33.7 C
Jakarta
Minggu, 23 Juni, 2024

Berita Fintech Hari Ini: Fintech Pinjol Dorong UMKM Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech hari ini terkait Platform fintech peer-to-peer (P2P) lending menjadi solusi terkini bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kesulitan mendapatkan kredit dari lembaga keuangan konvensional. Dengan proses digitalisasi, pinjaman online menawarkan solusi pendanaan yang cepat dan mudah, khususnya untuk mereka yang masuk dalam kategori unbanked dan underserved.

Karen Komala, Pemilik Kedai Mie Arunika PIK 2, menjadi salah satu contoh sukses dalam memanfaatkan layanan fintech P2P lending. Karen, yang baru saja merintis usahanya selama setahun belakangan, mengakui bahwa pendanaan dari pinjaman online, terutama melalui platform KlikKami, telah membantu mengembangkan bisnis kuliner miliknya. Dengan kepercayaan dari KlikKami, Karen berhasil mendapatkan pendanaan hingga Rp 16 juta dengan kredit skor yang baik, meningkatkan omzet usahanya lebih dari 50%.

Baca juga: Berita Fintech Hari Ini: Tiga dari Empat Investor Reksa Dana Gunakan Platform Fintech dalam Berinvestasi

“KlikKami menjadi platform pinjaman online yang saya percaya. Sebelumnya saya sudah mencoba berbagai platform hingga akhirnya saya pilih KlikKami karena pelayannya bagus dengan bunga yang kompetitif. Pendanaan yang diberikan oleh KlikKami saat pertama kali Rp 6 juta, secara bertahap limitnya naik dan tenornya bisa lebih panjang. Karena pembayarannya lancar, sekarang saya sudah bisa mengajukan sampai Rp 16 juta,” ungkap Karen.

Tidak hanya sukses, Karen juga berbagi pengalaman hampir terjerat oleh pinjaman online (pinjol) ilegal akibat tergiur oleh penawaran yang menggiurkan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan mendukung upaya pemberantasan platform pinjol ilegal yang dapat merugikan masyarakat, terutama bagi mereka yang bertujuan menggunakan pinjaman online sebagai modal untuk kegiatan usaha.

“Alasan pakai pinjaman online sebenarnya karena sangat membantu kami yang tidak bisa mendapatkan kredit dari bank. Sedangkan pakai pinjaman online mudah cairnya. 30-60 menit sudah cair. Semoga KlikKami juga dapat memberikan opsi tenor yang lebih panjang agar biaya cicilan perbulan menjadi lebih ringan,” tambah Karen.

Cynthia Winata, Manager Operation KlikKami, menjelaskan bahwa saat ini profil penyaluran pendanaan KlikKami masih didominasi oleh sektor multiguna. Meskipun demikian, pihaknya terus mendorong agar pendanaan ke depannya bisa lebih banyak menyasar sektor produktif. KlikKami sendiri sudah memiliki rencana untuk memberikan program pendanaan dan produk yang lebih menguntungkan dari sisi tenor maupun limit pendanaan.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Ini Kata Pelaku Industri Terkait Rilis Aturan Baru Fintech Lending dari OJK

“Untuk maksimal tenor saat ini mencapai 120 hari, dan limit pinjaman Rp 16 juta. Kami berencana untuk meningkatkan lagi limitnya hingga Rp 30 juta dengan tenor yang lebih panjang. Semuanya sedang diproses upgrade termasuk bonus dan semacamnya. Aplikasi juga sedang dikembangkan. Jadi kami ingin betul-betul membantu nasabah kami yang sedang bergerak di bidang UMKM,” kata Cynthia.

Kredito: Mendorong Pertumbuhan UMKM di Tengah Pandemi

Adik Firdaus, Pemilik Barbershop Gedong 1, merasakan dampak positif pendanaan dari platform pinjaman online Kredito. Usahanya yang sudah berjalan selama 16 tahun sejak 2007 mengalami tantangan berat selama pandemi Covid-19. Dengan menerima pendanaan sebesar Rp 124 juta dari Kredito, Adik mampu mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya, yang hampir ditutup akibat pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus.

Baca juga: Berita Fintech Hari Ini: Transformasi DOKU Jadi Payment Global

“Ketika pandemi, usaha sempat kolaps. Ada sedikit pembiayaan yang saya dapatkan dari sumber lain tetapi hanya bisa untuk menutup biaya sewa dan operasional. Tahun 2022 barulah saya mengenal Kredito. Sedikit-sedikit bisa membantu untuk membeli peralatan seperti mesin cukur, gunting, dan lainnya. Jadi alokasinya lebih kepada fasilitas untuk menunjang kinerja usaha. Karena kalau sampai mesinnya rusak, maka akan berdampak pada bisnis yang makin menurun,” ungkap Adik.

Adik menjelaskan bahwa pendanaan dari Kredito tidak hanya membantu untuk memenuhi kebutuhan operasional tetapi juga memungkinkannya memberikan promo-promo menarik sebagai strategi untuk mempertahankan dan menarik lebih banyak pelanggan. Dengan dukungan pendanaan ini, pendapatan harian bisnisnya meningkat di atas 40%, mencapai Rp 1 – 2 juta dari sebelumnya hanya sekitar Rp 600 – 700 ribu.

Direktur Kredito, Daniel Soelistyo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Kredito telah menyalurkan pendanaan sekitar Rp 170 miliar kepada UMKM. Kredito terus melakukan riset dan pengembangan produk untuk memfasilitasi kebutuhan finansial UMKM dengan memanfaatkan teknologi dan meningkatkan peluang pendanaan melalui program kredit yang sesuai dengan kebutuhan UMKM di Indonesia.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: OJK Turunkan Bunga Pinjol, Begini Tanggapan Pelaku Usaha Fintech

“Kredito berupaya meningkatkan inklusi keuangan di kalangan UMKM melalui penyediaan produk pendanaan, salah satunya melalui kerja sama dengan e-commerce guna memperluas jangkauan akses pendanaan berbasis teknologi bagi UMKM. Selain itu, Kredito juga senantiasa melakukan berbagai program Literasi Keuangan untuk mendukung pemahaman UMKM dan masyarakat luas tentang manfaat pendanaan digital oleh Fintech,” pungkas Daniel.

Industri Fintech P2P Lending, yang diwadahi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), kini fokus menyalurkan pendanaan kepada masyarakat unbanked dan underserved sesuai dengan target yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Roadmap fintech lending mencapai penyaluran pendanaan ke sektor produktif dan UMKM sebesar 30% – 40% periode 2023 – 2024.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: OJK Bersama Asosiasi Fintech Gelar BFN dan IFSE 2023

Menurut data OJK, hingga September, outstanding pembiayaan yang disalurkan fintech P2P lending tumbuh 14,28% yoy menjadi Rp 55,70 triliun, dengan Tingkat Wanprestasi (TWP 90) yang terjaga pada 2,82%. Porsi pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM mencapai 36,57%, menunjukkan besarnya potensi kebutuhan pembiayaan dari UMKM nasional.

Iklan

ARTIKEL TERBARU