26.4 C
Jakarta
Sabtu, 25 Juni, 2022

Biaya Imunisasi Anak Terbaru 2022, dari Balita hingga Remaja

JAKARTA, duniafintech.com – Biaya imunisasi anak, jadwal, dan jenis vaksin yang diberikan adalah hal penting yang harus diperhatikan oleh orang tua.

Setidaknya, ketiga hal itu perlu dipahami saat hendak membawa si buah hati untuk melakukan imunisasi.

Sebagaimana diketahui, bayi yang baru lahir tentunya harus melakukan imunisasi sebagai upaya membentuk sistem kekebalan tubuh dan mencegah datangnya penyakit berbahaya. 

Mengingat banyaknya imunisasi yang mesti dilakukan, sebagai orang tua, kamu juga akan memperhatikan biaya imunisasi untuk si kecil.

WHO sendiri telah menyatakan bahwa imunisasi adalah sebuah proses ketika seseorang menjadi kebal atau resisten terhadap penyakit menular.

Imunisasi pun menjadi sebuah upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan tidak mudah terserang penyakit.

Oleh sebab itu, wajib hukumnya bagi orangtua untuk memberikan imunisasi kepada anak, sebagaimana tertera pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013.

Baca jugaReview Lengkap Tabungan Anak BCA, dari Jenis hingga Syaratnya

Jenis Imunisasi Anak

Sejak anak lahir, ada lebih dari lima jenis  imunisasi yang setidaknya wajib diberikan kepada anak. Nah, berikut ini jenis-jenis imunisasi yang harus diperoleh anak dari balita hingga remaja.

1. Imunisasi hepatitis B

Tujuan dari imunisasi hepatitis B adalah untuk mencegah penyakit hepatitis B yang menyerang hati dan bisa menimbulkan komplikasi berbahaya, misalnya sirosis dan kanker hati.

Imunisasi ini diberikan sebanyak 4 kali, yaitu pertama diberikan saat bayi baru saja lahir atau paling lambat 12 jam setelah bayi lahir. Kemudian, imunisasi kembali diberikan secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

2. Imunisasi polio

Imunisasi yang satu ini penting dilakukan supaya anak terhindar dari penyakit polio yang menyerang sistem saraf di otak dan saraf tulang belakang. Jenis vaksin polio yang digunakan di Indonesia adalah vaksin polio tetes yang diberikan sebanyak 4 kali.

Pertama, akan diberikan ketika bayi baru lahir atau paling lambat saat usianya 1 bulan. Imunisasi berikutnya diberikan saat usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Biasanya, vaksin polio dengan suntik akan diberikan pada usia 4 bulan.

3. Imunisasi BCG

Imunisasi BCG ini penting dilakukan untuk melindungi tubuh dari kuman penyebab penyakit tuberkulosis. Penyakit ini bisa menyerang saluran pernapasan, tulang, otot, menyebabkan penyakit kelenjar getah bening, kulit, otak, saluran cerna, hingga ginjal.

Imunisasi BCG hanya dilakukan 1 kali, yang diberikan pada bayi usia 2 atau 3 bulan lewat suntikan.

4. Imunisasi campak

Jenis imunisasi ini akan diberikan untuk mencegah penyakit campak yang dapat menyebabkan pneumonia, diare, dan radang otak (ensefalitis). Imunisasi campak diberikan sebanyak 3 kali, yaitu ketika usia 9 bulan, 18 bulan, dan 6 tahun.

Akan tetapi, kalau anak telah diberikan vaksin MR/MMR di usia 15 bulan maka pemberian imunisasi campak di usia 18 bulan tidak perlu dilakukan. Pasalnya, vaksin MR/MMR itu telah mengandung vaksin campak.

5. Imunisasi DPT-HB-HiB

Imunisasi jenis yang satu ini dapat memberikan perlindungan dari 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis.

Imunisasi DPT-HB-HiB ini wajib dilakukan sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.

Imunisasi Tambahan

Di samping imunisasi wajib yang mesti dilakukan tadi, juga ada imunisasi tambahan untuk menjaga kekebalan tubuh anak hingga dewasa. Berikut ini penjelasannya.

a. Vaksin MR/MMR: untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.

b. Vaksin pneumokokus (PCV): untuk mencegah infeksi kuman pneumokokus yang bisa menyebabkan penyakit pneumonia, radang telinga, dan meningitis. 

c. Vaksin rotavirus: untuk melindungi anak dari gastroenteritis penyebab diare.

d. Vaksin hepatitis A dan tifoid: untuk mencegah penyakit hepatitis A dan demam tifoid pada anak.

e. Vaksin varisela: untuk mencegah infeksi virus varicella-zoster penyebab cacar air.

f. Vaksin influenza: untuk memberikan perlindungan pada ISPA akibat flu.

g. Vaksin HPV: untuk mencegah kanker serviks.

h. Vaksin Japanese encephalitis: untuk mencegah virus Japanese encephalitis yang menyebabkan penyakit radang otak. 

Baca juga5 Cara ke Psikiater dengan BPJS Kesehatan, Ini Panduannya

biaya imunisasi anak

Biaya Imunisasi Anak hingga Dewasa Terbaru 2022

Sebagai ilustrasi, inilah biaya imunisasi terbaru yang dapat dijadikan referensi, mulai dari harga vaksin Hepatitis A hingga harga vaksin MMR.

