29.9 C
Jakarta
Selasa, 29 November, 2022

BTCS Kembangkan Platform Analitik untuk Aset Digital

duniafintech.com – BTCS Inc., perusahaan yang berfokus pada aset digital dan teknologi Blockchain, sedang mengembangkan model bisnisnya dengan mengembangkan platform analitik data aset digital.

Platform analitik ini dikembangkan terhadap konsumen yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan beberapa pertukaran aset digital dan dompet untuk menggabungkan kepemilikan portofolio ke dalam platform tanpa batas tunggal sekaligus melihat dan menganalisis kinerja, metrik risiko, dan implikasi pajak potensial. Peluncuran beta awal platform ini diharapkan pada paruh kedua tahun 2020.

Saat ini ada lebih dari 250 pertukaran aset digital secara global dan 27 di antaranya beroperasi di Amerika Serikat. Sebagian besar dari pertukaran ini kekurangan metrik kinerja yang terperinci. Pelacakan kinerja yang semakin rumit bagi para peserta aset digital adalah fakta bahwa banyak peserta memiliki aset di banyak bursa.

Platform analitik BTCS sedang dirancang dan dibangun untuk memberikan solusi untuk masalah yang berkembang ini, memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan data yang terkait dengan kepemilikan mereka dalam waktu dekat dalam satu tampilan tunggal dikombinasikan dengan serangkaian alat yang kuat untuk pelacakan kinerja.

Pasar aset digital sekarang mencatat lebih dari $37 miliar transaksi setiap hari.

“Kami percaya pasar telah matang hingga mencapai titik yang menjamin dan mendukung metode yang lebih canggih untuk melacak kepemilikan dan kinerja, dan platform pertama dari jenisnya dirancang untuk melayani kebutuhan yang tidak terpenuhi ini,” kata Charles Allen, CEO BTCS.

Baca juga:

Rencana Rilis Penuh Akhir 2020

BTCS mulai mengembangkan platform analitik data aset digital pada pertengahan 2019 dan berharap untuk membuka platform pada kuartal kedua 2020 untuk pengujian beta khusus undangan, dengan tujuan rilis beta komersial penuh pada akhir tahun 2020.

Selain metrik kinerja dan agregasi data kepemilikan aset digital yang berasal dari panggilan API (hanya baca untuk pertukaran yang terhubung atau terkait) dengan alamat dompet Blockchain, solusi platform inovatif BTCS sedang dirancang dengan fokus komunitas yang akan memungkinkan pengguna untuk berbagi riwayat perdagangan mereka dengan pengguna platform lain. 

Peserta komunitas akan dapat memilih untuk memberikan kinerja dan data perdagangan mereka kepada pengguna lain secara gratis atau berbagi berdasarkan biaya berlangganan yang dipilih pengguna. Rencana jangka panjang termasuk BTCS mengambil persentase, yang belum ditentukan, dari biaya ini, menghasilkan aliran pendapatan baru untuk Perusahaan.

“Tim kami memiliki lebih dari enam tahun pengalaman dalam industri ini. Kami percaya kami memiliki keahlian dan sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan pengembangan platform dengan komitmen keuangan tambahan minimal, sementara tujuan bisnis inti tetap bisa kami jalankan juga,” pungkas Allen.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

BI Fast Tambah 29 Bank Peserta, Biaya Transaksi Hanya Rp2.500

JAKARTA, duniafintech.com – BI Fast akan kian meluas. Hal itu sejalan dengan kian bertambahnya jumlah peserta pada layanan keuangan ini. Adapun pada Senin (28/11), Bank...

Asuransi Mobil Terbaik 2022, Simak Rekomendasinya Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi mobil terbaik menjadi salah satu bentuk perlindungan penting bagi kendaraan roda empat milik kamu. Hal itu karena aset ini punya nilai...

Investasi Kripto Terpercaya di Aplikasi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Investasi kripto terpercaya dan aplikasinya tentu penting untuk diketahui jika ingin terjun ke investasi ini. Aset crypto sendiri dalam beberapa waktu terakhir...

Berita Fintech Indonesia: 6 Pinjol Legal Bunga Rendah Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terbaru kali ini akan mengulas tentang pinjaman online bunga rendah terbaik saat ini. Pinjol dengan bunga rendah memang masih...

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Simak Kurs Selengkapnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.673 di perdagangan pasar spot Jumat (25/11). Rupiah melemah 0,05% dibanding...
LANGUAGE