25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Berita Fintech Indonesia: Tingkatkan Kesejahteraan Anak, Julo Gandeng Unicef

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terkini terkait langkah PT Julo Teknologi Finansial (Julo) menggandeng lembaga PBB, Unicef.

Hal ini dilakukan oleh perusahaan fintech Julo dengan lembaga dana anak perserikatan bangsa-bangsa tersebut dalam rangka berdonasi untuk meningkatkan kesejahteraan anak Indonesia.

Dalam hal ini, Julo diketahui telah menyalurkan dana bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2023 lalu.

Berikut ini berita fintech Indonesia selengkapnya, seperti dinukil dari Tribunnews.com, Kamis (4/5/2023).

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Kata Pengamat soal Kinerja Industri Fintech Lending pada 2023

Berita Fintech Indonesia: Jumlah Donasi Rp100 Juta

Menurut Head of Marketing Julo, Mikhal Anindita, jumlah donasi dari Julo sebesar Rp 100 juta yang merupakan bagian dari Program Buka Berkah Julo.

Ia mengatakan, seluruh donasi dialokasikan untuk program Corporate Fellowship Unicef Indonesia dengan tujuan membantu meningkatkan kualitas hidup anak-anak secara menyeluruh.

Manfaat dari program itu, imbuhnya, mulai dari segi kesehatan, pemenuhan nutrisi, pendidikan, hingga lingkungan tumbuh kembang yang kondusif di seluruh Indonesia.

Kata Mikhal lagi, Buka Berkah Julo berlangsung sejak Ramadan 2023.

Lewat program tersebut, Julo mengajak nasabah untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan putra-putri Indonesia.

Setiap transaksi yang dilakukan pada Maret dan April 2023, akan dicatat sebagai program Corporate Fellowship Unicef Indonesia tingkat Gold.

Dalam periode tersebut, terdapat partisipasi mencapai 100.000 transaksi dari ribuan nasabah Julo.

Berita Fintech Indonesia: Kata Pengamat soal Kinerja Industri Fintech Lending pada 2023

Sebelumnya, menukil Bisnis.com, pengamat memberikan pandangan terkait kinerja industri fintech lending pada 2023.

Menurut pengamat, berbaliknya kinerja industri fintech (financial technology) lending dengan mencetak laba pada dua bulan pertama 2023 menandakan bahwa performa di industri ini mulai bergerak membaik, seiring dengan perbaikan ekonomi.

Disampaikan Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, terdapat beberapa faktor yang berdampak pada perolehan laba di industri fintech lending. 

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Didominasi Generasi Milenial, Kredit Macet Fintech Capai Rp645,55 M

Pertama, Bhima mengatakan bahwa periode 2020—2022 merupakan fase terberat bagi ekonomi. Imbasnya, membuat banyak peminjam yang gagal bayar.

Bhima menuturkan, saat ini merupakan tahun pemulihan ekonomi dan beberapa indikator menunjukkan adanya konsumsi yang positif.

“Di sektor perbankan sebagai perbandingan, pertumbuhan kredit konsumsi mulai naik, kredit modal kerja juga cukup bagus. Itu ikut menopang kinerja dari fintech lending,” katanya.

Kedua, adanya fase konsolidasi. Bhima mengatakan fintech lending mulai melakukan kolaborasi berupa merger atau akuisisi dengan perbankan atau sesama pemain fintech untuk meningkatkan kinerja.

Ketiga, industri fintech lending mulai menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) saat memberikan pinjaman.

Berita fintech Indonesia

“Fintech yang berkembang saat ini lebih prudent, lebih berhati-hati, dan syarat pinjaman yang lebih ketat,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Bhima, saat ini pemain fintech juga melakukan kolaborasi dengan perbankan guna menurunkan tingkat risiko kredit bermasalah.

Berangkat dari sejumlah faktor tersebut, Bhima meyakini bahwa industri fintech lending akan terus berkembang dengan memiliki kredit yang berkualitas pada 2023. 

“Menurut saya performa kredit fintech lending di 2023 akan semakin berkualitas. Ini yang juga akan membuat ekosistem fintech menjadi lebih dipercaya baik dari sisi investor, borrower, maupun lender,” tandasnya.

Bukukan Profit Rp98,25 Miliar

Berdasarkan data Statistik Fintech Lending yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 3 April 2023, industri fintech lending membukukan profit sebesar Rp98,25 miliar pada Februari 2023.

Raihan laba industri fintech lending jauh berbeda jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebab, industri fintech lending masih harus menanggung rugi bersih senilai Rp23,32 miliar pada Februari 2022.

Adapun jika dibandingkan secara bulanan (month-to-month/mtm), profit yang diraih industri fintech lending pada Februari 2023 melesat 94,66 persen mtm jika dibandingkan dengan posisi Januari 2023 yang hanya mencetak Rp50,48 miliar.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Terkait Pengembalian Dana Lender dan Kredit Macet Borrower, Ini Tanggapan Bos Investree

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE