24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

BRI Agro, Bank Nasional Dengan Produk Fintech

duniafintech.com – PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro), anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan keuangan berjenis Jasa Perbankan di Indonesia pertama yang mengeluarkan produk pinjaman berbasis fintech.

Baca juga : Prudential Indonesia Dorong Pengusaha Muda Papua

Dengan memanfaatkan financial technology (fintech) BRI Agro akan semakin memperkuat berbagai macam hal mulai dari dukungan modal, likuiditas, inovasi bahkan fondasi keuangan yang kuat.

Research Analyst PT MNC Sekuritas Roro Nurulita Harwaningrum melihat potensi pertumbuhan yang positif dari Perseroan berdasarkan kinerja FY 2018. BRI Agro berhasil meraih laba bersih sebesar Rp204,21 miliar pada tahun 2018 atau tumbuh sebesar 45,35% YoY walaupun NIM mengalami penurunan ke level 3,50%, turun dibandingkan 3,76% pada FY2017, dimana penurunan tersebut seiring dengan industri.

Selain itu, BRI Agro mampu melakukan efisiensi biaya operasional, dengan penurunan rasio BOPO menjadi 82,99% di FY18 (vs 86,48% di FY17). Pendorong utama kinerja FY18 yaitu penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 42,70% YoY menjadi Rp15,67 triliun, disertai dengan peningkatan dana pihak ketiga sebesar 45,46% YoY hingga mencapai Rp18,06 triliun.

Baca juga : Spesifikasi Mencengangkan Samsung Galaxy Fold

Menurut Roro, strategi BRI Agro meluncurkan produk baru bernama “Pinang” (Pinjam Tenang) pada 1Q19 akan mendukung pencapaian perusahaan. Pinang adalah produk pinjaman digital tanpa agunan yang berfokus pada segmen ultra-mikro.

Pihaknya menargetkan Pinang pada 2019 dengan target >75.000 pelanggan dan nilai pinjaman hingga Rp300 miliar melalui salary-based loan. Melalui proses yang cepat, murah, dan aman, serta plafon yang bersaing, pihaknya yakin PINANG akan memberikan kemudahan ekstra kepada nasabah BRI Agro untuk melakukan pinjaman

Terkait rencana aksi korporasi Perseroan, pihaknya masih memiliki ruang untuk melakukan rights issue, untuk mencapai target modal dalam upaya memasuki kategori BUKU 3 (modal minimum Rp5 triliun).

BRI Agro berencana untuk melakukan rights issue pada 2H19E, hingga 3 miliar saham. Roro berpendapat jika rights issue dilakukan pada FY19E, maka akan mendorong kinerja AGRO, yang terlihat dari dampak dari rights issue FY18 pada BVS FY18, yang mencapai Rp207/saham dengan PBV 1.47x dibandingkan dengan BVS FY17 yang sebesar Rp174/saham dengan 3.02x PBV.

Baca juga : Oracle Dukung Program Mudik Bareng Jasa Raharja di Hari Raya Mendatang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE