32.8 C
Jakarta
Senin, 20 Maret, 2023

Berapa Penghasilan YouTuber? Simak di Sini Cara Menghitungnya

JAKARTA, duniafintech.com – Penghasilan YouTuber memang menjadi bahan perbincangan yang menarik. Pasalnya, konon, penghasilan dari jenis pekerjaan yang satu ini cukup fantastis. Namun, tentunya, penghasilan itu tidak diraih dalam waktu singkat.

YouTube sendiri adalah situs web berbagi video terbesar dan terpopuler di dunia sekarang ini. Banyak orang, khususnya generasi milenial, yang mampu meraup uang jutaan bahkan miliaran rupiah dengan cara bekerja sebagai content creator di platform yang satu ini.

Sumber Penghasilan YouTuber

  1. YouTube Ads

Dalam hal ini, pihak YouTube bakal memberikan komisi penghasilan kepada pemilik channel yang memenuhi persyaratan setiap bulannya untuk mendukung biaya operasional dan hidup para YouTuber yang rutin mengunggah video ke website-nya.

Istilah yang dipakai sebenarnya bukanlah gaji atau penghasilan, melainkan pembagian komisi dari YouTube ads/AdSense. Hal itu karena  YouTube menempelkan iklan dari klien yang pada video sang pemilik akun.

Kebijakan ini akan membuat para content creator memperoleh uang berdasarkan seberapa banyak jumlah penonton yang melihat atau mengakses iklan di unggahan videonya.

  1. Affiliate Marketing

Pemasaran afiliasi adalah sebuah hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara YouTuber dan perusahaan komersial. Penghasilan ini diperoleh usai seorang content creator memasarkan produknya.

Nah, dalam hal ini, pertama-tama harus ada kesepakatan kerja sama antara pihak e-commerce dan pemilik channel. Kemudian, YouTuber akan mengiklankan tentang produk atau promo yang sedang dibuat oleh perusahaan tersebut di video unggahannya.

YouTubers lalu bisa memberi tahu kode promo kepada viewers dan kode itu akan dimasukkan oleh pembeli ingin berbelanja dan dapetin diskon atau semacamnya. Kode ini juga sebagai identitas bahwa pihak YouTuber telah berhasil menggaet 1 pembeli dari kanalnya.

Baca juga: Apa Itu UMKM? Berikut Ini Syarat dan Cara Daftarnya

  1. Endorsement

Sumber penghasilan ketiga di platform berbagi video ini adalah endorsement. Sejumlah YouTuber kabarnya mematok bayaran sekitar Rp750 ribu per 1.000 penonton.

Tentunya, Anda sering melihat video endorsement di awal, tengah, atau juga di akhir video idola Anda ketika memperkenalkan sebuah produk tertentu. Produk yang dipromosikan itu biasanya punya keterkaitan dengan isi konten.

Adapun tujuan mereka menyelipkan iklan ini adalah untuk mendapat keuntungan dari metode endorsement. Istilah ini sangat populer untuk media sosial Instagram, termasuk juga YouTuber.

  1. Jualan

Berikutnya, juga bisa dari penjualan. Cara ini memang paling sedikit ketimbang cara di atas lainnya. Rata-rata yang memanfaatkan metode ini adalah perusahaan besar yang mengiklankan langsung produknya lewat video yang diunggah oleh pihak adminnya.

Dalam hal ini, ada beberapa sosok YouTuber yang memasarkan produknya dalam kegiatan sehari-hari, misalnya Raffi Ahmad lewat produk pakaian RA dan Atta Halilintar yang memperkenalkan brand AHHA.

Penghasilan Youtuber: Syarat Mendapatkan Penghasilan dari YouTube

Berikut ini beberapa syarat yang ditentukan oleh YouTube sebagai syarat monetisasi YouTube yang harus dipenuhi:

  • Memiliki lebih dari 4.000 jam waktu tonton publik selama 12 bulan terakhir
  • Memiliki lebih dari 1.000 subscriber
  • Punya akun AdSense yang ditautkan

Nah, selanjutnya Anda bisa mengikuti semua persyaratan dari YouTube tadi. Setelah kamu mendaftarkan monetisasi, YouTube akan melakukan peninjauan yang membutuhkan waktu sekitar satu bulan atau lebih.

Penghasilan dari YouTube dan Cara Menghitungnya

Perlu diketahui, seorang YouTuber baru bisa mendaftar AdSense jika ia sudah memiliki 1.000 subscriber. Hal itu karena adanya perhitungan Cost Per Mile (CPM) atau Biaya Per 1.000. YouTuber Amerika Serikat (AS) bisa mendapatkan 2 USD atau Rp29.462 per 1.000 view, sedangkan di Indonesia angkanya hanya 0,5 USD atau Rp7.365.

Di samping CPM, juga ada Cost Per Click (CPC) atau Biaya Per Klik, yaitu uang yang didapat seorang YouTuber per klik iklan di videonya. CPC di Indonesia sebesar Rp5.000 per klik. Namun, masalahnya, setiap 1.000 view, hanya ada 3 klik iklan sehingga Click-Through Rate (CTR) yang diperoleh hanya 0,3 persen.

