26.2 C
Jakarta
Jumat, 1 Juli, 2022

Berapa Biaya HSG untuk Cek Kesuburan? Intip Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com – Biaya HSG atau histerosalpingografi penting diketahui oleh mereka yang ingin tahu soal masalah kesuburannya.

HSG sendiri menjadi salah satu tes kesuburan yang biasanya disarankan. Biaya tesnya di tiap fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit atau klinik, tentu saja juga akan berbeda-beda, sesuai dengan fasilitas kesehatan yang mengadakannya.

Seperti diketahui, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan pasangan suami istri belum juga dikaruniai buah hati, yang salah satunya adalah faktor kesuburan.

Nah, guna memastikan hal ini, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesuburan melalui tes HSG. Lantas, berapa biayanya? Simak yuk ulasannya di bawah ini!

Apa Itu Tes HSG?

Tes atau cek HSG merupakan prosedur pemeriksaan menggunakan rontgen atau sinar X radiologi untuk melihat bagian dalam rahim dan tuba fallopi. Tes ini dilakukan untuk melihat apakah saluran tuba kamu tertutup akibat tersumbat sebagian atau seluruhnya.

Tes ini juga digunakan untuk melihat ukuran dan bentuk rahim. Di samping rontgen, pemeriksaan HSG dapat menggunakan pewarna kontras yang larut dalam air juga.

Adapun pewarna kontras ini bakal disuntikkan sehingga bentuk rahim dan saluran tuba akan tampak lewat pencitraan.

Manfaat Melakukan Tes HSG

Sekiranya dokter kandungan menemukan adanya penyumbatan, kemungkinan hal itulah yang menjadi faktor penghambat kehamilan kamu atau pasangan. Pasalnya, faktor penyumbatan bakal menyulitkan sel sperma untuk mencapai sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan.

Cek HSG sendiri merupakan pemeriksaan yang bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya gangguan, misalnya polip dan mioma di dalam rahim. Mioma disebut juga dengan kondisi perlengketan dinding rahim. Semuanya itu adalah penyebab dari keguguran berulang.

Di samping untuk masalah susah hamil, HSG pun dilakukan bagi perempuan yang sering mengalami keguguran. Berikut ini beberapa masalah kesuburan yang dapat diidentifikasi lewat tes HSG:

*  Struktur uterus yang abnormal. Biasanya sih kondisi seperti ini faktor penyebabnya adalah keturunan.

*  Penyumbatan saluran telur.

*  Jaringan luka pada uterus.

*  Fibroid yang tumbuh pada rahim.

*  Tumor pada rahim atau tumor ovarium

Kriteria Perempuan yang Perlu Melakukan Tes HSG  

*  Mempunyai masalah kesuburan atau infertilitas.

*  Ada penyumbatan pada saluran tuba.

*  Mengalami keguguran berulang kali.

*  Sering mengalami nyeri hebat saat haid.

Berikut ini beberapa syarat yang harus diperhatikan melakukan cek HSG:

*  Tidak boleh berhubungan intim minimal dua hari sebelum tes dilakukan.

*  Jangan dilakukan saat sedang menstruasi. Karena bila dilakukan saat haid. dikhawatirkan malah menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah.

*  Jangan dilakukan kalau kamu mengalami infeksi di saluran reproduksi atau daerah panggul.

*  Tidak mengidap penyakit seksual menular.

*  Baru menjalani operasi rahim atau operasi saluran telur, sebaiknya jangan melakukan prosedur tes HSG.

Baca juga: Biaya Program Hamil, Berapa Ya? Intip Yuk di Sini

Apakah HSG Itu Sakit?

Buat sebagian perempuan, tes HSG boleh jadi akan menimbulkan rasa sakit. Namun, ada juga pasien perempuan yang tidak merasakan nyeri apa pun saat dilakukan pemeriksaan.

Hal itu sendiri dipengaruhi oleh kemampuan setiap orang untuk menoleransi rasa sakit. Bagi yang merasakan sakit, biasanya hal itu ditimbulkan saat alat kateter dan cairan kontras disuntikkan ke tubuh.

Adapun rasa sakit yang dirasakan sama dengan rasa kram perut yang biasanya dirasakan saat menstruasi. Nah, untuk menghindari rasa sakit ini, dokter biasanya akan memberikan obat pereda nyeri kepada pasien sekitar satu jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Persiapan sebelum Tes HSG

Agar bisa menjalani tes HSG demi mengetahui kondisi kesuburan, kamu harus melalui beberapa tahap ini terlebih dahulu:

*  Konsultasi dengan dokter spesialis kesuburan

*  Ingat siklus haid

*  Jenis makanan pemicu alergi

*  Minum obat antiinflamasi

*  Tanyakan tentang obat antibiotik

*  Bawa pantyliner atau pembalut

Perawatan Pasca HSG dan Risiko yang Bisa Terjadi

Sebenarnya, pemeriksaan HSG ini merupakan proses yang sederhana sebab hanya memakan waktu 30 menit. Usai melakukan tes, kamu bisa beraktivitas normal kembali sebab pasien HSG adalah pasien manfaat rawat jalan.

