25 C
Jakarta
Selasa, 29 November, 2022

Kolaborasi Binance dengan Coinfirm Bahas Regulasi Baru FATF

duniafintech.com – Bersamaan dengan semakin matangnya industri kripto aset, perusahaan-perusahaan yang berbasis Blockchain mulai mencari cara untuk menghindari aturan memberatkan dari para regulator. Salah satu dari perusahaan itu adalah Binance, platform pertukaran kripto aset dengan volume perdagangan terbesar di dunia. 

Pekan lalu, Binance mengumumkan kemitraan mereka dengan perusahaan teknologi regulasi, Coinfirm yang konon akan membantu mereka mematuhi peraturan anti pencucian uang (Anti Money Laundering/AML) baru yang ditetapkan oleh Financial Action Task Force (FATF).

Di antara aturan baru yang ditegaskan oleh FATF terkait dengan permintaan agar negara-negara melakukan mitigasi risiko terkait kripto aset. Ini berarti mereka harus memantau dengan baik pertukaran kripto dan perusahaan yang terkait dengan aset digital seperti penyedia layanan dan lisensi. FATF juga mengimabu agar perusahaan menerapkan sanksi bagi perusahaan yang gagal mematuhi aturan tersebut.

Awal tahun ini, FATF mengeluarkan panduan mengenai “Travel Rule” yang diperdebatkan dengan hangat — sebuah perjanjian baru di antara 37 negara anggotanya yang menempatkan langkah-langkah kepatuhan baru yang ketat pada penyedia layanan aset virtual (virtual asset service providers/VASP), termasuk pertukaran mata uang kripto seperti Binance. Aturan tersebut mengharuskan pertukaran kripto untuk mengumpulkan data mengenai transaksi pelanggan mereka dan berbagi informasi itu satu sama lain ketika klien memindahkan dana antar perusahaan.

Baca juga:

Coinfirm Akan Bantu Binance Menghindari Pelanggaran yang Mungkin Terjadi

Menurut pernyataan dari Binance, platform “Blockchain agnostik” Coinfirm akan memberikan peringatan pada pertukaran mereka dengan sistem penyelidikan yang akan memungkinkannya untuk memeriksa setiap transaksi yang tampak mencurigakan. Binance kemudian secara teori, membuat keputusan mengenai transaksi ini dan berpotensi menghentikan upaya pencucian uang dan kejahatan keuangan lainnya sebelum kejahatan itu terjadi.

“Coinfirm dan Binance memiliki kesamaan misi dalam memastikan kepercayaan dan keamanan untuk cryptocurrency, dan kami percaya diri untuk melakukan itu bersama-sama,” ungkap Pawel Kuskowski, co-founder dan CEO Coinfirm, dalam sebuah pernyataan. 

Ini bukan pertama kalinya Binance membuat pengumuman tentang kemitraan baru yang bertujuan memperkuat kemampuannya untuk mematuhi peraturan terkait. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pertukaran yang paling diperhitungkan di dunia.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

BI Fast Tambah 29 Bank Peserta, Biaya Transaksi Hanya Rp2.500

JAKARTA, duniafintech.com – BI Fast akan kian meluas. Hal itu sejalan dengan kian bertambahnya jumlah peserta pada layanan keuangan ini. Adapun pada Senin (28/11), Bank...

Asuransi Mobil Terbaik 2022, Simak Rekomendasinya Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi mobil terbaik menjadi salah satu bentuk perlindungan penting bagi kendaraan roda empat milik kamu. Hal itu karena aset ini punya nilai...

Investasi Kripto Terpercaya di Aplikasi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Investasi kripto terpercaya dan aplikasinya tentu penting untuk diketahui jika ingin terjun ke investasi ini. Aset crypto sendiri dalam beberapa waktu terakhir...

Berita Fintech Indonesia: 6 Pinjol Legal Bunga Rendah Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terbaru kali ini akan mengulas tentang pinjaman online bunga rendah terbaik saat ini. Pinjol dengan bunga rendah memang masih...

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Simak Kurs Selengkapnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.673 di perdagangan pasar spot Jumat (25/11). Rupiah melemah 0,05% dibanding...
LANGUAGE