Berdasarkan penjelasan di atas, Anda bisa mengetahui pendapatan YouTuber 1.000 subscriber berapa rupiah menggunakan rumus Revenue Per Impression (RPM). Rumus ini untuk menghitung uang yang akan diperoleh dari setiap 1.000 penayangan iklan pada seluruh video di channel YouTube.

Adapun RPM yang akan diperoleh di Indonesia sekitar Rp7.000, sedangkan di AS bisa 1 USD atau Rp14.731. Meski demikian, RPM bergantung pada jenis dan harga iklan yang tayang, negara asal YouTuber, kategori video, kualitas traffic, adblock, dan jumlah klik pada iklan.

  • Rumus RPM = (penghasilan tertaksir/jumlah tampilan halaman) x 1000

Misalkan jika Anda mendapatkan penghasilan 0,15 USD dari 25 view, penghasilan yang didapat adalah (0,15/25) x 1000 = 6 USD atau Rp88.387. Angka itu dapat disesuaikan dengan data statistik di akun YouTube milik Anda.

Baca juga: Secara Umum, Inilah 7 Perbedaan Kartu Debit dan Kredit

Lantas, berapa gaji Youtuber dengan lebih dari 1.000 subscriber?

Sebagai contoh, Channel Kuliah Sore yang saat ini punya 213 ribu subscriber punya pendapatan antara Rp700.000—Rp10.000.000 per bulan ketika mereka masih memiliki 1.000 subscriber hingga Mei 2019.

Jika Anda mengira angka 10 juta itu besar untuk YouTuber dengan 1.000 subscriber maka  faktanya mereka hanya memperoleh uang sebesar Rp2.800.000 kalau dilihat secara real berdasarkan YouTube Analytics.

Hal itu terjadi lantaran Indonesia memiliki Effective Cost Per Mille (eCPM) yang lebih rendah ketimbang negara lain. YouTuber AS dapat memperoleh minimal Rp14.000 per 1.000 view, sedangkan YouTuber Indonesia hanya mendapatkan setengahnya.

Kalau channel Anda masih memiliki 1.000 subscriber ke bawah, tentunya Anda tidak akan mendapatkan penghasilan sebab belum bisa mendaftar YouTube AdSense.

Views Banyak, tetapi Penghasilan YouTube Kok Kecil?

Biaya Per 1.000 view tayangan iklan di YouTube Indonesia berkisar Rp7.000-an. Adapun besar/kecilnya jumlah penghasilan yang diperoleh bisa terjadi lantaran tidak banyak iklan yang ditampilkan dalam video YouTube.

Nah, jika Anda mendapatkan 1.000.000 views dengan RPM 7.000 maka akan mendapatkan Rp7.000.000? Perhitungannya tidak begitu sebab pihak YouTube bakal menghitung berapa kali penayangan iklan dalam video itu.

Misalkan jika dari 1.000.000 views Anda mendapatkan 500.000 penayangan iklan maka dengan RPM 7.000 pendapatan kamu senilai Rp3.500.000. (Perhitungannya jumlah tayangan iklan/1.000*RPM: 7.000 rupiah)

Kemudian, dari Rp3.500.000, YouTube akan menerapkan sistem bagi hasil, yaitu 45% untuk YouTube (Rp1.575.000) dan 55% akan diberikan pada pemilik akun YouTube atau creator (Rp1.925.000). Dengan demikian, pendapatan bersih yang bakal Anda terima sebagai penghasilan Youtuber adalah sebesar Rp1.925.000 dari total 500.000 penayangan iklan.

Baca juga: Jenis KPR Mandiri, Suku Bunga, dan Cara Mengajukannya

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Editor: Rahmat Fitranto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

BPH Migas Jamin Ketersediaan dan Akses Energi hingga Pelosok Negeri

JAKARTA, duniafintech.com - Produksi energi fosil yang terbatas BPH Migas jamin akses energi membuat ketahanan energi Indonesia cenderung rentan menyesuaikan dengan kondisi perekonomian global....

OJK Dorong Industri Jasa Keuangan Berikan Akses Pendanaan untuk Petani Sawit

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan pendanaan oleh Industri Jasa Keuangan (IJK) kepada kelompok petani khususnya perkebunan kelapa sawit dengan...

Transfer Makin Murah, ShopeePay dan DANA Gabung BI-FAST

JAKARTA,duniafintech.com - Bank Indonesia mencatat jumlah peserta BI-FAST bertambah, termasuk ShopeePay dan DANA, sebanyak 16 yang terdiri 14 bank dan 2 Lembaga Selain Bank...

Asuransi Mobil Online Terbaik 2023, Intip Nih Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi mobil online lahir dan berkembang seiring dengan pesatnya pertumbuhan teknologi informasi hingga saat ini. Lahirnya asuransi online membuat produk proteksi bisa...

Apa Itu Crypto Winter? Simak 4 Jurus Jitu Menghadapinya

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah berikut ini memang kian sering terdengar dan menarik perhatian belakangan ini. Boleh jadi, istilah ini pun masih...
LANGUAGE