24.4 C
Jakarta
Jumat, 7 Oktober, 2022

Mengenal BIBPlus UOB: Mulai dari Fitur hingga Keunggulannya

JAKARTA, duniafintech.com – BIBplus merupakan terobosan internet banking dari PT Bank UOB Indonesia. BIBPlus UOB tersebut diciptakan untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis nasabah yang terus berkembang.

Bank ini mengklaim telah menggunakan sistem dan teknologi terbaik untuk menghadirkan solusi canggih dan menyeluruh yang akan membantu nasabah dalam mengatur kebutuhan transaksi Cash dan Trade secara lebih efisien. 

BIBPlus menawarkan kenyamanan, fungsi kontrol yang lebih baik dan kemudahan memantau transaksi Cash Management dan Trade Financing bagi para nasabahnya. 

BIBPlus UOB

Melihat Fitur BIBPlus UOB

UOB BIBPlus dirancang demi kenyamanan dalam mengelola cash management dan trade finance secara online. Fitur-fitur untuk meningkatkan efisiensi telah ditambahkan untuk memberikan anda solusi pintar menjadi mudah. 

Dengan fitur- fitur cash management tersebut, Anda akan memperoleh informasi mutasi rekening dan kontrol atas dana Anda secara real-time. 

Baca juga: UOB Indonesia dan Garuda Indonesia Tandatangani MoU Pembelian Tiket

Hanya dengan login ke BIBPlus UOB, Anda dapat membuat pembayaran dan transaksi lainnya sekaligus dengan nyaman dan aman. BIBPlus juga dapat membantu pertukaran data secara terstruktur dengan sistem akuntansi Anda untuk kemudahan melakukan transaksi sekaligus rekonsiliasi.

Berikut ini fitur dari BIBPlus UOB tersebut sebagaimana dilansir dari laman resminya, uob.co.id.

1. Layanan Rekening

Modul layanan rekening dibuat untuk memudahkan pengaturan rekening Anda.

  • Akses menyeluruh dalam memantau semua rekening operasional, deposito dan rekening pinjaman Anda yang dikelola oleh UOB
  • Menerima notifikasi yang dapat memantau seluruh transaksi dengan fitur penyesuaian pengaturan email dan kalender

2. Transfer Dana

Modul Transfer Dana mendukung berbagai pilihan jenis pembayaran terkait transfer dana lokal (RTGS, LLG, Online Transfer), Telegraphic Transfer (TT) dan transaksi pembayaran masal (bulk payment)/ pembayaran gaji (payroll).

Fitur penting lainnya:

  • Mengatur akses pembayaran gaji (payroll) hanya untuk pihak yang memiliki otorisasi
  • Menawarkan otorisasi per batch untuk mempercepat proses persetujuan
  • Membuat pelaksanaan transaksi terjadwal dan berkala
  • Mengatur persetujuan awal untuk data penerima

3. Fitur BIBplus UOB untuk Trade Finance

Modul Trade Finance dibuat untuk mempermudah proses dan pemantauan transaksi L/C Impor (Import LC) dan Penagihan Dokumen (Documentary Collection),Standby LC, Shipping Guarantee, Bank Garansi (Banker’s Guarantee), permintaan Pembiayaan Perdagangan (Trade Financing requests) dan Ringkasan Tagihan Trade (Trade Bill Summary).

Fitur-fitur penting lainnya:

  • Mempermudah pencarian berbagai bagian data dalame-formaplikasi trade
  • Memudahkan dalam menelusuri rekam jejak transaksi dan status terkait transaksi tertentu
  • Akses ke semua informasi transaksi Trade yang dilakukan secara manual (over the counter) maupun melalui BIBPlus
  • Mengoptimalkan alur kerja Anda melalui fitur-fitur lainnya.

Berita Seputar Bank UOB Indonesia, Bidik Pertumbuhan Kredit 20-24 Persen

Di sisi lain, melansir dari Investor, PT Bank UOB Indonesia memproyeksi pertumbuhan kredit sebesar 20-24 persen pada tahun 2022 ini. 

Selain itu, perseroan tersebut menargetkan pertumbuhan deposito sebesar 8-10 persen guna menjaga tingkat likuiditas.

Manajemen UOB Indonesia menyampaikan, dengan melihat peluang yang ada pada 2022, bank akan terus melanjutkan fokus untuk mendapatkan customer dengan pendapatan yang lebih baik (more good revenue). Pada saat yang sama, bank akan membangun infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Baca jugaBerapa Penghasilan YouTuber? Simak di Sini Cara Menghitungnya

Saat ini, UOB Indonesia senantiasa melakukan upaya-upaya tidak hanya meningkatkan jumlah nasabah baru, tapi juga meningkatkan kualitas nasabah-nasabah yang sudah dimiliki. Dengan begitu, pertumbuhan bisnis diharapkan dapat seiring dengan kualitas yang terjaga baik.

“Pertumbuhan kredit diproyeksikan meningkat sebesar 20 – 24 persen dimana hal ini telah memperhitungkan pertumbuhan anorganik. Dalam hal penyaluran kredit, bank akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit dan menjaga tingkat NPL,” tulis manajemen UOB Indonesia dalam Laporan Tahunan 2021 berjudul Inovasi untuk Masa Depan Berkelanjutan.

Perseroan turut memproyeksikan pertumbuhan deposito sebesar 8-10 persen untuk menjaga tingkat likuiditas bank. 

Fokus dari pertumbuhan deposito adalah pada pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan). Selain itu, UOB Indonesia akan fokus pada pertumbuhan profitabilitas, pendapatan berbasis komisi, mengontrol biaya, serta menjaga NIM.

Pada tahun 2022, proyeksi keuangan perusahaan diharapkan bisa selaras dengan ekspektasi pasar, seiring kembali pulihnya ekonomi global pasca pandemi Covid-19. Apalagi, pemulihan ekonomi Indonesia diperkirakan rebound ke level pertumbuhan ekonomi prapandemi Covid-19.

Pada akhir 2021, UOB Indonesia berhasil menjaga kinerjanya dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Meski penyaluran kredit masih selektif, pertumbuhan kredit naik sebesar 5,8% dari tahun 2020 sebesar Rp 70,7 triliun menjadi Rp 74,8 triliun pada 2021.

Dari sisi pendanaan, giro dan tabungan (CASA) tumbuh 27,7% dari tahun 2020 sebesar Rp 41,7 triliun menjadi Rp 53,3 triliun pada 2021. Sehingga rasio pendanaan murah (CASA mix) naik signifikan ke 53,3% dari tahun sebelumnya sebesar 45,4%. Dengan capaian tersebut, perseroan berharap rasio pendanaan murah dapat terus tumbuh untuk menekan cost of fund (CoF). Adapun dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 8,8% menjadi Rp 100 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 92 triliun.

Pada tahun 2021, bank tetap melakukan investasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa yang akan datang dan melakukan berbagai upaya manajemen biaya. Dengan demikian, perseroan berhasil menjaga tingkat efisiensi operasional bank yang terlihat pada terjaganya cost to income ratio (CIR) pada level 62% di tahun 2021. 

Dari sisi pendapatan bunga naik 7% sejalan dengan pertumbuhan kredit. Dari sisi beban bunga, bank terus berupaya untuk menurunkan biaya dana sehingga realisasi lebih rendah dari target.

Sementara itu, Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan menyampaikan, pihaknya optimistis menatap tahun 2022 dengan prospek pembukaan kembali aktivitas ekonomi. Perusahaan akan tetap fokus menjalani pemulihan ekonomi sambil mendorong pertumbuhan berkelanjutan bank.

“Optimisme kami dipengaruhi oleh modal (2021) yang semakin kuat mencapai Rp 15,94 triliun, peningkatan sebesar 0,96% dibandingkan tahun sebelumnya. Sehubungan dengan Peraturan OJK No. 12/POJK.03/2021 terbaru tentang Konsolidasi Bank Umum, UOB Indonesia dikategorikan sebagai Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) III,” jelas Hendra.

Menurut dia, UOB Indonesia tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan mengembangkan dan mempertahankan keunggulan yang kompetitif. Perusahaan mempercepat transformasi layanan perbankan digital melalui TMRW, Personal Internet Banking, dan BIBPlus, sebagai respons terhadap perkembangan industri perbankan serta kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Termasuk, terus menyempurnakan dan menambah fitur-fitur pada platform.

Pada saat yang sama, pihaknya memulai langkah transformasi dan mengoptimalkan cabang fisik sejalan dengan perubahan perilaku nasabah. Perseroan menawarkan pengalaman layanan Omnichannel, yang menyatukan kehadiran layanan digital dan fisik, guna melayani nasabah dengan lebih baik dan tetap relevan dalam persaingan.

“Ke depan, dengan dukungan kuat dari United Overseas Bank Limited (UOB), UOB Indonesia dapat menyediakan layanan perbankan yang lebih luas guna memenuhi berbagai kebutuhan keuangan nasabah, menghubungkan bank sebagai bank lokal dengan jaringan internasional yang lebih luas didukung oleh jaringan dan kemampuan global UOB, sekaligus menarik investasi asing ke Indonesia dan berkontribusi pada pemulihan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Hendra. 

Itulah informasi seputar BIBPlus dari Bank UOB Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Baca jugaDeretan Bank dengan Bunga Deposito Tertinggi 1, 3, hingga 12 Bulan

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi global diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi global. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan bank-bank sentral di berbagai negara dengan mengeluarkan...

Pinjol Cepat Cair 2022 Limit Besar Resmi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana cepat. Saat ini, pinjol yang berizin Otoritas...

Berita Kripto Hari Ini: Apa Kabar Bursa Kripto Indonesia?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini akan mengulas soal perkembangan bursa kripto Indonesia yang masih belum diluncurkan. Adapun sebelumnya, bursa kripto pun sempat molor—sebagai...

Berita Bitcoin Hari Ini: Sempat Menguat, Bitcoin Melemah!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya dengan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas...

Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Presidensi G20 Indonesia menyusun Kerangka Kerja Inklusi Keuangan sebagai panduan bagi setiap negara untuk mendorong digitalisasi guna menciptakan ekonomi yang inklusif...
LANGUAGE