32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Bisnis Crypto Akan Memerlukan Lisensi BaFin Tahun Depan di Jerman

duniafintech.com – Mulai tahun depan, peraturan Anti-Pencucian Uang (AML) baru akan mulai berlaku di Jerman. Peraturan tersebut akan mewajibkan bisnis crypto untuk memiliki lisensi yang dikeluarkan oleh Otoritas Pengawas Keuangan Federal (BaFin),  menurut sumber, 24 Juli.

Aset Crypto Instrumen Keuangan

Menurut laporan tersebut, peraturan baru akan mensyaratkan bisnis terkait cryptocurrency seperti pertukaran dan penyedia dompet untuk dilisensikan oleh BaFin dan mematuhi peraturan AML, karena aset crypto akan dianggap sebagai instrumen keuangan mulai tanggal 1 Januari 2020.

Kejelasan peraturan di Jerman

Christian Schmies, mitra firma hukum Hengeler Mueller, menyambut baik peraturan yang menyatakan bahwa lebih banyak kejelasan akan memungkinkan untuk pertumbuhan lebih lanjut dalam industri crypto ini. Ia berpendapat:

“teknologi belum diterima oleh investor institusi karena kerangka hukum yang dapat diandalkan hilang.”

Schmies menganggap klasifikasi sebagai instrumen keuangan sebagai langkah ke arah yang benar, ia juga mencatat bahwa ruang ini membutuhkan kejelasan.

Selain langkah dalam bisnis crypto di atas BaFin baru-baru ini juga menyetujui obligasi real estat berbasis Ethereum untuk perusahaan penerbitan Fundament Group.

Bank Sentral Jerman juga mencatat dalam sebuah pernyataan bahwa manfaat potensial dari Libra Facebook tidak boleh ditekan meskipun ada ketidakpastian peraturan dan risiko potensial.

Blockchain di Jerman

Selain aset crypto, perkembangan Blockchain di Jerman juga terbilang pesat. Sebelumnya, pada Juni 2019, sebuah persatuan CDU dan CSU mewakili aliansi politik demokratik Kristen kanan-tengah dari dua partai di Jerman, Christian Democratic Union of Germany (CDU) dan Christian Social Union in Bavaria (CSU), mengungkapkan bahwa mereka ingin menggunakan blockchain untuk tugas-tugas layanan publik seperti layanan administrasi, catatan kesehatan elektronik, perlindungan dokumen, dan pendaftaran.

Pada Mei 2019 Pemerintah negara bagian Jerman, Rhine-Westphalia Utara (NRW) mengumumkan rencana untuk mendirikan European Blockchain Institute dalam rangka penelitian teknologi blockchain.

Menurut Menteri Ekonomi NRW Andreas Pinkwart, European Blockchain Institute akan didirikan di negara bagian Jerman, tepatnya di kota Dortmund akhir tahun ini.

Image by Capri23auto from Pixabay

Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin di Venezuela Mencetak Rekor Baru!

-Sintha Rosse-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE