28.6 C
Jakarta
Senin, 20 Maret, 2023

Secara Umum, Inilah 7 Perbedaan Kartu Debit dan Kredit

JAKARTA, duniafintech.com – Apa saja ya perbedaan kartu debit dan kredit? Meski terdengar sama, sejatinya kedua jenis produk perbankan ini punya perbedaan tersendiri.

Sebagai informasi, keduanya masuk dalam pembayaran transaksi secara digital atau digital payment bersama kartu ATM. Kartu debit sendiri adalah salah satu jenis kartu pembayaran berbasis elektronik yang diterbitkan oleh pihak bank. Fungsinya sebagai pengganti cara pembayaran tunai.

Di sisi lain, kartu kredit adalah sebuah alat pembayaran yang memiliki fungsi sebagai pengganti uang tunai. Alat ini bisa digunakan oleh konsumen untuk ditukarkan dengan berbagai barang dan jasa yang dibelinya di tempat-tempat yang bisa menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit (merchant).

Baca juga: Wajib Baca! Cara Menghasilkan Uang Tambahan Tahun 2022

Nah, untuk memahami perbedaan di antara kedua jenis kartu tersebut, simak ulasannya di bawah ini.

Perbedaan Kartu Debit dan Kredit pada Fisik Kartunya

Dilihat dari bentuk fisik kartu debit dan kredit, inilah beberapa ciri secara visual yang biasanya akan langsung dikenali para pengguna kedua kartu tersebut.

  1. Kartu Debit

a. Tampak Depan Kartu

  • Memiliki Nama Bank atau Institusi Penerbit Kartu (Issuer)
  • Memiliki Chip (EMV/NSICCS), yang bisa digunakan dengan cara dip. Tujuan dari adanya chip ini digunakan sebagai pengganti magnetic stripe (swipe), ketika Anda melakukan transaksi Pos/EDC/ATM, hingga transaksi Card Present/Instore Payment Terminals
  • Memiliki hologram. Hal ini juga bisa dijadikan sebagai ciri keaslian kartu. Misalnya seperti kartu Visa, memiliki Hologram Burung Merpati, dan kartu Mastercard memiliki Hologram Globe.
  • Memiliki 16 digit PAN atau Payment Account Number (atau bisa juga diantara 13-19 digit). Diketahui, pada 1 digit pertama menunjukkan major brand atau prinsipal utama (Visa: 4xxxxx, Mastercard: 5xxxxxx, American Express 3xxxxx dan seterusnya). Selain menunjukkan network, nomor kartu juga bank atau institusi penerbit kartu, negara asal (BIN/IIN), jenis atau level kartu.
  • Selain hologram, terdapat juga logo network (Visa/Mastercard/American Express dan sebagainya).
  • Terdapat tanggal kedaluwarsa
  • Tanda chip untuk contactless payment (jika didukung/tersedia fitur contactless i.e. Visa Paywave atau Mastercard PayPass/Contactless).

