26.2 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Melesat, Kripto Lainnya Cerah

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga kripto terpantau bergairah pada perdagangan Jumat (14/10).

Sebagai informasi, harga Bitcoin (BTC) cs pada hari ini mengikuti pergerakan pasar saham global yang berhasil rebound. Menukil data CoinMarketCap pada pukul 09.30 WIB, Bitcoin melesat 3,79% ke posisi harga $19.791,74/koin atau setara dengan Rp303.803.209/koin (dengan asumsi kurs Rp15.350/US$).

Sementara itu, Ethereum terapresiasi 3,21% ke posisi $1.329,21/koin atau Rp20.403.374/koin. Sejumlah koin digital (token) alternatif (altcoin) terpantau melesat lebih dari 2%,, di antaranya BNB, Cardano, Solana, dan Dogecoin. Untuk token XRP terpantau melonjak 4,9%.

Berikut ini berita kripto selengkapnya.

Baca juga: Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cenderung Sideways, Kok Bisa?

Berita Bitcoin Hari Ini: Pergerakan 10 Kripto Utama

Di bawah ini adalah pergerakan 10 kripto utama pada hari ini, seperti dirangkum dari CoinMarketCap via CNBC Indonesia.

Bitcoin (BTC)

  • Dalam Dolar AS: 19.791,74
  • Dalam Rupiah: 303.803.209
  • Perubahan Harian (%): 3,79%
  • Perubahan 7 Hari (%): -1,17%
  • Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar): 380,37

Ethereum (ETH)

  • Dalam Dolar AS: 1.329,21
  • Dalam Rupiah: 20.403.374
  • Perubahan Harian (%): 3,21%
  • Perubahan 7 Hari (%): -1,95%
  • Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar): 163,54

Tether (USDT)

  • Dalam Dolar AS: 1,00
  • Dalam Rupiah: 15.350
  • Perubahan Harian (%): 0,01%
  • Perubahan 7 Hari (%): -0,01%
  • Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar): 68,43

USD Coin (USDC)

  • Dalam Dolar AS: 1,00
  • Dalam Rupiah: 15.350
  • Perubahan Harian (%): 0,01%
  • Perubahan 7 Hari (%): 0,00%
  • Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar): 45,42

BNB

  • Dalam Dolar AS: 275,20
  • Dalam Rupiah: 4.224.320
  • Perubahan Harian (%): 2,23%
  • Perubahan 7 Hari (%): -3,53%
  • Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar): 44,47

XRP

  • Dalam Dolar AS: 0,4964
  • Dalam Rupiah: 7.620
  • Perubahan Harian (%): 4,90%
  • Perubahan 7 Hari (%):  -2,24%
  • Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar): 24,92

Binance USD (BUSD)

  • Dalam Dolar AS: 1,00
  • Dalam Rupiah: 15.350
  • Perubahan Harian (%): 0,01%
  • Perubahan 7 Hari (%): -0,01%
  • Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar): 21,64

Cardano (ADA)

  • Dalam Dolar AS: 1,00
  • Dalam Rupiah: 15.350
  • Perubahan Harian (%): 0,01%
  • Perubahan 7 Hari (%):  -0,01%
  • Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar): 21,64

Solana (SOL)

  • Dalam Dolar AS: 31,54
  • Dalam Rupiah: 484.139
  • Perubahan Harian (%):  2,63%
  • Perubahan 7 Hari (%):  -5,88%
  • Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar): 11,31

Dogecoin

  • Dalam Dolar AS: 0,06065
  • Dalam Rupiah: 931
  • Perubahan Harian (%): 2,93%
  • Perubahan 7 Hari (%):  -4,35%
  • Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar): 8,06

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Asyik, Bitcoin dan Ethereum Menguat!

Berita Bitcoin Hari Ini: Ikut Pergerakan Pasar Saham Global

Pada perdagangan hari ini, pasar kripto cenderung mengikuti pergerakan pasar saham global yang berhasil rebound setelah beberapa hari sebelumnya memburuk akibat kekhawatiran pasar terkait potensi resesi global. Adapun cerahnya kripto dan saham global terjadi setelah Amerika Serikat (AS) merilis data inflasi dari sisi konsumen (Indeks Harga Konsumen/IHK) per September 2022.

Menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS, IHK utama AS mencapai ke 8,2% (year-on-year/yoy) pada September lalu. Sementara itu, laju inflasi memang lebih rendah dibandingkan pada Agustus yang tercatat 8,3% (yoy) tetapi masih di atas ekspektasi pasar yakni 8,1% (yoy).

Adapun secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi tercatat 0,4% pada September atau meningkat dibandingkan pada Agustus yang tercatat 0,1%. Inflasi inti menyentuh 6,6 % (yoy) pada September, level tertingginya sejak 1982 atau 40 tahun terakhir. Data inflasi memang membuat pelaku pasar menghapus harapan mereka jika bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Akan tetapi, pelaku pasar juga mulai meyakini jika inflasi AS sudah mencapai puncaknya dan akan terus melandai ke depan. Kedua faktor tersebut yang membuat mereka terlihat kembali memburu aset berisiko. Meski demikian, sebelum rebound, bursa saham AS, Wall Street sempat ambruk pada awal perdagangan sebagai respon atas data inflasi yang masih di atas ekspektasi.

Di sisi lain, investor mungkin ingin memantau aliran masuk Bitcoin ke bursa dalam beberapa hari mendatang. Selama sepekan terakhir, dompet yang menyimpan lebih dari 1.000 Bitcoin telah memindahkan koin dari bursa, umumnya sinyal bullish karena koin tersebut sering dipindahkan ke penyimpanan dingin.

Diketahui, pembalikan tren itu akan menunjukkan bahwa investor Bitcoin yang lebih besar terkejut dengan laporan inflasi dan sekarang ingin mengurangi posisi mereka. Namun, kelanjutan akan menandakan ketahanan bitcoin yang sedang berlangsung dan keyakinan berkelanjutan oleh pemegang Bitcoin.

Kalau yang terakhir adalah kasusnya maka pembalikan harga hari ini tampaknya dihasilkan dari keyakinan yang lebih besar di antara investor, yang melangkah untuk mengakuisisi Bitcoin dengan harga yang lebih menguntungkan.

Taruhan bunga terbuka pada harga kesepakatan $19.000 merosot sekitar 39% karena banyak investor menggunakan posisi mereka sementara Bitcoin turun mendekati $18.000. Di pasar spot, volume pembelian tampaknya telah meningkat karena harga mencapai dekat level $18.400, dengan investor bullish masuk untuk memberikan permintaan beli.

berita bitcoin hari ini

Pasar Kripto Cenderung Sideways

Sebelumnya dilaporkan, pasar kripto diketahui masih cenderung diperdagangkan sideways. Hal itu terjadi lantaran investor masih memasang sikap wait and see menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) periode September 2022.

Menurut perkiraan investor, inflasi AS dari sisi konsumen (consumer price index/CPI) akan naik 8,1% pada periode September 2022, sementara inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, diperkirakan akan melonjak menjadi 6,4%.

Untuk diketahui, inflasi berasal dari peningkatan jumlah uang beredar, tetapi harga energi yang lebih tinggi akibat pasokan minyak yang lebih rendah juga berkontribusi pada kenaikan harga.

Inflasi yang masih meninggi kemungkinan akan menyebabkan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga acuannya. Hal ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dan membatasi permintaan untuk aset berisiko, termasuk kripto.

Sekian ulasan tentang berita kripto hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Bertahan di $19.000

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE