26.2 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Biaya Asuransi Kesehatan Berdasarkan Jenisnya, Ini Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Biaya asuransi kesehatan tentu penting diketahui jika kamu tertarik membeli produk asuransi yang satu ini.

Seperti diketahui bersama, asuransi memang menjadi salah satu cara untuk melindungi diri sendiri, masa depan, kondisi keuangan, dan orang-orang tercinta di masa depan.

Adapun tujuan utama dari asuransi secara umum, yakni sebagai proteksi atau perlindungan apapun jenis asuransi yang dipilih.

Nah, bagi kamu yang memang tertarik untuk membeli produk asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi terpercaya di Indonesia, berikut ini ulasan selengkapnya soal biaya asuransi yang penting kamu ketahui, seperti dinukil dari Qoala.

Baca juga: Asuransi Kesehatan Anak: Rekomendasi Produk & Cara Memilihnya

Sekilas tentang Asuransi Kesehatan

Pada dasarnya, asuransi kesehatan merupakan jenis asuransi yang mencakup biaya medis, bedah atau operasi, dan perawatan kesehatan lainnya.

Adapun pemegang polis asuransi jenis ini juga akan memperoleh pertanggungan dari perusahaan asuransi setelah mengalami kecelakaan, yang artinya asuransi kesehatan akan mengcover biaya perawatan.

Manfaat Asuransi Kesehatan

Tentunya, seseorang tidak akan membeli produk asuransi kesehatan tanpa tahu terlebih dahulu apa saja manfaat akan diperoleh nantinya. Sebagai gambaran, inilah beberapa manfaatnya:

  • Tidak perlu pusing soal biaya ketika sakit
  • Tidak merepotkan keluarga
  • Mendapatkan perawatan yang tepat

Jenis Asuransi Kesehatan

  1. Asuransi rawat inap
  2. Asuransi rawat jalan
  3. Asuransi personal
  4. Asuransi kelompok
  5. Asuransi swasta
  6. Asuransi pemerintah

biaya asuransi kesehatan

Jenis Biaya Asuransi Kesehatan

Di samping premi asuransi, juga ada lho biaya-biaya lainnya yang dikenakan pada asuransi kesehatan. Akan tetapi, kebanyakan biaya ini ada di jenis asuransi unit link, yakni terkait biaya pengelolaan asuransi. Berikut ini uraian selengkapnya.

1. Biaya Akuisisi — Biaya Asuransi Kesehatan

Untuk diketahui, biaya akuisisi adalah biaya yang dibebankan pada produk asuransi unit link dengan jumlah yang berbeda antar produk. Adapun besaran biayanya akan menggunakan persentase tertentu dari premi dasar unit link.

Sekalipun terbilang besar secara persentase, tetapi jumlahnya akan menurun dari tahun ke tahun. Pemegang polis pun mesti membayar biaya ini selama 3 hingga 5 tahun.

2. Biaya Polis: Biaya Asuransi Kesehatan

Biaya yang berikut ini akan dikenakan untuk berbagai aktivitas yang berhubungan dengan polis asuransi, mulai dari percetakan, penjilidan, pengemasan, hingga pengiriman polis kepada pemegang polis yang sah.

Di samping itu, juga ada biaya meterai yang barangkali masuk ke dalam biaya polis. Meterai tentunya diperlukan sebagai keabsahan hukum. Dalam hal ini, pemegang polis hanya perlu membayar biaya ini sekali, yaitu di awal penerbitan polis.

Adapun untuk besaran biayanya barangkali akan berbeda antara perusahaan asuransi yang satu dengan lainnya.

3. Biaya Administrasi — Biaya Asuransi Kesehatan

Asuransi pun hadir dengan biaya administrasi, selayaknya perjanjian lainnya. Biaya admin ini lazimnya dipakai untuk layanan operasional kepada para pemegang polis.

Administrasi dalam hal ini berupa notifikasi tagihan jatuh tempo atau penerimaan polis via telepon, layanan informasi saldo investasi, dan lainnya. Biayanya pun sangat bervariasi, tetapi kisarannya masih cukup terjangkau.