1. Hepatitis B

Kisaran harga: Rp90.000—Rp120.000

Usia imunisasi:

a. Saat pertama  lahir

b. 2 bulan

c. 3 bulan

d. 4 bulan

2. Polio

Kisaran harga: Rp85.000—Rp300.000

Usia imunisasi:

a. Saat lahir

b. 2 bulan

c. 3 bulan

d. 4 bulan

3. BCG

Kisaran harga: Rp250.000—Rp375.000

Usia imunisasi:

a. 2 bulan

4. DTP (difteri, tetanus, pertusis)

Kisaran harga: Rp135.000—Rp300.000

Usia imunisasi:

a. 2 bulan

b. 3 bulan

c. 4 bulan

d. 18 bulan

5. Hib

Kisaran harga: Rp215.000—Rp290.000

Usia imunisasi:

a. 2 bulan

b. 4 bulan

6. PCV (pneumonia)

Kisaran harga: Rp400.000—Rp800.000

Usia imunisasi:

a. 2—6 bulan

7. Rotavirus

Kisaran harga: Rp280.000—Rp400.000

Usia imunisasi:

a. 2—6 bulan

8. Influenza

Kisaran harga: Rp165.000—Rp290.000

Usia imunisasi:

a. 6 bulan—18 tahun

9. Campak

Kisaran harga: Rp130.000—Rp155.000

Usia imunisasi:

a. 9 bulan

10. MMR (gondong, campak, rubella)

Kisaran harga: Rp165.000—Rp475.000

Usia imunisasi:

a. 15 bulan

11. Tifoid

Kisaran harga: Rp150.000—Rp400.000

Usia imunisasi:

a. 2—18 tahun

12. Hepatitis A

Kisaran harga: Rp350.000—Rp550.000   

Usia imunisasi:

a. 2—18 tahun

13. Varisela (cacar air)

Kisaran harga: Rp450.000—Rp630.000   

Usia imunisasi:

a. 1—18 tahun

Di samping sejumlah vaksin di atas, inilah beberapa vaksin tambahan yang sebaiknya diberikan pada anak supaya kesehatannya terjamin.

1. Harga vaksin pneumokokus: Rp600 ribu hingga Rp870 ribu.

2. Harga vaksin Tdap: Rp130 ribu hingga Rp400 ribu.

3. Harga vaksin HPV: Rp700 ribu hingga Rp1,3 juta.

4. Harga vaksin dengue: Rp1 juta.

5. Harga vaksin Japanese Encephalitis: Rp450 ribu hingga Rp1 juta.

Adapun data biaya imunisasi di atas adalah biaya imunisasi khusus di pulau Jawa yang diperoleh dari Imaos.id. Biaya imunisasi setiap daerah dan rumah sakit tentu saja berbeda-beda.

Berapa Biaya Imunisasi di Puskesmas?

Untuk diketahui, pemerintah memberikan imunisasi secara gratis di Puskesmas untuk jenis vaksin Hepatitis B, Polio, BCG, DPT, HiB, MR, dan Campak. Dalam rangka menghemat biaya imunisasi, kamu bisa memanfaatkan fasilitas BPJS dari pemerintah yang ada di setiap puskesmas. 

Sekiranya tidak memiliki BPJS, kamu bisa melakukan imunisasi dengan membayar sebesar Rp2.000 saja sebab sudah mendapat subsidi dari pemerintah. Tidak perlu khawatir dengan kualitas vaksin yang disediakan puskesmas sebab vaksin yang digunakan diproduksi oleh PT Biofarma yang terpercaya.

Demikianlah ulasan tentang biaya imunisasi anak yang wajib dipahami oleh para orang tua. Jangan sampai si buah hati telat mendapatkan imunisasi ya!

Baca jugaAsuransi Cover Melahirkan — Premi hingga Rekomendasi Produk

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mobil Transmisi Manual: Harga & Keunggulannya

JAKARTA, duniafintech.com – Mobil transmisi manual sejatinya masih masih banyak diminati di tengah gempuran mobil transmisi matic saat ini. Alasannya adalah mobil transmisi jenis ini...

Tipe Mobil Avanza: Perbandingan & Harganya, Pilih yang Mana?

JAKARTA, duniafintech.com – Sebenarnya, ada banyak tipe mobil Avanza di pasaran alias bahwa semua mobil Toyota Avanza tidak sama. Di antara tipe itu adalah tipe...

Ulasan Lengkap Pengertian P2P Lending Syariah, Banyak Manfaat yang Bisa Didapat

JAKARTA, duniafintech.com - Pengertian P2P lending syariah wajib dipahami lebih dulu. Menghadirkan kemajuan terbaru, P2P lending kini tersedia P2P lending syariah dengan proses pinjamannya...

Berinvestasi Melalui P2P Lending Syariah, Aman dan Terpercaya

JAKARTA, duniafintech.com - Berinvestasi melalui P2P lending syariah bisa menjadi solusi keuangan dan menambah income. P2P lending dibentuk atas dasar permasalahan orang-orang yang sulit...

Ini 5 Akad P2P Lending Syariah yang Anti Riba

JAKARTA, duniafintech.com - Akad P2P lending syariah sejatinya menjadi pembeda dengan P2P lending konvensional. Sebab, Akad P2P lending syariah merupakan landasan sehingga membuat skema...
LANGUAGE