25.6 C
Jakarta
Minggu, 14 April, 2024

Berita Bitcoin Hari Ini: Harga BTC Naik, Prediksi Analis Bakal Melesat pada Semester II

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini mengulas seputar harga aset kripto yang masih terus bergejolak. Sejumlah analis memprediksi bahwa bitcoin akan kembali naik pada semester II tahun 2022.

Belakangan ini, harga aset crypto dengan kapitalisasi pasar tersebut masih terus bergerak fluktuatif, naik dan turun. Berikut ini ulasan lengkapnya. 

Berita Bitcoin Hari Ini

Harga Aset Kripto Diprediksi Naik Kembali–Berita Bitcoin Hari Ini

Berikut ini berita Bitcoin hari ini:

1. Bitcoin Melesat, Ethereum Pimpin Penguatan

Harga bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya terpantau berbalik arah ke zona hijau pada perdagangan Kamis (14/7/2022) pagi. Mayoritas harga bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya menguat.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis, 14 Juli 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, bitcoin (BTC)  menguat 4,08 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan, harga bitcoin turun 1,81 persen. 

Saat ini, harga bitcoin (BTC) ditransaksikan di posisi USD 20.175,35 atau sekitar Rp 302,92 juta (asumsi kurs Rp 15.014 per dolar AS).

Demikian juga harga ethereum bergerak di zona hijau. Harga ethereum (ETH) melonjak 6,28 persen dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, selama sepekan, harga ethereum merosot 6,61 persen. Kini, harga ethereum berada di posisi USD 1.109,83 atau sekitar Rp 16,65 juta.

Baca juga: Cara Main Crypto Dengan Mudah dan Aman, Pastinya Cuan

Kemudian, Binance Coin (BNB) juga menguat dalam 24 jam terakhir. Harga BNB naik 3,79 persen. Namun, selama sepekan, harga BNB melemah 3,58 persen.  Saat ini, harga BNB di posisi USD 230,27.

Selanjutnya harga Cardano (ADA) juga ikut berada di zona hijau. Harga ADA menanjak 2,45 persen dalam 24 jam terakhir. Akan tetapi, selama sepekan, harga ADA anjlok 6,34 persen. Kini, harga ADA ditransaksikan di posisi USD 0,433.

Solana (SOL)  berada di zona hijau. Harga solana melonjak 5,94 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga solana susut 5,86 persen. Saat ini, harga solana berada di posisi USD 34,92.

Harga XRP naik 4,05 persen dalam 24 jam terakhir. Sedangkan selama sepekan, harga XRP melemah 2,29 persen. Kini, harga XRP berada di posisi USD 0,3244.

Sementara itu, harga dogecoin (DOGE) menguat 1,99 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga dogecoin anjlok 10,48 persen. Kini, harga dogecoin di posisi USD 0,06167.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) juga kompak menghijau. Harga USDT naik tipis 0,01 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga USDT menguat terbatas 0,02 persen. Kini harga USDT berada di posisi USD 0,9994.

Baca juga: Keunggulan NFT yang Wajib Diketahui, Bernilai Tinggi hingga Tak Bisa Dipalsukan

Selain itu, harga USDC menanjak 0,03 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga USDC naik 0,02 persen. Saat ini, harga USDC berada di posisi USD 1,00.

Harga Binance USD (BUSD) melemah tipis 0,16 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga Binance USD naik 0,20 persen. Kini harga BUSD di posisi USD 1,00.

2. Prediksi Analis Akan Menguat

Sebelumnya, melansir Liputan6.com, analis komoditas senior di Bloomberg, Mike McGlone prediksi harga Bitcoin akan kembali naik pada semester dua 2022. Ini menunjukkan harga BTC mungkin bersiap untuk kembali positif tahun ini.

Dibandingkan dengan jenis aset yang lebih terkenal, harga bitcoin secara signifikan lebih sulit untuk diperkirakan dan lebih sensitif terhadap kekuatan pasar karena ketidakpastian dan penurunan harga baru-baru ini. 

McGlone membagikan pendapatnya di Twitter pada 6 Juli, menunjukkan tren yang menggembirakan dalam data Bloomberg’s Galaxy Crypto Index (BGCI). 

“Dengan Indeks Crypto Galaxy Bloomberg mendekati penarikan yang sama dengan bagian bawah 2018 dan diskon Bitcoin untuk rata-rata pergerakan 50 dan 100 minggu yang serupa dengan fondasi sebelumnya, risiko vs imbalan miring ke arah investor yang responsif di 2H,” jelas McGlone dikutip dari News BTC, Rabu (13/7/2022). 

BGCI adalah tolak ukur, melacak cryptocurrency signifikan yang diperdagangkan dalam dolar. Menurut pendapat McGlone, bagian bawah pasar bearish pada 2018 diikuti oleh pemulihan yang signifikan di semester pertama 2019, mungkin sejajar dengan indikasi saat ini.

Sebelumnya pada 4 Juli, dalam tweet prediksi Bitcoin-nya, McGlone menyatakan peningkatan 75 bps Juni bisa menjadi yang terakhir jika ekuitas terus menurun pada tingkat yang sama seperti yang terjadi pada paruh pertama tahun ini.

Kemudian dalam tweet 6 Juli, dia menegaskan mengingat harga rendah saat ini dimulai pada paruh kedua tahun ini, Bitcoin mungkin mengalami salah satu pasar bull terbesarnya.

Itulah informasi seputar berita Bitcoin hari ini. Semoga bermanfaat. 

Baca juga: Apa Itu NFT yang Bikin Ghozali Mendadak Kaya? Ini Penjelasan Lengkapnya 

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE