32.8 C
Jakarta
Selasa, 3 Agustus, 2021

Bizhare Mencatat Sebanyak 58% Investornya dari Kalangan Milenial

DuniaFintech.com – Layanan urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi atau equity crowdfunding, Bizhare mengumumkan, sebanyak 58% Investornya berasal dari kalangan milenial. CEO Bizhare Heinrich Vincent mengatakan total user yang terdaftar dalam sistem perusahaan kami berusia kisaran 16-30 tahun dan 36% lainnya berusia 31-45 tahun.

Begitu mendengar kata investasi, hal pertama yang terlintas dalam kepala mungkin saham, reksadana, deposito, P2P Lending, atau emas. Namun, tahukah Anda, bahwa di Indonesia juga ada jenis investasi lainnya yang patut dipertimbangkan, yaitu equity crowdfunding.

Equity crowdfunding sendiri adalah layanan urun dana dari sejumlah pemodal untuk mendanai bisnis atau usaha, melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi. Dalam laman resmi OJK, baru ada tiga jenis platform fintech equity crowdfunding, salah satunya Bizhare. Platform yang didirikan pada 2017 tersebut secara khusus menyasar para pegiat UMKM dan milenial.

Millennial mulai melek investasi. Mungkin karena equity crowdfunding itu dekat dengan masyarakat, sedangkan di bursa efek selalu berkaitan dengan korporasi. Sementara, kondisi UMKM di Indonesia sudah banyak yang mempunyai brand besar (yang sudah dikenal) seperti Alfamart, UMKM Laundry, dan lain-lain. Untuk itu, sistem crowdfunding Lebih cocok untuk millennial karena mempunyai gambaran yang sama tentang wujud perusahaan tersebut.

Baca Juga:

CEO Bizhare, Vincent megatakan “Harapannya kami bisa memacu para milenial dan UMKM di seluruh pelosok Indonesia, tidak hanya di perkotaan. Total keuntungan juga bukan hanya dari investment. Bayangkan jika kita buat konsep, misalnya ada sebuah restoran di sebuah pedalaman diinvest oleh investor lokal untuk mengembangkan usahanya. Ini bisa meningkatkan omzet lima kali lipat dibandingkan dengan invest sendiri.”

Hingga saat ini, perusahaan ini telah membuka investasi untuk berbagai ragam bisnis mulai dari Alfamart, Chir Chir, Donburi Ichiya, Flip Burger, Padang Sederhana Lintau 88, Odysen Barbershop, Foresthree dan masih banyak lagi yang tersebar di berbagai lokasi strategis Jakarta hingga pulau Sumatera. Hal tersebut menjadi langkah yang baik bagi Bizhare mengawali tahun 2020.

Hingga bulan Januari lalu, bisnis-bisnis yang dibuka melalui platform equity crowdfunding ini telah menghasilkan omzet sebesar Rp15 miliar dan dividen bagi investor hampir Rp2 miliar. Hal itu dibagikan sesuai persentase kepemilikan saham untuk beberapa penerbit.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Semester I/2021 : BAPPEBTI Blokir 622 Situs Bursa Berjangka Tanpa Izin

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti Kementerian Perdagangan telah memblokir 109 situs web di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK). Situs-situs tersebut tidak berizin...

OJK : Semester I/2021 Sektor Jasa Keuangan Mulai Stabil

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga data semester I 2021 sektor jasa keuangan tetap stabil. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki ekonomi Indonesia. Ini karena...

Apa Itu NFT? Apa Hubungannya NFT dengan Aset Kripto?

NFT saat ini sedang hype atau sedang ramau di dunia kripto dan dunia digital. Apa itu NFT? Mari kita pelajari penjelasannya. Era digitalisasi saat ini...

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp570 Jutaan, Ethereum Juga Bisa Naik

Harga Bitcoin hari ini masih bertahan di Rp570 jutaan. Penurunan harga wajar masih bisa terjadi. Namun, tidak demikian dengan Ethereum. Harga Bitcoin hari ini...

Tanpa Syarat, Indodax Gratskan Biaya Trading dan Withdraw Selamanya

Indodax, startup Bitcoin and crypto exchanges Indonesia terus meningkatkan pelayanan kepada para member dan komunitas aset kripto di Indonesia. Kali ini, Indodax menerapkan gratis...
LANGUAGE