Namun, akan ada efek samping atau risiko yang dapat muncul sebagai efek dari menjalani prosedur ini. Perhatikan ya kalau kamu mengalami kondisi seperti berikut.

*  Infeksi

*  Pingsan selama atau sesaat setelah tes

*  Terpapar radiasi dari tes

*  Pendarahan setelah pemeriksaan

Efek Samping Tes HSG

Sebaiknya kamu segera menghubungi dokter jika mengalami gejala seperti di bawah ini:

*  Demam

*  Nyeri dan kram yang sangat hebat

*  Keluar cairan dari vagina yang berbau

*  Pingsan

*  Perdarahan hebat dari vagina

*  Muntah

Setelah HSG, Kapan Boleh Berhubungan Intim?

Bagi perempuan yang baru saja melakukan pemeriksaan HSG, ada baiknya lebih berhati-hati jika akan melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Sejatinya, boleh saja melakukan hubungan intim setelah melakukan tes HSG. Namun, sebaiknya perhatikan dulu apakah masih ada bercak darah yang keluar dari vagina atau tidak.

Biasanya, bercak darah ini bakal hilang dengan sendirinya setelah 1—2 hari sehingga boleh saja jika mau berhubungan intim setelah HSG, tetapi sebaiknya tunggu sekitar 1—2 hari ya.

Baca juga: Daftar Produk Asuransi Kehamilan Terbaik untuk Ibu Hamil

Biaya HSG

Biaya HSG di Klinik dan Rumah Sakit

Adapun pemeriksaan HSG dapat dilakukan di rumah sakit umum, rumah sakit ibu dan anak, atau di klinik khusus kesehatan dan kesuburan. Kebijakan dari masing-masing penyedia layanan tersebut akan mempengaruhi besaran biaya tes yang dipatok.

Tarif yang dibanderol biasanya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Nah, kamu bisa dapatkan kisaran biaya tes kesuburan melalui pemeriksaan HSG selengkapnya di beberapa klinik dan rumah sakit Indonesia berikut ini, sebagaimana dikutip dari Alodokter.

*  Siloam Hospitals, Bali: Dimulai dari Rp2.594.000

*  Siloam Hospitals, Balikpapan: Dimulai dari Rp2.512.000

*  Rumah Sakit Kebon Jati, Bandung: Dimulai dari Rp2.098.000

*  Parahita Diagnostic Center Kopo, Bandung: Dimulai dari Rp1.350.000

*  Rumah Sakit Immanuel, Bandung: Dimulai dari Rp730.200

*  RS Awal Bros, Batam: Dimulai dari Rp1.600.000

*  Siloam Hospitals, Bekasi Timur: Dimulai dari Rp2.711.000

*  Primaya Hospital, Bekasi Barat: Dimulai dari Rp2.343.000

*  Mitra Keluarga, Bekasi: Dimulai dari Rp1.610.000

*  Siloam Hospitals, Bogor: Dimulai dari Rp2.000.000

*  RS EMC Sentul, Bogor: Dimulai dari Rp1.850.000

*  Mitra Keluarga, Cikarang: Dimulai dari Rp1.500.000

*  RS Mitra Plumbon, Cirebon: Dimulai dari Rp525.000

*  Rumah Sakit Citra Medika, Depok: Dimulai dari Rp650.000

*  Siloam Hospitals Asri, Jakarta Selatan: Dimulai dari Rp3.582.000

*  SamMarie Wijaya, Jakarta Selatan: Dimulai dari Rp1.405.000

*  Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta Barat: Dimulai dari Rp3.582.000

*  Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat: Dimulai dari Rp800.000

*  Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur: Dimulai dari Rp1.591.590

*  Mitra Keluarga Kemayoran, Jakarta Utara: Dimulai dari Rp2.045.000

*  Klinik Teratai Gading Pluit, Jakarta Utara: Dimulai dari Rp1.700.000

*  RSU Pekerja, Jakarta Utara: Dimulai dari Rp850.000

*  Primaya Evasari Hospital, Jakarta Pusat: Dimulai dari Rp2.130.000

*  Rumah Sakit Umum YARSI, Jakarta Pusat: Dimulai dari Rp1.785.000

*  RSU Bunda Jakarta, Jakarta Pusat: Dimulai dari Rp1.523.000

*  RS Permata Hati Bungo, Jambi: Dimulai dari Rp900.000

*  RS Lira Medika, Karawang: Dimulai dari Rp1.790.000

*  Rumah Sakit Islam Faisal, Makassar: Dimulai dari Rp1.800.000

*  RS Ibnu Sina YW UMI, Makassar: Dimulai dari Rp1.200.000

*  Parahita Diagnostic Center, Malang: Dimulai dari Rp1.350.000

*  Siloam Hospitals, Manado: Dimulai dari Rp2.000.000

*  RSU Bunda BMC, Padang: Dimulai dari Rp1.800.000

*  Primaya Hospital Betang Pambelum, Palangkaraya: Dimulai dari Rp1.600.000

*  Siloam Sriwijaya, Palembang: Dimulai dari Rp1.990.000

*  Charitas Hospital Kenten, Palembang: Dimulai dari Rp416.000

*  RS Awal Bros, Pekanbaru: Dimulai dari Rp1.600.000

*  RS Hermina, Pekanbaru: Dimulai dari Rp1.000.000

*  Rumah Sakit Islam, Purworejo: Dimulai dari Rp330.000

*  Columbia Asia Hospital, Semarang: Dimulai dari Rp1.850.925

*  Mitra Keluarga Waru, Sidoarjo: Dimulai dari Rp2.261.000

*  RSU Karisma, Subang: Dimulai dari Rp460.000

*  Siloam Hospitals, Surabaya: Dimulai dari Rp2.631.200

*  Parahita Diagnostic Center, Surabaya: Dimulai dari Rp1.350.000

*  Parahita Diagnostic Center Solo, Surakarta: Dimulai dari Rp1.350.000

*  Primaya Hospital, Tangerang: Dimulai dari Rp2.130.000

*  RS Keluarga Kita, Tangerang: Dimulai dari Rp1.050.000

*  Rumah Indonesia Sehat Hospital, Tangerang Selatan: Dimulai dari Rp1.625.000

*  RS Islam Asshobirin, Tangerang Selatan: Dimulai dari Rp1.404.000

*  Siloam Hospitals, Yogyakarta: Dimulai dari Rp1.495.000

*  RS PKU Muhammadiyah, Yogyakarta: Dimulai dari Rp384.000

Di samping itu, jangan lupa juga untuk mempersiapkan biaya jasa konsultasi dokter spesialis kandungan, dengan kisaran mulai Rp300 ribu—Rp400 ribu, di luar biaya obat-obatan dan lainnya.

Harga Cek HSG di Laboratorium

Selain di rumah sakit dan klinik, cek atau tes HSG pun dapat dilakukan di laboratorium, dengan rincian biaya sebagai berikut.

*  Prodia: Rp1,65 juta. Biayanya sudah termasuk biaya konsultasi dengan spesialis radiologi.

*  Biaya HSG di lab Pramita: Biayanya sekitar Rp1,3 juta.

Apakah Biaya HSG Ditanggung oleh BPJS Kesehatan?

Memang, biaya tes kesuburan terbilang mahal sehingga perlu persiapan matang ketika merencanakan untuk menjalani tes ini. Kabar baiknya, pemerintah menawarkan manfaat BPJS kesehatan sebagai layanan asuransi sosial untuk masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk menanggung biaya kesehatan.

Namun, tidak semua layanan kesehatan bisa ditanggung BPJS. Apakah tes kesuburan, seperti HSG, bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan?  Secara umum, hampir semua jenis jenis pengobatan penyakit bisa ditanggung BPJS, tetapi pemeriksaan laboratorium yang ditanggung BPJS boleh dibilang sangat terbatas, misalnya tes darah, tes urine, tes gula darah, dan tes feses.

Nah, semua pemeriksaan itu tergolong dalam pemeriksaan sederhana sebagai pendukung upaya penanganan penyakit. Terkait dengan biaya HSG untuk mengetahui kondisi kesuburan, BPJS Kesehatan tidak bisa menanggungnya sebab tes ini bukan bagian dari upaya penyembuhan. Artinya, untuk biaya tes ini, kamu harus menggunakan uang sendiri.

Baca juga: Asuransi Melahirkan BCA — Polis hingga Cara Klaimnya

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Apa Itu Payment Gateway: Manfaat & Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu payment gateway dan contohnya? Buat para pelaku bisnis, istilah ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Sistem PaymentGateway...

Cari Pinjaman Bunga Rendah? Ini Solusinya!

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pinjaman bunga rendah hadir untuk memfasilitasi kebutuhan dana di masyarakat. Belakangan ini, tren menggunakan layanan pinjaman online atau pinjol cukup...

Daftar Pinjaman Online Berizin OJK per Maret 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar pinjaman online berizin OJK atau Otoritas Jasa Keuangan terbaru telah resmi dirilis pada Maret 2022 lalu. Perilisan ini dilakukan lantaran maraknya...

P2P Lending adalah — Kelebihan hingga Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – P2P Lending adalah teknologi keuangan (fintech) yang kian diminati oleh masyarakat dalam beberapa tahun belakangan. Ada 2 pendekatan dalam konsepnya, yakni sebagai...

Apa Itu Peer to Peer Lending? Begini Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Ada banyak hal yang sejatinya perlu diketahui tentang apa itu peer to peer lending, termasuk hingga ke cara kerjanya. Pada dasarnya, P2P...
LANGUAGE