b. Tampak Belakang Kartu

  • Terdapat pita magnetik (ada di kartu chip dan non chip)
  • Ada panel tanda tangan pemegang kartu
  • Terdapat kode keamanan kartu (Card Security Code/CSC 3 angka) khusus untuk verifikasi tanpa kartu (CNP/Internet/MOTO), jika untuk Visa istilahnya adalah CVV.
  1. Kartu Kredit
  • Mempunyai desain dan warna cover (tampak depan kartu) yang lebih elegan. Terutama untuk kartu berlevel tinggi seperti gold atau platinum. Namun, kartu debit terlihat biasa saja, meskipun itu berlevel tinggi (meskipun tidak semua).
  • Memiliki tampilan huruf cetak timbul (embossed), untuk nama pemegang kartu beserta tanggal kadaluarsa, sedangkan pada kartu debit, hanya merupakan cetakan biasa (meskipun tidak semua)
  • Kartu kredit umumnya terdapat nama pemegang kartu di bagian depan. Di dalam kartu debit yang instan, mungkin tidak selalu dicetak. Jika ingin, mungkin nasabah harus melakukan permintaan kepada pihak bank terlebih dahulu.
  • Terdapat chip pada kartu kredit. Tetapi, khususnya di Indonesia, saat ini rata-rata sudah lebih dahulu mempunyai teknologi chip (EMV) daripada kartu debit. Tapi, sesuai target BI rata-rata bank di Indonesia, juga sudah mulai melakukan migrasi bertahap dari pita magnetic ke chip (NSICCS), pada kartu debit.
  • Memiliki logo atau prinsipal, termasuk jenis atau level kartu seperti Visa/Mastercard. Contohnya, pada bank BCA, di mana ia memiliki perbedaan secara prinsipil untuk kartu kredit dan debitnya. Antara lain, kartu debit BCA hanya menggunakan jaringan debit lokal, seperti Debit BCA ataupun internasional seperti Maestro. Selain itu, ia tidak menggunakan jaringan atau logo pemrosesan kartu kredit seperti Visa/Mastercard, seperti kartu debit bank lainnya.

Baca juga: Ini Penyebab Harga Bitcoin Turun, Diprediksi Bakal Menguat Lagi Setelah US$25 Ribu

Perbedaan Kartu Debit dan Kredit pada Limit Penggunaannya

Dari segi limit penggunaan, kartu kredit ada limit penggunaan yang berlaku, tetapi hal ini tak berlaku pada kartu debit. Limit merupakan batas maksimal yang diperbolehkan untuk melakukan transaksi. Khusus untuk kartu kredit, limit pembayaran berlaku bulanan, dengan nominal yang berbeda-beda, bergantung jenis kartu dan kebijakan bank yang memberikan kartu kredit tersebut. Adapun rentang nominalnya Rp3.000.000 hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Untuk kartu debit, tidak ada limit penggunaan yang berlaku. Selama saldo dalam tabungan masih tersedia, pengguna bisa terus melakukan transaksi pembayaran. Saldo tabungan pun bisa diisi dengan setoran tunai atau metode transfer.

Perbedaan Berdasarkan Biaya Transaksi

Perbedaan berikutnya berdasarkan biaya transaksi yang mesti dibayar oleh penggunanya. Saat menggunakan kartu debit, biaya transaksi bisa dibilang sangat murah. Misalnya, jika melakukan transfer uang ke bank lain melalui ATM, biaya yang perlu dibayar tiap transaksi hanya Rp6.500. Di samping itu, ada juga beberapa biaya yang perlu dibayarkan, seperti biaya administrasi saldo rata-rata bulanan, biaya penarikan di ATM berbeda, biaya penggantian kartu rusak atau hilang, dan biaya penutupan rekening.

Pada kartu kredit, ada sejumlah biaya yang perlu dibayar oleh pengguna, di antaranya biaya administrasi tahunan, biaya meterai, biaya keterlambatan, biaya bunga, biaya kelebihan pemakaian (over limit), biaya tarik tunai, biaya konversi mata uang asing, biaya salinan dan cetak tagihan bulanan, biaya penggantian kartu hilang atau rusak, biaya pembatalan cicilan, biaya pengembalian cek atau giro, biaya tagihan auto-payment, biaya tukar reward points, biaya notifikasi, dan biaya administrasi lainnya semisal penutupan kartu kredit.

Perbedaan pada Mekanisme Transaksinya

Menilik mekanisme transaksi kartu kredit, tentunya hal itu juga akan berbeda dengan transaksi menggunakan kartu debit. Ketika akan menggunakan kartu kredit untuk membayar sesuatu hal, pengguna harus melakukan verifikasi dengan membubuhkan tanda tangan. Artinya, pada pemakaian fisik, kartu kredit mesti digunakan oleh pemilik kartu itu sendiri—tidak boleh dipergunakan oleh orang atau pihak lain.

Di lain sisi, kartu debit dapat dipindahtangankan. Anda dalam hal ini bisa meminta orang lain untuk mengambil uang di ATM atau membayar transaksi asalkan mereka telah mengetahui PIN kartu debit tersebut. Menilik dari segi mekanismenya, transaksi dengan kartu debit dinilai lebih mudah dan praktis.

Perbedaan Berdasarkan Solusi Pembayaran

Ketika menggunakan kartu kredit, banyak orang menganggap akan lebih mudah karena menawarkan solusi pembayaran yang cukup efisien. Hal itu karena pengguna bisa melakukan transaksi kendati tidak memiliki uang di tabungannya.

Sementara itu, saat menggunakan kartu debit, harus disertai dengan adanya saldo dalam tabungan. Transaksi dianggap sukses dilakukan saat nominalnya di bawah saldo yang tersimpan.

Perbedaan dari Segi Promo Kartu

Perbedaan yang cukup signifikan ada di sini. Pasalnya, bank yang mengeluarkan kartu kredit akan menawarkan sejumlah promo yang sangat menarik, mulai dari promo poin yang bisa ditukar dengan aneka hadiah hingga cashback yang bisa didapatkan dari hasil transaksi.

Pada kartu debit, memang juga ada tawaran soal promo, tetapi itu tidak sebanyak tawaran dari kartu kredit. Hal itu kemudian membuat sebagian besar orang lebih memilih untuk menggunakan kartu kredit saat melakukan transaksi.

Perbedaan Berdasarkan Kewajiban Nasabah

Dilihat dari kewajiban nasabahnya, saat ingin memiliki kartu debit, pengguna perlu mendaftarkan diri menjadi nasabah di bank yang mengeluarkan kartu tersebut. Lantas, pengguna akan memperoleh nomor rekening tabungan yang harus diisi agar dapat menggunakan kartu debit.

Dibandingkan kartu kredit, pengajuan kartu debit jauh lebih mudah. Hal itu karena Anda hanya cukup datang ke bank atau pengajuan online dan mengisi formulir serta melampirkan identitas diri.

Nah, sudah tahu kan sekarang apa saja perbedaan kartu debit dan kredit. Kini, Anda juga sudah bisa menentukan jenis kartu mana yang akan dipilih nantinya sesuai kebutuhan masing-masing.

Baca juga: Instagram Hadirkan NFT dari Beberapa Jaringan Blockchain, Mulai Ethereum Hingga Solana

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Editor: Rahmat Fitranto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Beli Rumah KPR yang Perlu Dipertimbangkan, Cek Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com – Tips beli rumah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tentu penting diketahui jika kamu ingin mencoba skema ini. KPR sendiri telah menjadi...

Pinjol Cepat Cair dan Mudah Berizin OJK, Inilah Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah layanan finansial yang wajib diketahui saat mencari pendanaan cepat dan anti ribet. Saat ini, pengajuannya pun terbilang mudah...

BPH Migas Jamin Ketersediaan dan Akses Energi hingga Pelosok Negeri

JAKARTA, duniafintech.com - Produksi energi fosil yang terbatas BPH Migas jamin akses energi membuat ketahanan energi Indonesia cenderung rentan menyesuaikan dengan kondisi perekonomian global....

OJK Dorong Industri Jasa Keuangan Berikan Akses Pendanaan untuk Petani Sawit

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan pendanaan oleh Industri Jasa Keuangan (IJK) kepada kelompok petani khususnya perkebunan kelapa sawit dengan...

Transfer Makin Murah, ShopeePay dan DANA Gabung BI-FAST

JAKARTA,duniafintech.com - Bank Indonesia mencatat jumlah peserta BI-FAST bertambah, termasuk ShopeePay dan DANA, sebanyak 16 yang terdiri 14 bank dan 2 Lembaga Selain Bank...
LANGUAGE