4. Biaya Asuransi (Cost of Insurance)

Biaya asuransi lazimnya dikenal sebagai premi asuransi. Adapun aktuaria perusahaan penyedia asuransi sudah menghitung dana yang akan mereka pakai untuk membayarkan manfaat dari jenis asuransi yang dipilih pembeli jika pihak tertanggung mengalami risiko.

Sementara itu, di produk asuransi syariah, biaya yang satu ini disebut sebagai dana tabarru alias dana tolong-menolong. Adapun untuk akadnya sendiri memakai akad hibah dari peserta asuransi.

5. Biaya Pengelolaan Investasi

Perusahaan asuransi dewasa ini juga mulai menawarkan manfaat investasi. Nah, ketika memilih jenis asuransi ini, pemegang polis asuransi mesti membayarkan biaya pengelolaan investasi.

Hal itu karena mengelola investasi bukanlah hal yang gampang. Di sini, perusahaan asuransi akan bekerja sama dengan bank kustodi sebagai tempat untuk menyimpan dana investasi tersebut.

Maka dari itu, ada biaya pengelolaan investasi dengan kisaran hingga 5% per tahun dari dana yang dikelola.

Baca juga: Asuransi Kesehatan Allianz Terbaik, Inilah 4 Pilihannya

6. Biaya Penarikan Dana (Withdrawal Fee)

Pada kondisi tertentu, pemegang polis barangkali mesti melakukan penarikan dana. Apa pun alasannya, mereka tetap akan dikenakan biaya dengan kisaran 1 hingga 5% dari jumlah dana yang mereka tarik.

Biaya itu nantinya dibebankan oleh perusahaan asuransi supaya pemegang polis tidak mengambil uang premi yang mereka setorkan sesuka hati mereka.

Dengan adanya biaya asuransi ini, pemegang polis akan berpikir ulang untuk terus-terusan melakukan penarikan dana.

7. Biaya Pengalihan Dana (Switching)

Adapun biaya pengalihan dana tidak akan dibebankan jika pemegang polis tidak berniat mengalihkan dana investasi.

Biaya ini lazimnya berlaku hanya untuk asuransi unit link. Di sini, pemegang polis dapat memindahkan dana investasinya, tetapi ia mesti membayar biaya pengalihan dana.

8. Biaya Pembatalan Polis

Sebagai informasi, pemegang polis memang dapat membatalkan polisnya dalam kurun waktu tertentu. Akan tetapi, tindakan itu mengharuskannya membayar sejumlah dana sebagai biaya pembatalan polis.

Nah, supaya polis tetap berjalan tanpa ada pembatalan, ada baiknya pemegang polis mempelajari jenis asuransi yang akan dipilih dengan benar sehingga ia pun tahu manfaat dan risiko yang akan didapatkan, termasuk jumlah uang yang mesti dikeluarkan untuk polis yang dipegang.

9. Biaya Pemeliharaan

Biaya pemeliharaan adalah biaya asuransi yang memang jarang terdengar dan hanya dikenakan pada asuransi yang punya biaya akuisisi seperti premi tunggal.

10. Biaya Redemption/Surrender

Biaya ini tidak jauh berbeda dengan biaya pembatalan polis. Kalau kamu berniat untuk membatalkan atau menutup polis di awal tahun berjalan maka biaya yang mesti kamu keluarkan cukup besar.

11. Biaya Asuransi Tambahan

Adakalanya, pemegang polis ingin memperoleh manfaat tambahan dari apa yang mereka dapatkan. Nah, setiap asuransi yang punya tambahan, yang umumnya disebut sebagai rider, mengharuskan kamu untuk membayarkan sejumlah biaya

Tips Memilih Asuransi Kesehatan

Untuk dapat memperoleh produk proteksi kesehatan terbaik, berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  • Menawarkan metode klaim cashless
  • Jaringan rumah sakit yang luas
  • Premi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
  • Asuransi kesehatan murni
  • Manfaat yang diberikan

Sekian ulasan tentang biaya asuransi kesehatan yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Asuransi Kesehatan Karyawan: Jenis & Rekomendasi Terbaiknya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE