Dalam lanskap berita fintech terbaru,Pasar Asia-Pasifik mulai menunjukkan stabilisasi, menurut laporan terbaru KPMG dalam Pulse of Fintech H2 2025. Kawasan ini dinilai telah melewati fase kontraksi terdalam, meski belum sepenuhnya pulih.
Sepanjang 2025, Asia-Pasifik mencatat total investasi fintech sebesar US$9,3 miliar melalui 763 transaksi, turun dari US$11,7 miliar pada 2024. Khusus semester II 2025, pendanaan mencapai US$4,6 miliar dari 362 transaksi. Data ini menjadi sorotan penting dalam berita fintech, karena menunjukkan laju penurunan yang mulai melandai.
“Angka tersebut menegaskan bahwa musim dingin pendanaan belum sepenuhnya berakhir, namun tekanan sudah tidak sedalam sebelumnya,” tulis laporan tersebut, dikutip dari Fintech News Singapore.
Investor Lebih Selektif, Bukan Mundur Total

Dalam dinamika berita fintech tahun ini, perubahan perilaku investor menjadi tema utama. Ketidakpastian makroekonomi, tensi geopolitik, dan tekanan profitabilitas masih membayangi pasar. Namun, investor kini lebih selektif ketimbang menarik diri sepenuhnya.
Sepanjang semester I 2025, pendanaan fintech Asia-Pasifik hanya mencapai US$4,3 miliar dari 363 transaksi — level terendah dalam lebih dari satu dekade. Secara global, investasi fintech turun menjadi US$44,7 miliar dari 2.216 kesepakatan, periode terlemah sejak 2020.
Dalam konteks berita fintech, kondisi ini menandai pergeseran dari ekspansi agresif menuju disiplin investasi yang lebih ketat, dengan fokus pada model bisnis yang skalabel dan jalur profitabilitas yang jelas.
AI Jadi Magnet Utama Investasi

Salah satu sorotan terbesar dalam berita fintech global adalah lonjakan investasi pada kecerdasan buatan (AI). Secara global, pendanaan fintech berbasis AI mencapai US$16,8 miliar pada 2025.
Investor kini memprioritaskan AI yang terintegrasi dalam infrastruktur keuangan, seperti:
- Kepatuhan (compliance)
- Deteksi fraud
- Manajemen risiko
- Otomatisasi operasional
Bank dan perusahaan asuransi memanfaatkan generative AI, large language models, hingga agentic AI untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses bisnis.
Menurut KPMG, dalam lanskap berita fintech saat ini, startup tidak lagi cukup hanya menambahkan label AI. Mereka harus menunjukkan diferensiasi teknologi serta dampak bisnis yang terukur.
Infrastruktur dan Payments Lebih Diminati

Selain AI, sektor infrastruktur seperti regtech, core banking, dan payments berbasis B2B menjadi prioritas. Secara global, investasi payments mencapai US$19,2 miliar pada 2025, meski jumlah transaksinya turun ke level terendah dalam sembilan tahun.
Di Asia-Pasifik, tren berita fintech menunjukkan minat investor bergeser ke:
- Platform modular transaksi lintas negara
- Orkestrasi multi-rail payments
- Integrasi kepatuhan
Beberapa transaksi besar semester II 2025 meliputi:
- PhonePe – US$600 juta
- AlloyX – US$350 juta
- Airwallex – US$330 juta
- Upsider – US$313,7 juta
- Toss – US$200 juta
- Honest – US$140 juta
Daftar ini mempertegas bahwa dalam peta berita fintech, pemain matang dengan fondasi kuat lebih menarik minat modal.
Aset Digital Pulih, Regulasi Jadi Faktor Kunci

Sektor aset digital juga menunjukkan pemulihan dengan investasi global hampir dua kali lipat menjadi US$19,1 miliar pada 2025.
Dalam perkembangan berita fintech, kawasan Asia-Pasifik aktif membangun kerangka regulasi. Hong Kong mempercepat rezim lisensi stablecoin, sementara negara lain mengembangkan tokenisasi aset dan mata uang digital bank sentral (CBDC).
Fokus industri kini bergeser dari spekulasi ke pembangunan infrastruktur keuangan yang teregulasi. Partisipasi institusi tradisional dalam stablecoin untuk treasury management dan pembayaran lintas negara pun meningkat.
2026: Era Seleksi Alam Fintech
Menurut proyeksi KPMG, AI tetap menjadi magnet utama investasi pada 2026, disertai konsolidasi fintech kecil yang mencari skala dan unit ekonomi lebih sehat.
Jika semester I 2025 ditandai kontraksi, semester II menunjukkan disiplin investasi yang lebih matang. Dalam lanskap berita fintech terbaru, jelas bahwa era pendanaan mudah telah berakhir.
Kini, fase baru industri akan lebih berpihak pada perusahaan fintech dengan:
- Fondasi keuangan kuat
- Efisiensi operasional
- Kepatuhan regulasi yang jelas
- Teknologi dengan dampak nyata
Transformasi ini menandai babak baru dalam evolusi berita fintech, di mana kualitas dan keberlanjutan menjadi kunci utama pertumbuhan di Asia-Pasifik.





