24 C
Jakarta
Rabu, 23 September, 2020

Perusahaan Besar Korea Selatan Rilis Blockchain Mobile ID System

duniafintech.com – Sebuah perusahaan besar Korea Selatan bermitra dengan beberapa perusahaan dalam rangka meluncurkan blockchain mobile ID system, sistem identifikasi seluler berbasis blockchain, pada tahun 2020, media lokal berbahasa Inggris, Korea Times melaporkan pada 14 Juli.

Menurut laporan tersebut, pesertanya adalah perusahaan jasa keuangan KEB Hana Bank, Woori Bank, KOSCOM, operator seluler SK Telecom, KT, LG UPlus, dan teknologi raksasa Samsung Electronics.

Tujuan kemitraan dilaporkan untuk mengembangkan sistem identitas berdaulat mandiri yang tidak memerlukan perantara, yang akan memungkinkan individu dan organisasi untuk mengendalikan informasi identitas mereka dalam transaksi online.

Baca juga: Cadence Rilis Marketplace Investasi Kredit Berbasis Token Blockchain

Tujuan Blockchain Mobile ID System

Layanan blockchain mobile ID system ini bertujuan untuk memungkinkan pengguna menyimpan informasi pribadi seperti nomor registrasi penduduk, nomor rekening bank, dan menggunakannya sesuka hati. Perusahaan jasa keuangan yang terlibat ditugaskan untuk menyediakan layanan sertifikasi, perusahaan telekomunikasi dalam mengelola layanan seluler yang stabil, dan Samsung akan memastikan pengelolaan data yang tersimpan dengan aman.

Lebih tepatnya, Samsung dilaporkan akan mengelola data dengan Samsung Knox, solusi keamanan seluler perusahaan yang sudah diinstal di sebagian besar ponsel cerdas, tablet, dan perangkat yang dapat dikenakan. Pada tahun 2020 konsorsium bermaksud untuk mengejar mitra lebih lanjut, termasuk bisnis besar, universitas, rumah sakit, asuransi, fasilitas hiburan, resor, dan country club.

Seperti yang dilaporkan awal bulan ini, perusahaan riset teknologi Jepang Fujitsu Laboratories telah mengembangkan solusi berbasis blockchain untuk mengevaluasi kredensial, identitas, dan kepercayaan pengguna dalam transaksi online.

Pada bulan Juni, muncul pula berita bahwa bank-bank Brasil akan menerapkan solusi identitas blockchain standar baru yang didukung oleh platform Hyperledger Fabric.

Perkembangan Blockchain di Korea Selatan

Seiring dengan meningkatnya popularitas aset kripto di dunia, teknologi Blockchain sebagai tulang punggung aset kripto juga kian dilirik banyak negara untuk diadopsi dalam berbagai bidang, tak terkecuali di Korea Selatan.

Pada 3 Juli dikabarkan pula bahwa Samsung SDS, bank Belanda ABN AMRO dan Port Rotterdam telah bersama-sama melakukan pengiriman proof-of-concept (PoC) dari Korea Selatan ke Belanda di mana mereka melacak sebuah kontainer secara eksklusif menggunakan platform blockchain yang dapat dioperasikan, menurut sebuah laporan The Eksekutif Maritim pada 1 Juli.
Menurut pengumuman tersebut, kontainer tersebut dilacak melalui platform blockchain “DELIVER,” yang memungkinkan pengiriman secara instan dibiayai, sepenuhnya dilacak, dan dilakukan tanpa kertas.
Selain di ranah kelautan, blockchain juga dimanfaatkan oleh Korea Selatan dalam industri kesehatan. Pada April 2019 dikabarkan bahwa pasar data medis yang didukung Blockchain Longenesis dan perusahaan bioteknologi Insilico Medicine telah menandatangani perjanjian dengan rumah sakit Korea Selatan, Gil Medical Center untuk menciptakan solusi manajemen data kesehatan berbasis blockchain, menurut siaran pers.

Sebagai bagian dari kolaborasi, para pihak berniat untuk mengembangkan platform bertenaga blockchain berdasarkan kerangka blockchain Exonum Bitfury untuk meningkatkan efisiensi pengumpulan data, mendorong proses penelitian medis dan memastikan pengelolaan persetujuan pasien yang transparan.

Image by David Mark from Pixabay 

-Sintha Rosse-

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tyler Winklevoss: Fungsi Bitcoin Melebihi Sifat Emas

DuniaFintech.com - Tyler Winklevoss, salah satu pendiri bursa mata uang virtual (cryptocurrency), Gemini mengatakan bahwa Bitcoin mampu mengalahkan emas dalam skala permainan...

Daftar 250 Startup Fintech Menjanjikan 2020, Ternyata Ada P2P Lending dari Indonesia Juga!

DuniaFintech.com - Perusahaan mana saja yang masuk daftar 250 Startup Fintech Menjanjikan 2020? Ternyata salah satunya adalah PT Amartha Mikro Fintek (Amartha)....

Tentang Aplikasi GoIns, Aplikasi Viral Penghasil Uang di Kalangan Milenial

Duniafintech.com - Ada berbagai cara mudah untuk menghasilkan uang, misalnya dengan aplikasi penghasil uang. Cukup dengan menggunakan smartphone, Anda bisa dengan mudah...

Startup Ini Diprediksi Jadi Unicorn di Indonesia. Ternyata dari P2P Lending Loh!

DuniaFintech.com – Startup ini diprediksi jadi unicorn? Pasti penasaran kan perusahaan mana yang diprediksi menyandang gelar tersebut? Jawabannya adalah PT Lunaria Annua...

Layanan Syariah LinkAja Berikan Pelatihan Usaha Kecil dan Menengah

DuniaFintech.com - Layanan syariah LinkAja melakukan program pelatihan untuk 1000 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam ketahanan menghadapi pandemi COVID-19. Hal tersebut...
LANGUAGE