintah China melindungi warga negaranya dari potensi penyalahgunaan mata uang virtual dari luar negeri yang bisa merugikan warganya.

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...
LANGUAGE