25.5 C
Jakarta
Senin, 8 Agustus, 2022

Bizhare Mencatat Sebanyak 58% Investornya dari Kalangan Milenial

DuniaFintech.com – Layanan urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi atau equity crowdfunding, Bizhare mengumumkan, sebanyak 58% Investornya berasal dari kalangan milenial. CEO Bizhare Heinrich Vincent mengatakan total user yang terdaftar dalam sistem perusahaan kami berusia kisaran 16-30 tahun dan 36% lainnya berusia 31-45 tahun.

Begitu mendengar kata investasi, hal pertama yang terlintas dalam kepala mungkin saham, reksadana, deposito, P2P Lending, atau emas. Namun, tahukah Anda, bahwa di Indonesia juga ada jenis investasi lainnya yang patut dipertimbangkan, yaitu equity crowdfunding.

Equity crowdfunding sendiri adalah layanan urun dana dari sejumlah pemodal untuk mendanai bisnis atau usaha, melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi. Dalam laman resmi OJK, baru ada tiga jenis platform fintech equity crowdfunding, salah satunya Bizhare. Platform yang didirikan pada 2017 tersebut secara khusus menyasar para pegiat UMKM dan milenial.

Millennial mulai melek investasi. Mungkin karena equity crowdfunding itu dekat dengan masyarakat, sedangkan di bursa efek selalu berkaitan dengan korporasi. Sementara, kondisi UMKM di Indonesia sudah banyak yang mempunyai brand besar (yang sudah dikenal) seperti Alfamart, UMKM Laundry, dan lain-lain. Untuk itu, sistem crowdfunding Lebih cocok untuk millennial karena mempunyai gambaran yang sama tentang wujud perusahaan tersebut.

Baca Juga:

CEO Bizhare, Vincent megatakan “Harapannya kami bisa memacu para milenial dan UMKM di seluruh pelosok Indonesia, tidak hanya di perkotaan. Total keuntungan juga bukan hanya dari investment. Bayangkan jika kita buat konsep, misalnya ada sebuah restoran di sebuah pedalaman diinvest oleh investor lokal untuk mengembangkan usahanya. Ini bisa meningkatkan omzet lima kali lipat dibandingkan dengan invest sendiri.”

Hingga saat ini, perusahaan ini telah membuka investasi untuk berbagai ragam bisnis mulai dari Alfamart, Chir Chir, Donburi Ichiya, Flip Burger, Padang Sederhana Lintau 88, Odysen Barbershop, Foresthree dan masih banyak lagi yang tersebar di berbagai lokasi strategis Jakarta hingga pulau Sumatera. Hal tersebut menjadi langkah yang baik bagi Bizhare mengawali tahun 2020.

Hingga bulan Januari lalu, bisnis-bisnis yang dibuka melalui platform equity crowdfunding ini telah menghasilkan omzet sebesar Rp15 miliar dan dividen bagi investor hampir Rp2 miliar. Hal itu dibagikan sesuai persentase kepemilikan saham untuk beberapa penerbit.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Fintech Indonesia: OJK Akan Atur Bunga Pinjol

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terbaru kali ini akan mengupas tentang ketentuan terkait bunga fintech lending/pinjaman online (pinjol). Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)...

Berita Kripto Hari Ini: ASN Boleh Investasi Kripto? Jawabannya Begini

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Kripto hari ini mengulas tentang investasi aset kripto. Dalam hal ini, pegawai negeri sipil atau Aparatur Sipil Negara (ASN) boleh...

Cara Top Up OVO lewat Bank DKI, Mudah dan Cepat!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Bank DKI memang penting untuk diketahui sebab akan menawarkan kemudahan dan prosesnya pun cepat. OVO sendiri sudah...

Jadi Fitur Baru Instagram, Begini Potensi NFT di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Potensi NFT di Indonesia sangat luar biasa. Pada awal tahun ini, Non-Fungible Token (NFT) menyita atensi publik di Indonesia setelah viralnya...

Cara Top Up Saldo DANA lewat Indomaret buat yang Anti Ribet!

JAKARTA, duniafintech.com – Panduan cara top up saldo DANA lewat Indomaret berikut ini penting diketahui, khususnya buat kamu yang anti ribet! Saat ini, perkembangan teknologi...
LANGUAGE