29 C
Jakarta
Senin, 26 Februari, 2024

Berita Kripto Hari Ini: Vietnam akan Pertimbangkan Regulasi Kripto

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini datang dari negara Vietnam yang disebut-sebut akan mempertimbangkan regulasi kripto.

Dalam hal ini, Pham Minh Chinh, perdana menteri Vietnam, dilaporkan pemerintah negara ini harus mempelajari peraturan kripto.

Hal ini didasari lantaran sebagian didasarkan pada penduduk yang terus memperdagangkan aset digital sekalipun mereka tidak punya pengakuan hukum.

Berikut ini berita kripto hari ini selengkapnya, seperti dikutip dari Liputan6.com, Rabu (2/11/2022).

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Oktober 2022, Pasar NFT OpenSea Cs Masih Cemerlang

Berita Kripto Hari Ini: RUU tentang Anti Pencucian Uang

Berdasarkan laporan 24 Oktober dari outlet berita online VnExpress, Chinh diketahui mengisyaratkan RUU tentang Anti Pencucian Uang, atau AML, mesti mengakui amandemen pada mata uang virtual mengingat “pada kenyataannya, orang masih memperdagangkan” kripto di negara tersebut. 

Adapun komentar perdana menteri menyarankan pemerintah Vietnam bisa mempertimbangkan regulasi kripto untuk mengatasi perannya dalam kejahatan keuangan.

“Penting untuk mempelajari sanksi yang tepat, dan menugaskan pemerintah untuk membuat peraturan terperinci,” ucap sang perdana menteri, dikutip dari Cointelegraph, Selasa (1/11/2022).

Sebagai informasi, pemerintah Vietnam sebagian besar tidak mengakui cryptocurrency seperti Bitcoin sebagai metode pembayaran di negara mereka. Meski demikian, mereka mengizinkan token untuk berada di area abu-abu yang tampaknya legal sebagai investasi. 

berita kripto hari ini

Vietnam Peringkat Pertama dalam Adopsi Kripto Global

Menurut sebuah laporan Chainalysis yang dirilis pada September lalu, Vietnam berada di peringkat pertama di antara semua negara dalam adopsi kripto pada 2022 dan 2021, dengan “daya beli yang sangat tinggi dan adopsi yang disesuaikan dengan populasi di seluruh alat cryptocurrency terpusat, DeFi, dan P2P.

Sejumlah anggota parlemen lokal sudah mendorong adopsi aset kripto lantaran ruang dan tingkat adopsi tumbuh. Pada Maret lalu, Wakil Perdana Menteri untuk Ekonomi Umum, Le Minh Khai, meminta Kementerian Keuangan mengeksplorasi dan mengubah undang-undang dengan tujuan mengembangkan kerangka kerja untuk cryptocurrency. 

Hal itu mengikuti inisiatif yang diumumkan oleh perdana menteri pada Juli 2021 yang mengarahkan Bank Negara Vietnam untuk mempelajari dan melakukan percontohan untuk mata uang digital.

Di samping itu, Majelis Nasional Vietnam akan membahas RUU anti pencucian uang pada 1 November dan kemungkinan menyetujui atau menolaknya pada akhir sesi keempat pada 15 November.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Elon Musk Beli Twitter, Harga DOGE Meroket

Berita Kripto Hari Ini: Inggris Siapkan Aturan Penyitaan Kripto

Pemerintah Inggris dikabarkan ingin lembaga penegak hukum bisa dengan mudah menyita aset kripto yang digunakan untuk mendanai terorisme. Departemen Dalam Negeri Inggris, ingin mencerminkan amandemen yang direncanakan pada RUU Kejahatan Ekonomi dan Transparansi Perusahaan yang akan memudahkan pihak berwenang untuk menyita kripto.

Adapun kripto akan disita kalau terlibat atau dipakai kejahatan yang tercantum dalam Undang-Undang Terorisme Inggris 2000 dan Undang-Undang Kejahatan dan Keamanan Anti-Terorisme 2001.

“Ini untuk memastikan lembaga penegak hukum kami, termasuk kepolisian kontra-terorisme, memiliki semua kekuatan yang diperlukan untuk secara efektif menyita, membekukan, dan kehilangan aset kripto yang dapat atau telah digunakan untuk tujuan teroris,” ucap juru bicara Kementerian Dalam Negeri, dikutip dari CoinDesk, belum lama ini.

Untuk diketahui, RUU Kejahatan Ekonomi dan Transparansi diperkenalkan pada bulan lalu dan menargetkan penggunaan kripto untuk kegiatan kriminal termasuk menghindari sanksi seperti yang ditempatkan di Rusia atas perang di Ukraina. 

Mencerminkan langkah-langkah ini dalam aturan kontra-terorisme negara memberi otoritas kekuatan untuk membekukan aset dalam kasus-kasus seperti penangkapan warga negara Inggris Hisham Chaudhary yang dinyatakan bersalah menggunakan Bitcoin untuk membantu mendanai Negara Islam.

Sekian ulasan tentang berita kripto hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Industri Kripto Indonesia sedang Turun, Ini Tanggapan Asosiasi Blockchain

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE