25.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Kabar Gembira: Setelah Uji Coba, Blockchain Browser Brave Rilis Secara Publik Pemberian Token Bagi Pengguna Twitter!

duniafintech.com – Kabar gembira buat kaum milenial yang aktif di media sosial, khususnya media sosial twitter. Baru-baru ini diumumkan bahwa Browser internet terdesentralisasi berbasis blockchain, Brave, kini memungkinkan para pengguna Twitter memberikan tip token Basic Attention Token (BAT) kepada pembuat konten.

Brave membahas peluncuran publik layanan pemberian token dalam pengumumannya tersebut pada 1 Agustus, di mana pengguna dilaporkan dapat menentukan jumlah tip token yang mereka ingin berikan ke akun Twitter tertentu, dan penerima akan menerima tip mereka dalam bentuk BAT secara langsung.

Pengumuman ini juga mencantumkan sejumlah fitur yang terkait dengan layanan pemberian tip, termasuk menyiapkan kiat rutin yang berulang serta mekanisme untuk Tweeting, seperti memberi tahu mereka cara mengklaim donasi mereka.

Baca juga: Pedagang Besar Alkohol China Menguji Blockchain Anti-Pemalsuan

Sebelumnya dilaporkan oleh duniafintech.com bahwa Brave mulai melakukan pengujian layanan pemberian token untuk para pengguna Twitter-nya tersebut pada bulan Mei di dalam pengujian dan pengembangan versi browser yang disebut Brave Nightly.

Dalam pengumuman secara rinci dikatakan bahwa, fitur baru ini hadir sebagai penawaran dalam browser baru melalui Brave Rewards. Pengguna yang telah memilih Brave Rewards sekarang akan melihat opsi tip pada posting Twitter saat melihat Twitter melalui browser desktop Brave mereka. Brave Rewards juga mendukung pemberian tip di YouTube dan Twitch, dan menurut laporan menyusul yang akan datang: Reddit, GitHub, dan Vimeo.

Pengguna Brave Rewards juga dapat memperoleh token dengan menonton iklan yang menjaga privasi atau melalui pembelian tradisional.
Pada waktu pers, BAT memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $ 302 juta dan diperdagangkan pada $ 0,237, turun 3,4% pada hari itu, menurut data dari CoinMarketCap.

Perkembangan Pembuatan konten dan crypto

Seperti yang sebelumnya dilaporkan oleh Cointelegraph, Props, sebuah organisasi blockchain, baru-baru ini menerima persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat untuk menawarkan tokennya berdasarkan Peraturan A+. Alat peraga adalah token berbasis Ethereum yang dirancang agar mudah diimplementasikan dalam aplikasi eksternal sebagai imbalan.
Aplikasi pertama di jaringan Props dilaporkan adalah YouNow – layanan streaming yang sekarang menawarkan hadiah token sebagai ganti streaming.
Pada bulan Maret, dikabarkan pula oleh duniafintech.com, sebuah perusahaan teknologi, Atayen Inc., berencana akan mengadopsi Blockchain untuk sistem iklan di Facebook, YouTube, dan Twitter.

Image by edar from Pixabay

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Kesehatan Rawat Jalan, Inilah Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan rawat jalan adalah salah satu manfaat yang diberikan oleh asuransi asuransi kesehatan secara umum. Dalam hal ini, perusahaan asuransi akan...

Minimum Pembayaran Akulaku per Transaksi, Segini Besarannya

JAKARTA, duniafintech.com – Minimum pembayaran Akulaku atau minimum payment di Akulaku ini tentunya sangat penting diketahui oleh para penggunanya. Seperti diketahui, meski terbilang baru, tetapi...

Cara Top Up OVO lewat Maybank, dari ATM sampai SMS Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Maybank berikut ini menawarkan kemudahan bagi kamu yang ingin isi ulang saldo OVO dengan cepat. OVO sendiri...

Memahami Apa Itu DeFi dan Keuntungannya Dalam Dunia Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Penting sekali bagi seorang trader kripto untuk memahami apa itu DeFi. Saat ini, hampir semua layanan keuangan menggunakan sistem teknologi terpusat.  Artinya,...

Cara Bayar Tiket Kereta Api Via Bank Mandiri, Cepat & Mudah!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar tiket kereta api via Bank Mandiri berikut ini menjadi salah satu kemudahan yang harus ketahui sekarang juga. Bagi kamu yang...
LANGUAGE