26.7 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Berita Kripto Hari Ini: Kasus FTX Bikin Kapitalisasi Pasar Kripto Turun

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini mengulas soal kasus jatuhnya bursa FTX yang membuat kapitalisasi pasar kripto menurun.

Sebagai informasi, akibat runtuhnya bursa milik Sam Bankman-Fried itu, saat ini total kapitalisasi pasar aset digital pun ikut turun pada bulan ini di bawah USD 800 miliar (Rp 2.587 triliun).

Adapun level tersebut yang tidak terlihat sejak awal 2021, menurut data dari TradingView. Berikut ini berita kripto hari ini selengkapnya, seperti dinukil dari Liputan6.com.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Pasca Runtuhnya FTX, Ini Dampaknya terhadap Sektor Kripto Indonesia

Berita Kripto Hari Ini: Turun Jadi Rp11.527 T

Melangsir CoinDesk, Jumat (18/11/2022), gejolak terbaru di pasar aset digital memangkas sekitar USD 183 miliar dari kapitalisasi pasar industri.

Diketahui, secara keseluruhan, kapitalisasi pasar aset kripto turun menjadi USD 736 miliar (Rp 11.527 triliun) pada 9 November—angka terendah sejak Januari 2021.

Adapun penurunan ini terjadi lantaran ambruknya FTX sehingga hal itu mengirim harga bitcoin dan mata uang kripto lainnya ke titik terendah baru pada saat itu.

Bitcoin (BTC), cryptocurrency terbesar, turun 22 persen selama tujuh hari hingga 13 November, kinerja mingguan terburuk dalam lima bulan. 

Saat ini, Bitcoin menyumbang USD 319 miliar dari seluruh kapitalisasi pasar cryptocurrency.  Di puncak pasar bull sekitar setahun yang lalu, saat bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa sekitar USD 69.000, nilai pasarnya berada di level USD 1 triliun.

Sementara itu, untuk seluruh kapitalisasi pasar kripto mencapai angka USD 3 triliun saat itu, tetapi telah menurun sejak saat itu. Harga bitcoin diketahui turun 5 persen selama tujuh hari terakhir dan telah diperdagangkan dalam kisaran USD 15.000 hingga USD 17.000.

Adapun selama pasar jatuh sebelumnya, kapitalisasi pasar total dari cryptocurrency juga kehilangan pijakan yang cukup besar. 

Pada Juli 2021, total kapitalisasi pasar turun menjadi USD 1,1 triliun setelah mencapai level tertinggi USD 2,5 triliun pada Mei 2021.

berita kripto hari ini

Berita Kripto Hari Ini: Binance akan Kembali Ajukan Penawaran Perusahaan Kripto Voyager

Pertukaran cryptocurrency terbesar di dunia, Binance US, saat ini kabarnya tengah bersiap untuk menawar platform pinjaman Voyager Digital yang bangkrut. Hal itu disampaikan oleh seseorang yang mengetahui rencana tersebut.

Menukil Coindesk, Kamis (17/11/2022), lelang sebelumnya, yang selesai sekitar akhir September lalu, melihat FTX yang sekarang sudah mati muncul sebagai “ksatria putih”, menang melawan rival Wave Financial dan Binance.  

Kala itu, CoinDesk pun melaporkan bahwa tawaran Binance untuk Voyager yang berbasis di AS sudah ditutup lantaran masalah keamanan nasional. Menyusul pengumuman FTX minggu lalu untuk mengajukan kebangkrutan, Voyager pun mengatakan bahwa mereka sudah membuka kembali proses penawaran untuk perusahaan itu dan sedang dalam diskusi aktif dengan penawar alternatif.

Wave Financial dan platform perdagangan Cross Tower dilaporkan sedang berjalan. Adapun token asli Voyager, VGX, melonjak sebanyak 50 persen setelah laporan CoinDesk diterbitkan dan pada saat artikel ini dirilis, VGX naik lebih dari 40 persen pada USD 0,4066.

Mitra pengelola di perusahaan investasi 507 Capital, Thomas Braziel, mengatakan bahwa masalah ini diperumit oleh fakta Voyager akan mengajukan klaim terhadap real FTX atas pelanggaran kontrak.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Daftar Perusahaan Kripto yang Bangkrut Tahun Ini

“Masalahnya adalah klaim tersebut hanya akan melawan FTX US. Saya khawatir banyak agunan akan disimpan dalam perwalian. Jadi, penyebab tindakan apa pun yang mereka lakukan bisa berakhir di belakang semua pelanggan. Dan masalahnya adalah jika pelanggan tidak akan dibuat utuh, lalu apa nilai klaim tanpa jaminan Anda? Ini akan bernilai bupkis,” ucapnya dalam sebuah wawancara, dikutip dari Coindesk.

Di lain sisi, pada awal pekan ini, CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) mengatakan bahwa pertukarannya tengah menyiapkan dana pemulihan industri untuk membantu membangun kembali industri.

“Binance tidak ingin menjadi ‘ksatria putih’ kripto’. Tidak ada Luke Skywalker atau Darth Vaders dalam bisnis. Ini adalah perusahaan, dengan kerugian terbesar sebagai pemimpin pasar, melihat sekeliling untuk melihat di mana kami dapat membantu meningkatkan industri melalui acara angsa hitam,” sebut Kepala Komunikasi Binance, Patrick Hillmann.

Changpeng Zhao: Perlindungan Konsumen Kripto Tanggung Jawab Semua Pihak

Terkait maraknya kasus kejahatan dan runtuhnya para pemain besar di industri kripto, keamanan investor kripto sebagai konsumen pun terancam. Menyikapi hal itu, CEO Binance Changpeng Zhao menyebut bahwa perlindungan konsumen kripto menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Industri kripto punya peran untuk melindungi konsumen tak hanya regulator, bukan tugas regulator 100 persen untuk melindungi konsumen. Jadi, perlindungan konsumen adalah tanggung jawab semuanya,” ucapnya dalam acara B20 Summit Indonesia, di Bali, Senin (14/11/2022) lalu.

Zhao menambahkan, konsumen pun bertanggung jawab atas perlindungan dirinya sendiri dengan mengedukasi diri terkait kripto. 

“Kami dari Binance tak hanya sebagai exchanger, tetapi kami juga memberikan fasilitas untuk orang mengakses kripto. Kami mempunyai Coinmarketcap sebagai tempat informasi kripto,” paparnya.

Terkait regulasi soal kripto, ia menyebut bahwa industri saat ini membutuhkan regulasi untuk mengurangi berbagai kejahatan.

“Semuanya memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan pada konsumen. Kita juga membutuhkan banyak regulasi dari regulator,” paparnya. 

Saat ini, sambungnya, banyak regulator yang menyamakan pertukaran kripto seperti bank, padahal menurut Zhao keduanya sangat berbeda. 

“Saat in banyak regulasi yang menekankan pada KYC (Know Your Customer) dan AML (Anti Money Laundering), banyak regulator yang menganggap exchange beroperasi seperti bank, padahal sistemnya sangat berbeda,” jelasnya.

Lebih jauh, dirinya pun menyarankan supaya pelaku industri bisa lebih transparan dan terus bekerja sama dengan regulator di seluruh dunia agar ekosistem di industri kripto semakin baik ke depannya.

Sekian ulasan tentang berita kripto hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Kripto Rp1,3 T Dipindahkan Alameda Research ke Alamat Dompet Baru

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE